Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Marmer Thassos Masjidil Haram. Show all posts
Showing posts with label Marmer Thassos Masjidil Haram. Show all posts

Friday, 30 October 2026

Terungkap! Rahasia Marmer Putih Yunani di Pelataran Ka'bah, Tetap Sejuk di Tengah Panas Gurun Makkah.

Wyborcza.pl


Keistimewaan Marmer Yunani di Pelataran Ka'bah: Perpaduan Teknologi, Keindahan Arsitektur, dan Hikmah Kebesaran Allah SWT.

 

Pelataran Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, merupakan salah satu kawasan paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di tempat suci ini untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Di kawasan tersebut, umat Islam melaksanakan tawaf, berdoa, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Di balik kemegahan dan keindahan pelataran Masjidil Haram, terdapat teknologi konstruksi yang menarik untuk dikaji, salah satunya adalah penggunaan batu marmer putih khusus yang didatangkan dari pegunungan Yunani. Material alam ini bukan sekadar unsur dekoratif untuk memperindah kawasan suci, melainkan juga memiliki karakteristik fisik yang mendukung kenyamanan jamaah, terutama ketika menghadapi suhu udara yang sangat panas di kawasan Arab Saudi.

 

Penggunaan marmer tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi pertambangan, rekayasa material, dan arsitektur modern dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan ibadah. Dari perspektif dakwah Islam, fenomena ini juga mengajak manusia untuk merenungkan kebesaran Allah SWT melalui kekayaan alam, sekaligus memahami pentingnya ilmu pengetahuan dalam memberikan kemaslahatan bagi umat manusia.

 

1. MENGENAL MARMER THASSOS, BATU PUTIH ISTIMEWA DARI YUNANI

 

Marble Quarry in Thassos Island, aerial view

THASSOS EXTRA

 

Batu marmer yang digunakan untuk melapisi sejumlah kawasan pelataran Masjidil Haram dikenal dengan nama Thassos Marble. Nama tersebut berasal dari Pulau Thassos, sebuah pulau di wilayah utara Yunani yang terkenal sebagai salah satu penghasil marmer putih berkualitas tinggi.

 

Pulau Thassos berada di kawasan Laut Aegea, tidak jauh dari daratan utama Yunani. Wilayah ini memiliki sumber daya geologi berupa batuan marmer yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun. Melalui tekanan dan perubahan kondisi geologi di dalam bumi, batuan karbonat mengalami proses metamorfisme sehingga membentuk struktur kristal yang khas.

 

Keistimewaan marmer Thassos terletak pada warna putihnya yang sangat cerah, struktur kristal yang rapat, serta karakteristik fisik yang membuatnya memiliki nilai tinggi dalam industri konstruksi dan arsitektur. Batu ini juga dikenal dalam perdagangan internasional sebagai salah satu jenis marmer putih premium.

 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Construction and Building Materials pada 2021, marmer Thassos telah digunakan secara luas sebagai material lantai, dinding, dan bagian atap di Masjidil Haram. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa material ini didatangkan dari Pulau Thassos, Yunani.

 

Penggunaan batu alam dari negara yang jauh tersebut memperlihatkan betapa pentingnya pemilihan material konstruksi berdasarkan kualitas, ketahanan, dan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan.

 

2. MENGAPA MARMER YUNANI DIPILIH UNTUK PELATARAN KA'BAH?

 

سعوديبيديا - ما سبب برودة رخام الحرمين الشريفين؟

 

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan dan pengembangan Masjidil Haram adalah kondisi iklim Kota Makkah. Wilayah ini memiliki karakteristik iklim gurun dengan intensitas sinar matahari yang tinggi dan suhu udara yang dapat meningkat tajam, terutama pada musim panas.

 

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena jamaah melaksanakan tawaf dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Apabila lantai menggunakan material yang mudah menyerap dan menyimpan panas, permukaannya dapat menjadi sangat panas sehingga mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan jamaah.

 

Oleh sebab itu, pemilihan marmer Thassos bukan hanya didasarkan pada keindahan warnanya, tetapi juga pada kemampuan material tersebut dalam mengelola panas matahari.

 

Ada beberapa keunggulan penting yang menjadikan marmer ini sesuai untuk kawasan pelataran Masjidil Haram.

 

Pertama, kemampuan memantulkan sinar matahari.

Warna putih kristal pada marmer Thassos memiliki tingkat reflektivitas matahari yang tinggi. Artinya, sebagian besar energi radiasi matahari dipantulkan kembali sehingga penyerapan panas pada permukaan dapat dikurangi dibandingkan material yang lebih gelap.

 

Kedua, kemampuan menghantarkan dan melepaskan panas.

Karakteristik termal marmer memungkinkan panas yang diterima permukaan disalurkan dan didisipasikan. Dengan demikian, material ini tidak mudah mempertahankan panas seperti sejumlah material konstruksi konvensional.

 

Ketiga, karakteristik struktur kristalnya.

Komposisi mineral dan susunan kristal marmer berpengaruh terhadap kemampuan material dalam menghantarkan panas. Penelitian ilmiah tahun 2018 yang diterbitkan dalam Arabian Journal of Geosciences menemukan bahwa marmer Masjidil Haram memiliki reflektivitas matahari dan konduktivitas termal yang tinggi dibandingkan marmer putih biasa yang menjadi pembanding penelitian tersebut.

 

Keempat, ketebalan dan teknik pemasangan.

Menurut keterangan otoritas pengelola Masjidil Haram, marmer Thassos yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 5 sentimeter. Ketebalan serta teknik pemasangan merupakan bagian dari pertimbangan rekayasa untuk menghasilkan permukaan lantai yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan kawasan yang dilalui jutaan jamaah.

 

Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan marmer Thassos bukan sekadar batu hias, melainkan material konstruksi yang mempunyai fungsi teknis penting dalam mendukung kenyamanan ibadah.

 

3. RAHASIA LANTAI MARMER TETAP SEJUK DI TENGAH PANAS GURUN

 

Foot Care During Hajj: Blisters, Walking and Footwear | Johns Hopkins Aramco Healthcare

 

Salah satu hal yang sering membuat jamaah haji dan umrah merasa takjub adalah kondisi lantai putih di sekitar Ka'bah yang relatif sejuk ketika diinjak, meskipun matahari Makkah sedang bersinar terik.

 

Fenomena tersebut kerap menimbulkan pertanyaan: bagaimana mungkin lantai batu alam tetap terasa sejuk ketika suhu udara di sekitarnya sangat tinggi?

Jawabannya dapat dijelaskan melalui ilmu fisika material dan perpindahan panas.

Secara ilmiah, kemampuan suatu material mempertahankan suhu permukaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain reflektivitas matahari, konduktivitas termal, kapasitas panas, ketebalan material, serta kondisi lingkungan.

 

Marmer Thassos memiliki kombinasi karakteristik yang mendukung pengendalian suhu permukaan. Warna putihnya membantu memantulkan radiasi matahari, sedangkan kemampuan menghantarkan panas membantu mengurangi penumpukan panas pada permukaan.

 

Selain itu, keterangan resmi pengelola Masjidil Haram menjelaskan bahwa pori-pori halus pada marmer dapat menyerap kelembapan pada malam hari dan melepaskannya pada siang hari. Mekanisme ini turut mendukung kondisi permukaan yang lebih sejuk.

 

Penelitian ilmiah yang dipublikasikan pada 2021 juga melakukan pemodelan suhu permukaan marmer berdasarkan kondisi cuaca Makkah. Hasilnya menunjukkan bahwa marmer putih tersebut mampu mempertahankan suhu permukaan yang relatif lebih nyaman untuk kontak langsung dengan kaki manusia, bahkan pada periode musim panas.

 

Penelitian itu juga membandingkannya dengan beton dan aspal. Kedua material tersebut diperkirakan menghasilkan suhu permukaan yang jauh lebih tinggi dalam kondisi cuaca dan lingkungan yang sama.

 

Dengan demikian, kesejukan lantai Masjidil Haram bukanlah sesuatu yang harus dijelaskan melalui anggapan adanya pendingin udara di bawah seluruh lantai. Pemilihan material alam dan karakteristik termalnya merupakan bagian penting dari penjelasan ilmiahnya.


Perlu dipahami pula bahwa marmer bukan pendingin yang menghasilkan suhu dingin tanpa batas. Suhu permukaannya tetap dipengaruhi kondisi cuaca, radiasi matahari, aliran udara, dan teknik konstruksi.

 

4. PROSES PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN MARMER DARI PEGUNUNGAN YUNANI

 

Thassos white marble quarry

Το ελληνικό μάρμαρο: εξόρυξη, στοιχεία παραγωγής - Ελληνικός Ορυκτός Πλούτος

Thassos White Marble Slabs | Fast Delivery | Starel Stones

 

Untuk menghasilkan lantai marmer berkualitas tinggi, prosesnya dimulai jauh sebelum batu tersebut tiba di Kota Makkah.

 

Di kawasan pertambangan Pulau Thassos, batuan marmer dieksplorasi dan ditambang melalui prosedur pertambangan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Penambangan dilakukan dengan mempertimbangkan struktur batuan, kualitas mineral, serta ukuran blok yang dapat dipisahkan dari lapisan batuan induknya.

 

Proses pengolahan secara umum meliputi beberapa tahapan.

 

Pertama, Eksplorasi dan pemilihan lokasi tambang

Tahap pertama adalah penelitian geologi untuk mengetahui persebaran lapisan marmer, kualitas batuan, struktur kristal, dan kemungkinan adanya retakan. Pemilihan lokasi yang tepat menentukan kualitas material yang dihasilkan.

 

Kedua, Pemotongan blok marmer

Setelah lokasi ditentukan, batuan dipotong menggunakan peralatan pertambangan khusus, seperti mesin pemotong kawat berlian. Teknik ini memungkinkan pemisahan blok marmer berukuran besar dengan tingkat ketelitian yang baik.

 

Ketiga, Pengangkatan dan pengangkutan

Blok-blok marmer yang telah dipisahkan kemudian diangkat menggunakan alat berat. Material tersebut selanjutnya dibawa menuju fasilitas pengolahan untuk melalui proses pemotongan lebih lanjut.

 

Keempat, Pemotongan menjadi lembaran

Di pabrik pengolahan, bongkahan marmer dipotong menjadi lembaran dengan ketebalan dan ukuran tertentu. Untuk kebutuhan Masjidil Haram, pemilihan dimensi harus memperhatikan kekuatan, keseragaman, dan spesifikasi teknis pemasangan.

 

Kelima, Pemolesan dan pemeriksaan kualitas

Permukaan marmer dipoles untuk menghasilkan warna putih kristal yang bersih dan tampilan yang seragam. Pemeriksaan kualitas juga dilakukan untuk memastikan material memenuhi persyaratan konstruksi.

 

Keenam, Pengiriman menuju Arab Saudi

Setelah memenuhi spesifikasi, material dikemas dan dikirim melalui jalur transportasi internasional menuju Arab Saudi. Di negara tujuan, marmer kemudian dipersiapkan untuk proses konstruksi dan pemasangan.

Perjalanan marmer dari kawasan pegunungan Yunani hingga menjadi lantai di sekitar Ka'bah merupakan gambaran panjangnya rantai teknologi dan kerja sama manusia lintas negara.

 

5. PEMASANGAN MARMER DI PELATARAN KA'BAH: KETELITIAN ARSITEKTUR DAN REKAYASA KONSTRUKSI


استبدال 150 متر مربع من رخام صحن الطواف في المسجد الحرام

لماذا تبقى أرضيات الحرم الشريف باردة في الصيف؟ | مسلمون حول العالم | السوسنة إسلام

Wyborcza.pl

 

Pemasangan marmer di pelataran Ka'bah merupakan pekerjaan konstruksi berskala besar yang membutuhkan perencanaan teknis, ketelitian, dan pengawasan kualitas.

 

Kawasan Mataf, yaitu area yang mengelilingi Ka'bah dan menjadi tempat pelaksanaan tawaf, memiliki karakteristik penggunaan yang sangat berbeda dari lantai bangunan pada umumnya. Setiap hari, kawasan ini dilalui jamaah dari berbagai negara dengan jumlah yang sangat besar.

 

Karena itu, pemasangan lantai marmer harus memperhatikan sejumlah aspek penting.

 

Pertama, kerataan permukaan lantai. Setiap keping marmer harus dipasang dengan tingkat kerataan yang baik agar tidak menimbulkan perbedaan ketinggian yang dapat mengganggu langkah jamaah.

Kedua, kekuatan dan ketahanan material. Lantai harus mampu menahan beban manusia dalam jumlah besar serta aktivitas pembersihan dan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin.

Ketiga, keseragaman warna dan pola. Marmer putih dipasang dengan memperhatikan susunan dan keselarasan visual sehingga menghasilkan tampilan kawasan yang bersih, luas, dan indah.

Keempat, pemeliharaan secara berkelanjutan. Permukaan marmer harus dibersihkan, dipoles, diperiksa, dan diperbaiki apabila ditemukan kerusakan. Pemeliharaan tersebut penting untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan karakteristik material.

 

Berdasarkan keterangan yang dimuat Arab News pada April 2023, marmer Thassos didatangkan dalam bentuk blok-blok besar dari Yunani dan selanjutnya diproses di fasilitas pengolahan di Arab Saudi. Proses pemasangan serta pemeliharaannya melibatkan tenaga ahli, teknisi, dan pekerja konstruksi.

 

Hal ini menunjukkan bahwa kemegahan Masjidil Haram bukan hanya hasil rancangan arsitektur, melainkan juga buah dari perencanaan, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kerja keras banyak manusia.

 

6. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PENGGUNAAN MARMER DI MASJIDIL HARAM

 

FOURTEEN RARE PHOTOGRAPHS OF THE FIRST EXPANSION OF THE MASJID AL-HARAM DURING KING SAUD BIN ABDULAZIZ AL-SAUD, 1380 AH/1956 AD

 

Penggunaan marmer di kawasan Masjidil Haram bukanlah fenomena yang sepenuhnya baru. Sepanjang sejarah, kawasan sekitar Ka'bah mengalami berbagai tahap pengembangan untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah yang terus meningkat.

 

Pada masa-masa awal, kawasan tawaf memiliki permukaan yang lebih sederhana. Seiring perkembangan pemerintahan Islam dan bertambahnya jumlah jamaah, dilakukan berbagai pembenahan terhadap lingkungan Masjidil Haram, termasuk peningkatan kualitas permukaan lantai.

 

Pada masa modern, perhatian terhadap pemilihan material semakin besar. Pemerintah Arab Saudi melakukan berbagai perluasan dan renovasi untuk meningkatkan kapasitas, kenyamanan, dan keselamatan jamaah.

 

Salah satu perkembangan penting adalah penggunaan marmer putih khusus yang memiliki kemampuan termal sesuai dengan kondisi iklim Makkah.

 

Keterangan resmi pengelola Masjidil Haram menyebutkan bahwa penggunaan marmer Thassos pada kawasan Mataf berkaitan dengan proyek perluasan pada masa Raja Khalid pada dekade 1970-an. Selanjutnya, penggunaan marmer putih juga dikembangkan dalam proyek perluasan berikutnya.

 

Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa pemeliharaan rumah ibadah tidak hanya berkaitan dengan keindahan bangunan, tetapi juga dengan tanggung jawab menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman bagi umat Islam.

 

7. PERSEPTIF DAKWAH ISLAM: KEKAYAAN ALAM SEBAGAI TANDA KEBESARAN ALLAH SWT


Город кааба

 

Jika ditinjau dari perspektif dakwah Islam, penggunaan marmer dari Yunani untuk pembangunan dan pengembangan Masjidil Haram menyimpan pelajaran yang sangat menarik.

 

Allah SWT telah menciptakan bumi beserta seluruh sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Pegunungan, bebatuan, mineral, air, tumbuhan, dan berbagai kekayaan alam lainnya merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.

 

Manusia diberikan akal dan kemampuan berpikir untuk mempelajari, mengelola, serta memanfaatkan sumber daya tersebut secara bertanggung jawab.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

Artinya:

"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir."

(QS. Al-Jatsiyah: 13).

Ayat tersebut mengajarkan bahwa alam semesta dan segala sumber dayanya merupakan karunia Allah SWT yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan manusia.

 

Marmer putih yang berasal dari pegunungan Yunani merupakan salah satu contoh kekayaan geologi bumi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

 

Melalui penelitian ilmiah, manusia dapat mengetahui karakteristik mineral, struktur kristal, kemampuan memantulkan cahaya, serta sifat penghantaran panas suatu batuan. Pengetahuan tersebut kemudian dapat diterapkan dalam pembangunan fasilitas ibadah.

 

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, keduanya dapat menjadi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan umat apabila digunakan secara benar.

 

8. MENUNTUT ILMU DAN MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI PERADABAN ISLAM

 

Islam memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca.

Allah SWT berfirman:

Artinya:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

(QS. Al-'Alaq: 1).

Perintah membaca tersebut memiliki makna luas. Manusia didorong untuk mempelajari kehidupan, memahami alam semesta, mengembangkan pengetahuan, dan mengambil pelajaran dari berbagai fenomena yang terjadi di sekitarnya.

 

Dalam konteks pembangunan Masjidil Haram, pemanfaatan marmer Thassos memperlihatkan bagaimana pengetahuan geologi, fisika, teknik sipil, arsitektur, dan teknologi pertambangan dapat saling melengkapi.

 

Para ahli geologi mempelajari karakteristik batuan. Para ilmuwan material meneliti kemampuan fisiknya. Insinyur konstruksi merancang metode pemasangan. Sementara itu, tenaga ahli dan pekerja lapangan memastikan material dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

 

Semua bidang keahlian tersebut memiliki kontribusi terhadap satu tujuan besar, yaitu menyediakan lingkungan ibadah yang lebih baik bagi umat Islam.

 

Fenomena ini memberikan pelajaran bahwa umat Islam perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, penguasaan teknologi, dan kemampuan mengelola sumber daya alam.

 

Peradaban yang maju tidak hanya ditandai oleh bangunan yang megah, tetapi juga oleh kemampuan manusia mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.

 

9. AMANAH MENJAGA LINGKUNGAN DAN MEMANFAATKAN KEKAYAAN ALAM 

 

Di balik manfaat marmer sebagai material konstruksi, terdapat tanggung jawab lingkungan yang tidak boleh diabaikan.

 

Kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menyediakan bahan baku pembangunan. Namun, apabila tidak dikelola secara bertanggung jawab, aktivitas tersebut juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

 

Penambangan batu alam perlu memperhatikan pengelolaan limbah, penggunaan air, pengendalian debu, pemulihan lahan, serta perlindungan ekosistem di sekitar kawasan pertambangan.

 

Dalam Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut mengandung kewajiban untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan kerusakan.

 

Allah SWT berfirman:

Artinya:

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik."

(QS. Al-A'raf: 56).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana.

 

Oleh karena itu, penggunaan marmer dari Yunani untuk kepentingan pembangunan Masjidil Haram juga dapat menjadi momentum untuk mengingat pentingnya pertambangan berkelanjutan.

 

Kemajuan teknologi hendaknya tidak hanya menghasilkan bangunan yang indah dan kuat, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

 

10. HIKMAH SOSIAL DAN KEMANUSIAAN DI BALIK PEMBANGUNAN MASJIDIL HARAM

 

Tata Cara dan Dalil Shalat Tawaf 2 Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim - Kabar Baitullah

 

Masjidil Haram merupakan tempat berkumpulnya umat Islam dari berbagai bangsa, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial.

 

Setiap tahun, jutaan manusia datang ke Makkah untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Mereka melaksanakan ibadah dengan tujuan yang sama, yaitu mengharapkan rida dan ampunan-Nya.

 

Dalam kondisi seperti itu, kenyamanan dan keselamatan jamaah menjadi tanggung jawab yang sangat penting.

 

Penggunaan marmer berkualitas tinggi merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi konstruksi untuk mendukung kebutuhan tersebut. Lantai yang relatif sejuk, kuat, dan mudah dirawat memberikan manfaat bagi jamaah yang melaksanakan tawaf maupun aktivitas ibadah lainnya.

 

Dari sudut pandang kemanusiaan, pembangunan fasilitas ibadah yang memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung merupakan bagian dari pelayanan kepada sesama manusia.

 

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awsath dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama.

 

Pesan moralnya sangat relevan dengan pembangunan fasilitas publik, termasuk Masjidil Haram. Ilmu pengetahuan, keahlian profesional, dan kemajuan teknologi hendaknya diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia.

 

KESIMPULAN: 

MARMER THASSOS, BUKTI PERPADUAN KEINDAHAN ALAM, ILMU PENGETAHUAAN DAN PELAYANAN UMAT

 

Pemasangan marmer putih Thassos yang didatangkan dari Pulau Thassos, Yunani, di pelataran Masjidil Haram merupakan salah satu contoh menarik perpaduan antara kekayaan alam dan kemajuan teknologi manusia.

 

Batu marmer yang terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun tersebut memiliki karakteristik fisik yang istimewa. Warna putih kristalnya membantu memantulkan sinar matahari, sedangkan sifat termalnya mendukung pengendalian suhu permukaan lantai.

 

Keunggulan tersebut menjadikan marmer Thassos sangat sesuai untuk kawasan Mataf dan sejumlah area Masjidil Haram yang membutuhkan material berkualitas tinggi, tahan lama, dan nyaman digunakan oleh jamaah.

 

Lebih jauh, fenomena ini memberikan pelajaran dakwah Islam bahwa alam semesta merupakan karunia Allah SWT yang perlu dipelajari, dimanfaatkan, dan dijaga dengan penuh tanggung jawab.

 

Kita dapat mengambil hikmah bahwa kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, pertambangan, dan arsitektur dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat manusia.

 

Kemegahan Masjidil Haram bukan semata-mata terletak pada keindahan bangunannya, tetapi juga pada bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dimanfaatkan untuk memberikan kenyamanan kepada jutaan manusia yang datang memenuhi panggilan Allah SWT.

 

Pada akhirnya, marmer putih dari pegunungan Yunani tersebut mengingatkan kita bahwa di balik setiap keindahan alam terdapat tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Tugas manusia adalah mempelajarinya, mensyukurinya, serta memanfaatkannya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.

 

REFERENSI DAN SUMBER BACAAN

 

1. Alghamdy, S., Alleman, J. E., & Alowaibdi, T. S. (2021). Cool White Marble Pavement Thermophysical Assessment at Al Masjid Al-Haram, Makkah City, Saudi Arabia. Construction and Building Materials, 285, 122831. Baca penelitian ilmiah.

 

2. Aal, A. A., Shoukry, H., Sayed, M. A., & Ghramh, H. A. (2018). Physical Characteristics of Heat-Dissipating Smart Marble at Al Masjid Al-Haram, Makkah City, Saudi Arabia. Arabian Journal of Geosciences, 11, 159. Baca ringkasan penelitian.

 

3. Otoritas Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. The Marble Floors in the Grand Mosque. Sumber resmi mengenai marmer Masjidil Haram.

 

4. ANTARA News (2019). Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin dari Marmer Thassos Yunani. Baca laporan ANTARA.

 

5. Arab News (2023). Why the Marble Flooring of Saudi Arabia's Two Holy Mosques Remains Cool Even in Summer. Baca laporan Arab News.

 

 

#MarmerThassos

#MasjidilHaram

#Kaabah

#TeknologiArsitektur

#DakwahIslam