Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Puasa Ramadhan dan Sains. Show all posts
Showing posts with label Puasa Ramadhan dan Sains. Show all posts

Wednesday, 25 February 2026

Puasa Ramadhan Bukan Cuma Nahan Lapar! Ini Rahasia Upgrade Tubuh & Mental Menurut Al-Qur’an dan Sains

 


Manfaat Puasa Ramadhan: Upgrade Diri Versi Al-Qur’an & Sains (Gen Z Edition)

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bestie fillah 🤍
Jujur aja… kadang kita mikir puasa itu cuma “nahan lapar + haus + nunggu maghrib”, kan?

Tapi coba kita throwback ke sejarah.

Tahun ke-2 Hijriyah, sekitar 18 bulan setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, turunlah ayat powerful:

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(Al-Qur'an, Al-Baqarah: 183)

Perhatikan kalimat: sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu.”
Artinya? Ini bukan ritual baru. Ini sistem lama. Sudah dipakai para nabi. Sudah teruji zaman.

 

🔥 Puasa Itu Sunnah Para Legend

Rasulullah bersabda:

Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasanya Nabi Dawud: sehari puasa, sehari berbuka.”
(HR. Sahih Bukhari no. 3420)

Nabi Musa juga puasa 40 malam sebelum menerima wahyu (Al-Baqarah: 142).

Jadi puasa itu bukan cuma ibadah.
Ini kayak fitur premium untuk maintenance tubuh & jiwa.

Dan menariknya?
Sains modern baru ngeh sekarang.

 

1. Sahur: Jangan Skip, Ini Mode Survival Aktif

Jam 03.00 pagi. Dingin. Ngantuk. Godaan: “Skip aja deh…”

Padahal Rasulullah ﷺ bilang:

Bersahurlah, karena pada sahur ada keberkahan.”
(HR. Sahih Bukhari no. 1923 dan Sahih Muslim no. 1095)

Secara sains, sahur itu kayak isi powerbank.

Makanan disimpan sebagai glikogen di hati & otot.
Itu yang bikin kamu nggak langsung lemes.

Bahkan cuma minum air pun tetap ada efek proteksi metabolik.

Jadi jangan sotoy bilang “gue kuat nggak sahur.”
Itu bukan strong. Itu salah strategi
😅

 

2. Pagi Hari: Tubuh Masih Smooth

Jam 05.00–09.00?
Masih aman.

Tubuh pakai cadangan gula. Insulin turun. Glukagon naik.
Ini fase pemanasan.

Allah bilang:

Berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Al-Qur'an, Al-Baqarah: 184)

Kata kuncinya: jika kamu mengetahui.”
Artinya ada rahasia di balik rasa lapar itu.

 

3. Siang Hari: Mode Hybrid Aktif 🔄

Sekitar jam 12 siang…

Glukosa habis.
Otak mulai drama: “Laper banget!” 😩

Di sinilah banyak yang tumbang.

Padahal justru di sini keajaiban dimulai.

Tubuh switch ke pembakaran lemak.
Lemak diubah jadi keton — bahan bakar yang lebih stabil & bersih buat otak.

Jadi sebenarnya tubuh kamu lagi upgrade sistem energi.

Efek sampingnya? Bau mulut.

Tapi Rasulullah ﷺ bersabda:

Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.”

Apa yang dunia anggap minus, di sisi Allah itu plus.

 

4. Autofagi: Detoks Level Sel 🔬

Tahun 2016, ilmuwan Jepang Yoshinori Ohsumi menang Nobel karena menemukan mekanisme autofagi.

Autofagi = sel “makan” bagian rusaknya sendiri.

Saat kita puasa:

  • Sel rusak dihancurkan
  • Protein tua dibersihkan
  • Sampah biologis didaur ulang
  • Risiko sel abnormal ditekan

Jadi lapar itu bukan cuma nahan.
Itu proses bersih-bersih level mikroskopis.

Tubuh lagi general cleaning.

 

5. Puasa = Firewall Anti Godaan 🧠

Rasulullah ﷺ bersabda:

Jika Ramadhan datang, setan-setan dibelenggu.”
(HR. Sahih Bukhari no. 1899 dan Sahih Muslim no. 1079)

Beliau juga bersabda bahwa setan mengalir lewat aliran darah, maka persempit dengan lapar.

Secara neurobiologi?
Pusat amarah & syahwat itu butuh energi besar.

Saat puasa, energinya ditekan.
Impuls liar jadi melemah.

Puasa itu bukan cuma nahan makan.
Ini latihan kontrol diri hardcore.

 

6. Berbuka: Jangan Kalap 🍽️

Rasulullah ﷺ berbuka dengan kurma atau air
(HR. Sunan Abu Dawud no. 2356)

Kenapa kurma?

Karena kurma mengandung fruktosa yang cepat sampai ke otak tanpa bikin pankreas kaget.

Air? Rehidrasi instan.

Tapi Allah ingatkan:

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(Al-Qur'an, Al-A‘raf: 31)

Kalau over?
Darah fokus ke perut. Otak kekurangan oksigen.
Hasilnya? Ngantuk + males tarawih.

Sayang banget kan.

 

7. Kenapa 30 Hari?

Al-Qur’an menyebutnya “ayyāman ma‘dūdāt” — hari-hari tertentu.

Tubuh butuh waktu adaptasi.

Sistem imun, hormon, metabolisme — semuanya reset bertahap.

Ramadhan itu:

  • Reset metabolisme
  • Reset imun
  • Reset hormon
  • Reset mental
  • Reset spiritual

Kalau dijalani serius, kamu keluar Ramadhan sebagai versi 2.0.

 

🌟 Kesimpulan: Ramadhan = Upgrade Tahunan

Puasa itu bukan tradisi.
Ini teknologi ilahiah.

Tujuan akhirnya?

La‘allakum tattaqūn
Agar kamu bertakwa.

Bukan cuma kurus.
Bukan cuma detox.
Tapi jadi manusia yang lebih terkendali, lebih sadar, lebih dekat sama Allah.

Ramadhan itu bengkel tahunan gratis.
Pertanyaannya:

Mau cuma lewat?
Atau mau benar-benar upgrade?

Semoga kita bukan cuma lulus menahan lapar,
tapi lulus jadi pribadi yang lebih bertakwa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤍🌙

 

#PuasaRamadhan
#ManfaatPuasa
#SainsDalamIslam
#UpgradeDiri
#GenZMuslim