Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Tokoh Teknologi Modern. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Teknologi Modern. Show all posts

Saturday, 24 January 2026

Kisah Gila Selcuk Bayraktar: Kutubuku MIT yang Menjadi ‘Bapak Drone’ yang Ditakuti Dunia!

 


SELCUK BAYRAKTAR: Dari Kutu buku MIT Menjadi ‘Bapak Drone’

 

Mengenakan jaket pilot, tersenyum lebar, dan tampak seperti anak IT yang baru lulus dari kelas komputer. Ia bukan jenderal militer dengan bintang di dada. Ia juga bukan politisi yang pandai berpidato. Namanya: Selcuk Bayraktar.

 

Namun jangan tertipu oleh penampilan “polos” itu. Di panggung geopolitik dunia, pria ini mungkin lebih ditakuti daripada banyak presiden. Time dan media Barat menjulukinya sebagai “Bapak Drone”. Sementara di Rusia dan Armenia, namanya sering dikutuk karena penemuannya yang mampu mengubah tank-tank mereka menjadi besi tua yang terbakar.

 

Siapa Sebenarnya Selcuk Bayraktar?

 

Selcuk adalah bukti bahwa “Pena (dan Kode Komputer) lebih ampuh daripada Pedang.” Kisahnya dimulai di Amerika Serikat pada awal 2000-an. Ia adalah mahasiswa jenius yang meraih gelar Master dari University of Pennsylvania (UPenn) dan melanjutkan studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

 

Bagi yang belum tahu, MIT adalah “Kiblat Teknologi” dunia. Masuk ke sana berarti masa depan yang cerah—gaji dolar enam digit hampir pasti. Di AS, Selcuk mempelajari robot swarm dan algoritma pendaratan helikopter. Ia hidup nyaman, dan jalan menuju Silicon Valley sudah terbentang. Namun hatinya tidak berada di Amerika.

 

Turki dalam Krisis: Tentara yang ‘Buta’

 

Pada 2005–2009, Turki menghadapi masalah besar. Perang melawan teroris PKK membuat tentara membutuhkan teknologi pengintai yang mumpuni. Namun Turki kesulitan:

  • Amerika menolak menjual drone Predator.
  • Israel memberikan layanan sewa drone Heron, tetapi:
    • gambar sering terlambat,
    • ada dugaan sensor oleh pihak luar,
    • musuh keburu kabur sebelum pasukan tiba.

Selcuk melihat semua penghinaan ini—dan darah mudanya mendidih. Ia membuat keputusan gila: meninggalkan PhD, meninggalkan tawaran pekerjaan, dan pulang ke Turki.

 

Dari Bengkel Suku Cadang Menuju Industri Drone

 

Selcuk kembali ke pabrik kecil ayahnya, Ozdemir Bayraktar, yang saat itu hanya membuat komponen mobil. Bukan perusahaan senjata. Selcuk berkata: Ayah, kita harus membuat pesawat kita sendiri. Kita tidak bisa bergantung pada orang lain.”

 

Perjuangan pun dimulai. Ia tidak duduk di kantor ber-AC, tetapi tinggal dalam kontainer di pegunungan Gabar dan Hakkari bersama tentara, untuk memahami kebutuhan mereka secara langsung.

  • Siang: memasang kabel.
  • Malam: menulis kode.
  • Tahun demi tahun ia jalani seperti itu.

Banyak jenderal menertawakannya. “Anak kecil melawan teknologi Amerika? Jangan bermimpi.”

Birokrasi Turki kala itu lebih cinta barang impor demi komisi daripada inovasi dalam negeri. Namun Selcuk dan saudaranya, Haluk Bayraktar, tetap maju.

 

Lahirnya Bayraktar TB2: ‘Toyota Hilux’-nya Drone

 

Akhirnya, Bayraktar TB2 lahir. Apa keistimewaannya?

TB2 bukan yang terbesar, bukan yang tercepat. Drone Reaper Amerika jauh lebih hebat secara teknis. Tetapi TB2 memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Amerika:

 


Efisiensi Biaya

  • Harga Reaper: USD 30 juta
  • Harga TB2: sekitar USD 5 juta

Artinya, jika satu TB2 jatuh, Turki bisa mengirim lima lagi tanpa bangkrut. Drone berubah dari “barang mewah” menjadi “alat tempur terjangkau”.

 

Sistem Otonom Cerdas

  • Bisa lepas landas, terbang, dan mendarat secara otomatis.
  • Jika sinyal hilang, kembali sendiri ke pangkalan.

 

Senjata Utama: MAM-L

Peluru mikro buatan Roketsan dengan pemandu laser, bekerja harmonis dengan software TB2 bak seorang ahli bedah.

 

Perang Nagorno-Karabakh: Dunia Tercengang

 

Pada 2020, Azerbaijan–Armenia berperang. Armenia memiliki tank Soviet/Rusia dan sistem pertahanan udara S-300 serta Pantsir. Namun di layar komputer Selcuk, tank-tank itu tampak seperti mainan bebek. Video TB2 menghancurkan ratusan tank Armenia viral. Pertahanan udara Rusia dipermalukan oleh drone Turki yang relatif murah. Majalah pertahanan internasional menulis: “Zaman Tank Telah Berakhir.”

 

Perang Ukraina: Bayraktar Jadi Lagu Perlawanan

 

Saat perang Ukraina pecah, drone TB2 menjadi simbol perlawanan. Tentara Ukraina menciptakan lagu berjudul “Bayraktar”, yang mendunia. Negara-negara Eropa seperti Polandia, Rumania, hingga Arab Saudi mengantri membeli drone Baykar. Turki berubah dari pengimpor menjadi eksportir senjata utama.

 

Kontroversi dan Kritik

 

Tentu ada kritik. Drone tetap senjata pembunuh. Warga sipil tewas dalam konflik. Barat menyebut Selcuk “Pedagang Kematian”—meski ironi ini datang dari negara-negara eksportir senjata terbesar di dunia. Selcuk juga menikahi Sumeyye Erdogan, putri Presiden Erdogan, pada 2016. Banyak yang menuduh nepotisme. Namun:

  • Selcuk mengembangkan drone sejak 2007, jauh sebelum menikah.
  • Polandia (anggota NATO) dan Ukraina membeli TB2 karena kualitas, bukan koneksi politik.

 

Proyek Masa Depan: KIZILELMA, Jet Tempur Tak Berawak

 

Kini Selcuk mengembangkan Bayraktar KIZILELMA, jet tempur tak berawak:

  • berkecepatan supersonik,
  • berdesain siluman,
  • bermesin jet,
  • mampu lepas landas dari kapal induk TCG Anadolu.

Visinya jelas: Masa depan peperangan udara milik AI dan kode komputer, bukan pilot manusia.

 

Sebuah Tamparan bagi Dunia Islam

 

Kisah Selcuk adalah pesan keras bagi dunia Islam: Kita tidak harus selamanya menjadi pengguna teknologi Barat. Kita bisa menjadi pencipta.

Syaratnya:

  • pengetahuan,
  • integritas tanpa korupsi,
  • dan kemauan meninggalkan zona nyaman.

Selcuk kembali dari MIT bukan dengan tangan kosong, tetapi dengan ilmu dan tekad. Ia mendirikan TEKNOFEST, festival teknologi terbesar di dunia, agar generasi muda Turki bercita-cita menjadi insinyur, bukan hanya artis.

 

Warisan Seorang Insinyur Patriot

 

Ketika melihat drone Bayraktar terbang di langit, itu bukan sekadar mesin. Itu adalah hasil keringat seorang pemuda yang meninggalkan kenyamanan demi kehormatan tanah airnya. Ia mengajarkan bahwa: Kedaulatan nasional tidak hanya dibangun oleh politisi, tetapi juga di laboratorium, pabrik, dan baris kode.

 

MasyaAllah, rencana Tuhan memang agung. Siapa sangka, dari bengkel suku cadang mobil, lahir teknologi yang menakutkan negara-negara adidaya.

 

Sumber

Portal-islam.id


#SelcukBayraktar 

#DroneTB2 

#TeknologiMiliter 

#MITEngineer 

#BaykarTech