Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Kesehatan Stroke Lengkap. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Stroke Lengkap. Show all posts

Monday, 12 January 2026

Waspada Stroke! Kenali Gejala, Obat Penyelamat 4,5 Jam, dan Cara Pulih Total!

 


Pencegahan, Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Terapi Fisik pada Penyakit Stroke

 

1. Pencegahan Stroke

 

Pencegahan stroke sangat penting karena sebagian besar kasus dapat dicegah melalui gaya hidup sehat dan kontrol faktor risiko. Rekomendasi ini sesuai pedoman American Heart Association (AHA) dan WHO [1,2].

a. Mengontrol Tekanan Darah

  • Hipertensi adalah faktor risiko terbesar stroke [1].
  • Target umum: <130/80 mmHg (sesuai AHA 2017 Guideline) [1].
  • Rutin cek tekanan darah dan minum obat teratur bila diresepkan dokter.

b. Mengontrol Gula Darah

  • Diabetes meningkatkan risiko stroke 2–4 kali lebih tinggi [2].
  • Diet sehat, olahraga, dan kepatuhan obat sangat diperlukan.

c. Mengontrol Kolesterol

  • Kolesterol tinggi menyebabkan aterosklerosis yang memicu penyumbatan pembuluh darah [1].

d. Menjalani Pola Hidup Sehat

  • Berhenti merokok menurunkan risiko stroke hingga 50% dalam 1–2 tahun [2].
  • Kurangi alkohol.
  • Olahraga 30 menit/hari menurunkan risiko stroke hingga 27% [1].
  • Konsumsi sayur, buah, ikan, biji-bijian, dan hindari lemak jenuh.

e. Menangani Penyakit Jantung

  • Aritmia seperti fibrilasi atrium meningkatkan risiko pembekuan darah hingga 5 kali lipat [3].

 

2. Penyebab Stroke

 

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Dua jenis utama stroke ini dijelaskan dalam pedoman WHO dan AHA [1,4].

a. Stroke Iskemik (80–85%)

  • Disebabkan penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah atau plak kolesterol.
  • Jenis ini dapat ditangani dengan obat trombolisis.

b. Stroke Hemoragik (15–20%)

  • Disebabkan pecahnya pembuluh darah otak, memicu perdarahan dan kerusakan jaringan.

 

3. Gejala Umum Stroke

 

Deteksi cepat menggunakan metode F.A.S.T. direkomendasikan AHA dan CDC [1,5].

F – Face drooping

Wajah turun sebelah saat tersenyum.

A – Arm weakness

Lengan melemah atau sulit diangkat.

S – Speech difficulty

Bicara pelo, sulit memahami atau menyampaikan kata.

T – Time to go to hospital

Segera ke IGD – waktu adalah otak ("time is brain") [5].

Gejala tambahan: mati rasa separuh badan, pandangan kabur, pusing berat, gangguan berjalan, dan penurunan kesadaran.

 

4. Pengobatan Stroke

 

a. Darurat: TROMBOLISIS (untuk Stroke Iskemik)

Bila ada teman atau keluarga terserang stroke, SEGERA bawa ke rumah sakit.

Obat infus bernama trombolisis (contoh: alteplase/tPA) dapat diberikan untuk stroke iskemik [6].

Fungsi Trombolisis

  • Melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh otak.
  • Mengembalikan aliran darah ke area otak yang kekurangan oksigen.

Batas Waktu Pemberian

  • Golden period: 4,5 jam sejak onset gejala pertama (AHA/ASA Guidelines) [6].
  • Semakin cepat diberikan, semakin besar peluang pulih tanpa cacat.

Catatan:

Trombolisis tidak boleh diberikan pada stroke perdarahan karena dapat memperparah perdarahan. Pasien harus menjalani CT-Scan kepala terlebih dahulu [6].

 

b. Pengobatan Stroke Hemoragik

Menurut pedoman WHO dan AHA [4,7]:

  • Pengendalian tekanan darah.
  • Tindakan pembedahan bila perdarahan luas atau menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial.
  • Manajemen pembengkakan otak.

 

5. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Stroke

 

Rehabilitasi dimulai setelah kondisi pasien stabil, biasanya 24–48 jam setelah serangan (AHA Rehabilitation Guideline) [8].

a. Fisioterapi

  • Melatih kekuatan otot.
  • Melatih keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan berjalan.
  • Mencegah kontraktur atau kekakuan sendi.

b. Terapi Okupasi

  • Melatih kemampuan sehari-hari seperti makan, mandi, berpakaian, dan menulis.

c. Terapi Wicara

  • Untuk pasien dengan gangguan bicara (disartria/afasia) atau gangguan menelan (disfagia).

d. Stimulasi Kognitif

  • Melatih memori, konsentrasi, dan fungsi eksekutif otak [8].

e. Pemulihan Emosional

  • Konseling atau terapi psikologis untuk mencegah depresi pasca-stroke, yang dialami 30–50% penyintas [8].

 

6. Pointer Penting untuk Masyarakat

 

  • WAKTU adalah KUNCI. Kerusakan otak terjadi menit demi menit [5].
  • Jangan menunggu gejala membaik sendiri.
  • Jangan dipijat—berbahaya, terutama bila stroke hemoragik.
  • Pastikan pasien segera dibawa ke RS yang memiliki CT-Scan dan fasilitas trombolisis.

 

Daftar Referensi

 

1. American Heart Association/American Stroke Association. 2017 Guidelines for the Prevention of Stroke in Patients with Stroke and Transient Ischemic Attack.

2.   World Health Organization. Global Report on Diabetes. WHO; 2016.

3.  January CT, et al. 2019 AHA/ACC/HRS Guideline for the Management of Patients with Atrial Fibrillation.

4.   World Health Organization. Stroke: Key Facts. WHO; 2023.

5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Stroke Signs and Symptoms (FAST).

6.  Powers WJ, et al. 2018 AHA/ASA Guidelines for the Early Management of Patients with Acute Ischemic Stroke.

7. Hemphill JC, et al. Guidelines for the Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA; 2015.

8.    Winstein CJ, et al. Guidelines for Adult Stroke Rehabilitation and Recovery: AHA/ASA; 2016.


#strok
#sehat
#cegah
#obatt
#fisik