Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Flu Burung H5N1 Jepang. Show all posts
Showing posts with label Flu Burung H5N1 Jepang. Show all posts

Friday, 2 May 2008

H5N1 Terdeteksi di Jepang! 42.000 Ayam di Akita Diperiksa untuk Cegah Flu Burung!

Pada 30 April 2008 Prefektur Akita telah melakukan inspeksi setempat terhadap peternakan ayam dekat danau Towada setelah virus flu burung galur H5N1 dideteksi pada angsa yang ditemukan di kota pinggir danau.

Pegawai pemerintah daerah bersama-sama dengan pegawai pusat pelayanan kesehatan hewan menginstruksikan kepada peternak agar mensterilisasi perlatan kandang ayam dan juga menggunakan jaring pengaman kandang ayam untuk mencegah burung liar masuk kedalam peternakan.

Pada 29 April 2008 sebuah kajian dari National Institute of Animal Health menyatakan bahwa virus yang mematikan ini telah dideteksi pada tiga dari empat ekor unggas yang ditemukan mati pada tanggal 21 april 2008 didekat danau di kota Kosaka.

Inspeksi ini dilakukan terhadap 42.000 ayam pada 15 peternakan dalam radius 30 km dimana angsa tersebut ditemukan.

Prefektur Akita menginspeksi peternakan ayam di dekat kota Kosaka dan Kazuno pada 30 April 2008. Inspeksi selanjutnya pada 1 Mei dilakukan pada peternakan di odate.

Pemerintah prefektur telah membuat kantor Pengaturan Krisis pada tanggal 30 April 2008 dan telah melakukan pertemuan untuk mendiskusikan tata cara mendeteksi virus yang mematikan tersebut.

Selama ini telah dikonfirmasi tidak terdapat ayam yang terinfeksi dengan virus H5N1 di prefektur tersebut. Insefeksi ini dilakukan berdasarkan permintaan dari Kementrian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan.

Prefektur disebelahnya yaitu Aomori dan Iwate juga melakukan infeksi yang sama. Menurut Prefektur Aomori angsa yang kurus telah ditangkap dekat sebuah hotel di kota Towada pada tanggal 18 April 2008. Angsa tersebut mati dua hari kemudian dan penyebab kematiannya tidak diketahui kata pegawai Kantor Prefektur.

Pada konferensi berita di Tokyo, Menteri Lingkungan Hidup Mr. Ichiro Kamoshita berkata bahwa kementriannya mengirim pegawainya ke Prefektur Hokaido, Akita dan Aomori untuk mengumpulkan kotoran ayam dan mengujinya terhadap adanya virus H5N1.

“Sejak tidak terdapat pengaruh virus ini pada peternakan domestik, kita akan menguji pengaruhnya pada burung liar secara akurat” kata Mr Kamoshita. Virus ini telah ditemukan di Danau Towada tetapi bisa terjadi ditempat lain di Jepang.

Wabah H5N1 pertama kali di jepang terjadi Maret 2007, dimana virus tersebut ditemukan pada burung elang di Sagara Prefektur Kumamoto.

Galur H5N1 yang ganas ini telah menyebar pada unggas di wilayah bagian barat laut Korea Selatan sejak April dan yang diduga menyebabkan burung migrasi telah membawa virus ke jepang.

Sumber 
Japan Times 1 Mei 2008.

#FluBurung 
#H5N1 
#Akita 
#Jepang 
#AvianInfluenza

Sunday, 8 April 2007

Kasus Flu Burung H5N1 di Jepang Tahun 2007: Kronologi Wabah yang Mengguncang Industri Perunggasan.

Berdasarkan surat dari Director Animal Health Division, Mr. Takashi Himeda nomor 18/Shouan/11326 tentang Notification to OIE detection of AI virus in Japan menyebutkan bahwa pada tanggal 13 Januari telah dideteksi Avian Influenza (H5) di broiler parent stock farm di Kiyotake, Miyagi Prefecture. Pemerintah Jepang menunggu informasi apakah Indonesia akan melakukan perubahan kebijakan import ungas dan produk asal unggas dari Jepang.


Dalam immediate notification report Jepang melaporkan Kasus ini dimulai pada tanggal 10 Januari 2007. Yang terserang adalah ayam broiler, tertular 12000 ekor, yang telah tertular 3800 ekor, mati 3800 ekor, dan telah dimusnahkan 8200 ekor. Hasil diagnosis yang dilakukan oleh National Institute of Animal Health menggunakan metoda isolasi virus pada telur embrio tertunas pada tanggal 13 Januari menyatakan positif Avian Influenza. Hasil diagnosis yang dilakukan oleh National Institute of Animal Health menggunakan Haemaglutination inhibition test (HIT) pada tanggal 13 Januari menyatakan positif Avian Influenza.


Menurut Japan Time tanggal 14 Januari 2007 telah diberitakan bahwa National Institute of Animal Health (NIAH) di Tsukuba telah mengidentifikasikan kasus ke 5 di Jepang. Pada tanggal 16 Januari 2007 Menteri Pertanian Hiroyuki Ozono telah mengumumkan vius AI pada kasus tersebut adalah H5N1


Flu burung dilaporkan terakhir pada bulan Januari 2006 menyerang peternakan di Ibaraki adalah galur H5N2, galur yang lebih lemah dari H5N1.


Pemerintah Miyazaki Prefecture telah melakukan penceghan penyebaran penyakit tersebut dengan cara membatasi lalu-lintas ayam dan telur dari 16 peternakan ayam yang terdapat di sekitar radius 10 km dari lokasi peternakan yang terkena Flu Burung tersebut.


Pemerintah Prefecture Miyazaki telah menyiapkan 150 pegawai selama 3 hari mulai tanggal 14 Januari 2007 memusnahkan 12.000 ayam di dalam peternakan termasuk ayam yang telah mati terinfeksi dan 8000 ekor dimusnahkan menggunakan gas CO2 dan kemudian dibakar.


Kematian meningkat dengan pesat dari 250 ekor pada tanggal 11 Januari 2007, menjadi 2.400 ekor pada tanggal 12 Januari 2007 dan mencapai 3.800 ekor pada tanggal 13 Januari 2007. Tidak ada laporan terdapat orang yang terkena Flu burung pada orang yang bekerja di peternakan tersebut.


Terdapat 17 peternakan ayam yang berada pada radius 10 km dari Peternakan ayam Kiyotake. Pemerintah telah melakukan pelarang mengeluarkan ayam dan telur ke tempat lain.


#FluBurung
#H5N1
#KesehatanHewan
#BiosekuritiUnggas
#EpidemiologiVeteriner