Mencari
Rezeki yang Halal dan Berkah: Jalan Hidup Setiap Muslim
Setiap
manusia mendambakan rezeki yang cukup, berkah, dan membawa ketenangan. Namun,
tidak semua orang memahami bahwa mencari rezeki bukan hanya kebutuhan hidup,
tetapi juga perintah Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa rezeki bukan
sekadar soal harta, melainkan seluruh nikmat yang Allah karuniakan kepada
hamba-hamba-Nya.
Dalam
dakwah sederhana ini, marilah kita renungkan kembali apa itu rezeki, bagaimana
cara meraihnya, dan siapa saja yang layak mendapatkan rezeki yang mulia dari
Allah SWT.
Dalil Perintah Mencari Rezeki
Allah SWT secara tegas memerintahkan manusia untuk
berusaha. Bukan berdiam diri, bukan menunggu takdir datang tanpa upaya, tetapi
bergerak dan berikhtiar.
• Perintah bertebaran mencari karunia-Nya
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu
di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya
kamu beruntung.” (QS.
Al-Jumu’ah: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa setelah ibadah, kita
diperintahkan untuk kembali menunaikan tugas hidup: bekerja, berusaha, dan
mencari nafkah yang halal.
• Perintah bekerja dan menunjukkan usaha
“Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang
beriman akan melihat pekerjaanmu…” (QS. At-Taubah: 105)
Islam memuliakan orang yang bekerja. Usaha kita menjadi
bukti kesungguhan dan tanggung jawab sebagai hamba Allah.
Apa Itu Rezeki Menurut Islam?
Banyak orang mengira bahwa rezeki hanya sebatas harta,
uang, atau gaji. Padahal, Islam memaknai rezeki jauh
lebih luas.
Rezeki
adalah:
- Segala hal
yang kita dapatkan di dunia dan di akhirat
- Nikmat yang bermanfaat bagi hidup
kita, berasal langsung dari Allah
- Bukan hanya
materi, tetapi juga:
- Waktu luang
- Kesehatan tubuh
- Keluarga yang harmonis
- Sahabat yang baik
- Ilmu yang bermanfaat
- Kesempatan berbuat kebaikan
Allah SWT-lah yang menciptakan kita, memberi rezeki,
mematikan, dan menghidupkan kembali.
“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu
rezeki…” (QS. Ar-Rum: 40)
Semua nikmat yang kita terima—kecil atau besar—adalah
rezeki yang telah Allah sediakan sesuai kebutuhan hamba-Nya.
Allah Telah Menyediakan Segala Kebutuhan Manusia
Allah mengingatkan bahwa nikmat-Nya begitu luas, bahkan
tak mampu kita hitung.
“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu
mohonkan. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tak akan mampu
menghitungnya…” (QS. Ibrahim:
34)
Namun, Allah tidak memberi kemuliaan rezeki kepada
semua orang. Hanya hamba tertentu yang mendapatkannya.
Siapakah mereka itu?
“Maka
orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka ampunan dan rezeki
yang mulia.” (QS. Al-Hajj: 50)
Rezeki yang mulia diberikan kepada mereka yang:
- Beriman
- Beramal shaleh
- Menjaga hubungan dengan Allah
Itulah
rezeki yang mendatangkan keberkahan.
Perintah
Berusaha dan Bergerak
“Dialah
yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan
makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)
Ayat
ini mengajarkan:
- Rezeki harus dicari, bukan ditunggu
- Bumi telah dimudahkan, tinggal kita
bergerak
- Tidak boleh
bermalas-malasan setelah ibadah
Bahkan dalam ayat tentang hari Jumat:
“…maka bertebaranlah kamu di muka bumi…” (QS. Al-Jumu’ah:
10)
Ini menjadi larangan untuk tidur, berdiam,
atau tidak bergerak setelah shalat Jumat.
8
Jalan Datangnya Rezeki Menurut Al-Qur’an
Berikut
delapan pintu rezeki yang dijelaskan dalam Al-Qur’an:
1.
Rezeki karena Bersyukur
“Jika
kamu bersyukur, pasti Kami tambah nikmatmu…” (QS. Ibrahim: 7)
Syukur
membuka pintu rezeki yang lebih besar.
2. Rezeki dari Usaha
“Manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)
Usaha adalah syarat mutlak. Islam
menolak kemalasan.
3. Rezeki melalui Istighfar
“…Mohonlah ampun… niscaya Dia mengirimkan hujan,
membanyakkan harta dan anak-anak…” (QS. Nuh: 10–12)
Istighfar membersihkan penghalang rezeki.
4. Rezeki dari Kehadiran Anak
“…Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan
kepadamu…” (QS. Al-Isra: 31)
Anak bukan beban, melainkan pintu rezeki.
5.
Rezeki dari Bersedekah
“Siapa
yang memberi pinjaman kepada Allah… Allah melipatgandakannya…” (QS.
Al-Baqarah: 245)
Sedekah
tidak mengurangi harta, justru melipatgandakan.
6. Rezeki karena Menikah
“Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan
karunia-Nya…” (QS. An-Nur: 32)
Menikah membuka pintu rezeki bagi pasangan.
7. Rezeki yang Allah Jamin
“Tidak ada satu makhluk pun melata melainkan Allah-lah
yang memberi rezekinya…” (QS.
Hud: 6)
Kita hanya perlu berusaha, selebihnya Allah yang
menentukan.
8.
Rezeki Tak Terduga
“…Barang
siapa bertakwa… Allah beri rezeki dari arah yang tak disangka-sangka…” (QS.
At-Talaq: 2–3)
Inilah
rezeki spesial bagi hamba yang bertakwa.
Penutup: Rezeki Bukan Sekadar Harta
Rezeki
bukan hanya angka di rekening bank. Rezeki adalah:
- Kedamaian hati
- Keluarga yang rukun
- Waktu untuk beribadah
- Kesehatan yang sering diabaikan
- Kesempatan bertaubat
- Ilmu yang memimpin pada kebaikan
Maka,
marilah kita:
- Bersyukur
- Berusaha
- Bersedekah
- Beristighfar
- Bertakwa
Karena
rezeki yang berkah hanya datang kepada hamba yang dekat dengan Rabb-nya.
Semoga Allah melapangkan rezeki kita, memberkahinya, dan
menjadikannya jalan menuju kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin
yaa Rabbal’aalamiin.
#RezekiHalal
#BerkahHidup
#IkhtiarMuslim
#DakwahIslam
#SyukurNikmat
