Vitamin
B12: Rahasia di Balik Tempe Tradisional
Tempe
bukan hanya ikon kuliner Indonesia, tetapi juga sumber nutrisi yang memiliki
banyak manfaat kesehatan. Makanan berbahan dasar kedelai ini dikenal kaya
protein, serat, probiotik alami, dan berbagai vitamin. Namun, ada satu
keistimewaan tempe tradisional yang jarang diketahui masyarakat: kandungan
vitamin B12 yang muncul berkat proses fermentasi alami.
Mengapa
Vitamin B12 Penting?
Vitamin
B12 (kobalamin) adalah mikronutrien esensial yang berperan dalam berbagai
fungsi vital tubuh, antara lain:
- Pembentukan sel darah merah
- Menjaga kesehatan sistem saraf
- Mendukung sintesis dan perbaikan DNA
- Mengoptimalkan metabolisme sel
Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin B12,
sehingga kita harus memperolehnya dari makanan atau suplemen.
Fermentasi Tempe dan Produksi Vitamin B12
Proses pembuatan tempe tradisional menggunakan kultur
alami dari mikroorganisme, terutama Rhizopus oligosporus. Namun,
penelitian menunjukkan bahwa bakteri kontaminan yang mengiringi proses
fermentasi—seperti Klebsiella pneumoniae dan Propionibacterium
freudenreichii—juga berperan dalam produksi vitamin B12.
Studi
ilmiah telah mengonfirmasi bahwa:
- Fermentasi
alami kedelai dapat menghasilkan vitamin B12 dalam jumlah yang signifikan.
- Tempe tradisional mengandung lebih
banyak vitamin B12 dibandingkan tempe modern yang dibuat menggunakan
starter murni dan proses higienis ketat.
Hal
ini karena proses higienis dan sterilisasi yang terlalu tinggi dapat
mengeliminasi bakteri penghasil B12, sehingga kandungan vitamin tersebut
menurun atau bahkan hilang sama sekali.
Tempe
Tradisional: Sumber B12 untuk Vegetarian dan Vegan
Vitamin B12 secara alami ditemukan pada produk hewani
seperti daging, ikan, telur, dan susu. Itu sebabnya kelompok vegetarian dan
vegan sering berisiko mengalami defisiensi B12.
Tempe
tradisional menjadi alternatif menarik karena:
- Mengandung vitamin B12 alami hasil
fermentasi mikroba
- Mudah dicerna
- Tinggi
protein dan ramah untuk pola makan nabati
Meskipun kandungan B12 pada tempe bervariasi tergantung
proses fermentasi, penelitian menunjukkan bahwa tempe tradisional dapat
berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan harian.
Kesimpulan
Tempe
tradisional menyimpan potensi besar sebagai sumber vitamin B12 alami berkat
proses fermentasinya. Meski bukan
satu-satunya sumber B12, tempe dapat menjadi pilihan sehat, terutama bagi
mereka yang menjalani pola makan berbasis nabati.
Jadi, jangan ragu untuk menikmati tempe tradisional
sebagai bagian dari pola makan seimbang—lezat, bergizi, dan kaya manfaat!
Referensi
Ilmiah
1. Keuth,
S., & Bisping, B. (1993). Formation of vitamins by pure cultures of Rhizopus
oligosporus during tempeh fermentation. Applied Microbiology and
Biotechnology, 25(6), 396–400.
2. Watanabe,
F. (2007). Vitamin B12 sources and bioavailability. Experimental Biology and
Medicine, 232(10), 1266–1274.
3. Denter,
J., & Bisping, B. (1994). Formation of vitamin B12-active compounds by
bacteria during tempeh fermentation. International Journal of Food
Microbiology, 23(1), 43–54.
4. Astuti,
M., et al. (2000). Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia. Asia
Pacific Journal of Clinical Nutrition, 9(4), 322–325.
5. Jurnal
Borneo Akcaya (sebagai sumber tambahan konten populer).
6. Nature
(berbagai publikasi terkait fermentasi mikroba dan vitamin B12).
#VitaminB12
#TempeTradisional
#FermentasiAlami
#MakananSehat
#NutrisiNabati
