Indefinite Causal Order: Ketika Urutan Sebab-Akibat Tidak Lagi Pasti di Dunia Kuantum
Dalam fisika klasik, sebab dan akibat adalah dua konsep yang selalu tertata
rapi. Kita terbiasa berpikir bahwa setiap peristiwa memiliki urutan kronologis
yang jelas. Jika seseorang menekan saklar lampu, barulah lampu menyala. Tidak
pernah terjadi sebaliknya. Namun, penelitian dalam fisika kuantum menunjukkan
bahwa pada level terdalam realitas, hubungan ini dapat menjadi lebih fleksibel
dan bahkan “Kabur”.
Pengembangan teori dan eksperimen terbaru melahirkan konsep yang dikenal
sebagai indefinite causal order — keadaan di mana dua peristiwa
kuantum tidak memiliki urutan sebab-akibat yang tunggal, melainkan berada dalam "Superposisi Urutan". Ini merupakan salah satu penemuan paling revolusioner dalam
fondasi fisika modern.
1. Urutan Sebab dan Akibat dalam Fisika Klasik
Di dunia makro, urutan peristiwa selalu linear:
A → B → C
Contoh:
Tombol ditekan → Arus
listrik mengalir → Lampu menyala
Urutan ini konsisten, dapat diprediksi, dan menjadi dasar hukum fisika
klasik.
Tetapi pada
dunia kuantum, aturan tersebut dapat berubah.
2. Masuk ke Dunia Kuantum: Ketika Urutan Tidak Lagi Tentu
Dalam sistem kuantum seperti foton dan qubit, peristiwa tidak harus terjadi
dalam urutan tetap. Dua operasi kuantum — misalnya operasi A dan B
— dapat berada dalam keadaan superposisi, sehingga keduanya terjadi seolah-olah
A sebelum B dan B sebelum A secara bersamaan (Oreshkov et al.,
2012).
Ilustrasi Konsep Superposisi Urutan
Dunia Klasik
Urutan tetap:
A → B (atau)
B → A
Dunia Kuantum
Superposisi urutan:
A → B
⤊ ⤋ (terjadi
bersamaan)
B → A
Dengan kata lain, tidak ada urutan tunggal yang dapat dinyatakan sebagai
sebab atau akibat.
Fenomena ini bukan sekadar teori — ia telah dibuktikan dalam eksperimen
menggunakan quantum switch, sebuah alat optik yang memungkinkan urutan
dua operasi kuantum berada dalam superposisi (Procopio et al., 2015).
3. Quantum
Switch: Jantung Penelitian Indefinite Causal Order
Konsep quantum switch
dapat dijelaskan secara sederhana:
1. Foton
masuk ke perangkat.
2.
Foton
dapat menjalani dua operasi kuantum (misalnya A dan B).
3.
Namun
urutan A dan B tidak diputuskan secara pasti.
4.
Foton
keluar dengan keadaan yang merepresentasikan superposisi urutan.
Ilustrasi Quantum Switch
Eksperimen ini menunjukkan bahwa foton tidak “memilih” apakah A terjadi
dulu atau B dulu. Ia melakukan keduanya dalam superposisi.
4. Apakah Waktu Bergerak
Mundur?
Tidak.
Para fisikawan menekankan bahwa fenomena ini tidak berarti waktu berjalan
mundur atau bahwa hubungan sebab-akibat runtuh dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa?
- Indefinite causal order
hanya terjadi dalam kondisi sangat terkontrol.
- Hanya berlaku untuk objek mikroskopis
(foton, qubit).
- Tidak berlaku pada objek
makroskopis seperti manusia, mobil, atau bola.
Sebagaimana dijelaskan
dalam Stanford Encyclopedia of Philosophy, fenomena ini sepenuhnya
konsisten dengan relativitas dan tidak menyalahi kausalitas makro (SEoP, 2022).
5. Implikasi Fundamental
bagi Fisika
Fenomena ini mengubah cara kita memahami:
✔ Struktur waktu
✔ Relasi sebab-akibat
✔ Fondasi mekanika kuantum
✔ Hubungan antara informasi dan realitas fisik
Jika urutan sebab-akibat dapat berada dalam superposisi, maka waktu
linear mungkin bukan sifat fundamental alam semesta — melainkan emergent
property yang hanya tampak pada skala besar.
Seperti dijelaskan dalam Quanta Magazine, fenomena ini menunjukkan
fleksibilitas kausalitas di dunia kuantum, yang mungkin menjadi petunjuk
penting dalam upaya memformulasikan teori gravitasi kuantum (Wolchover, 2020).
6. Aplikasi: Komputasi Kuantum yang Lebih Efisien
Penelitian menunjukkan bahwa indefinite causal order dapat
meningkatkan efisiensi dalam beberapa tugas pemrosesan informasi kuantum
(Rubino et al., 2017).
Keunggulannya antara
lain:
- Mengurangi
jumlah langkah operasi kuantum.
- Menghemat waktu komputasi.
- Membuka peluang algoritma baru yang
tidak mungkin pada komputer klasik.
Ilustrasi Pemrosesan Informasi
Komputasi klasik / kuantum biasa:
Input → A → B → Output
Dengan
Indefinite Causal Order:
Sistem dapat memanfaatkan superposisi urutan untuk menyelesaikan masalah
lebih cepat.
7. Mengapa Ini Belum Ada di Teknologi Sehari-hari?
Karena fenomena ini:
- membutuhkan foton dalam kondisi
sangat stabil,
- membutuhkan laboratorium komputasi
kuantum berpresisi tinggi,
- sangat mudah rusak oleh gangguan luar
(decoherence),
- belum dapat
diskalakan ke ukuran makroskopis.
Namun demikian, penelitian terus berkembang pesat, dan dalam beberapa
dekade mendatang fenomena ini bisa menjadi bagian penting dari arsitektur
komputer kuantum generasi lanjutan.
KESIMPULAN:
Menembus Batas Pemahaman Kausalitas
Fenomena indefinite
causal order membuka pintu untuk meninjau ulang pemahaman kita tentang
realitas. Di tingkat kuantum, urutan sebab-akibat yang kita anggap pasti
ternyata bisa berada dalam keadaan superposisi. Ini tidak mengubah dunia makro,
tetapi menambah pemahaman mendalam tentang struktur alam semesta.
Lebih dari sekadar
keanehan kuantum, fenomena ini berpotensi menjadi fondasi teknologi informasi
kuantum yang lebih efisien dan menjadi petunjuk penting dalam pencarian teori
gravitasi kuantum yang utuh.
Eksperimen ini
mengingatkan kita bahwa di level paling dasar, alam semesta jauh lebih aneh —
dan lebih menakjubkan — dari apa yang dapat kita bayangkan.
Daftar Referensi
- Goswami, K. et al. (2020). Indefinite
Causal Order in Photonic Systems. Physical Review Letters, 125,
123601.
- Oreshkov, O., Costa, F., &
Brukner, Č. (2012). Quantum correlations with no causal order.
Nature Communications, 3, 1092.
- Procopio,
L. M. et al. (2015). Experimental superposition
of orders of quantum gates. Nature Communications, 6, 7913.
- Rubino, G., et al. (2017). Experimental
verification of an indefinite causal order. Science Advances, 3(3),
e1602589.
- Stanford Encyclopedia of Philosophy
(SEoP). (2022). Causation in Quantum Mechanics.
- Wolchover, N. (2020). What It
Means for Causality to Be Undefined. Quanta Magazine.
- Nature Physics
(2019). Indefinite causal order and quantum foundations.
#fisika
#kuantum
#kausalitas
#sainsmodern
#teknologimasaDepan

