Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Rhesus Darah. Show all posts
Showing posts with label Rhesus Darah. Show all posts

Sunday, 23 March 2025

Risiko Perkawinan Beda Rhesus Darah



Kemungkinan Risiko yang Terjadi Akibat Perkawinan Beda Rhesus Darah

 

Perkawinan antara pasangan dengan perbedaan rhesus darah bukanlah hal yang memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Selama ini, ada anggapan bahwa golongan darah dapat menentukan kecocokan sifat dan karakter pasangan, tetapi hal tersebut masih menjadi perdebatan. Namun, dari sisi kesehatan, perbedaan rhesus darah antara suami dan istri bisa menimbulkan risiko apabila mereka berencana memiliki keturunan. Risiko ini muncul karena adanya potensi ketidakcocokan rhesus darah antara ibu dan janin yang dikandungnya.

 

Apa Itu Rhesus Darah?

 

Golongan darah manusia umumnya diklasifikasikan ke dalam empat kelompok utama, yaitu A, B, AB, dan O. Selain sistem golongan darah ini, terdapat faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu faktor rhesus atau Rh. Faktor rhesus merupakan protein khusus (Antigen D) yang terdapat di permukaan sel darah merah. Berdasarkan keberadaan protein ini, rhesus dibedakan menjadi dua jenis, yaitu rhesus positif (Rh+) bagi mereka yang memiliki antigen tersebut dan rhesus negatif (Rh-) bagi yang tidak memilikinya.

 

Menurut informasi dari Kids Health, seseorang dengan Rh+ memiliki protein khusus ini dalam sel darah merahnya, sedangkan seseorang dengan Rh- tidak memilikinya. Perbedaan rhesus ini dapat berpengaruh ketika seorang ibu dengan Rh- mengandung bayi dengan Rh+, yang diwarisi dari ayahnya.

 

Risiko Inkompatibilitas Rhesus Saat Kehamilan

 

Inkompatibilitas rhesus dapat terjadi ketika ibu memiliki rhesus negatif, sedangkan janin yang dikandungnya memiliki rhesus positif. Sebagai contoh, jika seorang wanita dengan Rh- menikah dengan pria yang memiliki Rh+, maka ada kemungkinan bayi yang dikandung memiliki Rh+, yang diwarisi dari ayahnya. Kasus seperti ini diperkirakan terjadi pada 50 persen pasangan dengan perbedaan rhesus.

 

Dalam kehamilan pertama, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Hal ini karena darah bayi umumnya tidak bercampur dengan darah ibu selama kehamilan. Namun, jika selama proses persalinan atau keguguran darah bayi masuk ke sistem peredaran darah ibu, maka tubuh ibu akan mengenali sel darah bayi sebagai benda asing dan mulai memproduksi antibodi anti-Rh. Antibodi ini berfungsi untuk menyerang sel darah merah dengan rhesus positif yang dianggap tidak cocok dengan sistem tubuh ibu.

 

Pada kehamilan berikutnya, jika ibu kembali mengandung bayi dengan Rh+, antibodi yang telah terbentuk sebelumnya dapat melewati plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Akibatnya, bayi dapat mengalami anemia hemolitik, yaitu kondisi di mana sel darah merahnya rusak lebih cepat daripada yang bisa diproduksi oleh tubuhnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk keguguran, bayi lahir mati, atau gangguan kesehatan lainnya setelah lahir.

 

Pencegahan dan Penanganan Risiko Inkompatibilitas Rhesus

 

Meski demikian, risiko inkompatibilitas rhesus dapat dikelola dengan baik melalui pemeriksaan medis yang tepat. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan pasangan yang akan menikah untuk melakukan tes golongan darah dan rhesus sebagai bagian dari pemeriksaan pranikah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan ketidakcocokan rhesus antara ibu dan janin di masa depan serta menentukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

 

Jika seorang wanita dengan Rh- diketahui sedang mengandung bayi dengan Rh+, dokter akan memantau kehamilan secara ketat. Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah pemberian suntikan imunoglobulin Rh (RhIg) pada minggu ke-28 kehamilan dan dalam waktu 72 jam setelah persalinan. RhIg berfungsi untuk mencegah tubuh ibu membentuk antibodi anti-Rh yang dapat menyerang sel darah bayi pada kehamilan berikutnya.

 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), suntikan RhIg sangat efektif dalam mencegah reaksi imun tubuh ibu terhadap darah janin. Dengan langkah ini, risiko komplikasi akibat inkompatibilitas rhesus dapat diminimalkan, sehingga ibu dapat menjalani kehamilan yang lebih aman dan bayi terlahir dalam kondisi sehat.

 

Kesimpulan

 

Perbedaan rhesus darah antara suami dan istri tidak memengaruhi kehidupan rumah tangga secara langsung, tetapi dapat menjadi faktor risiko dalam kehamilan. Ketidakcocokan rhesus darah antara ibu dan janin berpotensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kehamilan kedua dan seterusnya. Oleh karena itu, pasangan yang berencana memiliki anak disarankan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah dan rhesus sebelum menikah. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko akibat inkompatibilitas rhesus dapat dikendalikan, sehingga ibu dan bayi dapat terhindar dari masalah kesehatan yang berbahaya.