Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, 23 February 2026

Terbukti Ilmiah! Spirulina Tingkatkan Imunitas Ikan dan Tahan Serangan Aeromonas hydrophila

 


Spirulina adalah mikroalga biru-hijau yang secara ilmiah dikenal sebagai Arthrospira platensis (sering disebut Spirulina). Bahan ini banyak dimanfaatkan sebagai suplemen pakan ikan karena kandungan nutrisinya yang sangat kaya dan sifat imunostimulator alaminya (Belay et al., 1993; Watanuki et al., 2006).

Salah satu target penting dalam budidaya ikan adalah pencegahan infeksi bakteri dari genus Aeromonas, terutama Aeromonas hydrophila, yang menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) atau borok pada ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurame (Austin & Austin, 2012).

 

1. Kandungan Bioaktif Spirulina yang Berperan dalam Imunitas

Spirulina mengandung berbagai komponen yang mendukung sistem imun ikan:

  1. Protein tinggi (60–70%)
    Mendukung pertumbuhan dan regenerasi jaringan, termasuk sel-sel imun (Belay et al., 1993).
  2. Fikosianin (phycocyanin)
    Pigmen biru dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang kuat (Romay et al., 2003).
  3. Polisakarida sulfat
    Berperan sebagai imunostimulator dengan mengaktifkan sel fagosit dan meningkatkan respons imun non-spesifik (Hayashi et al., 1994).
  4. Vitamin (A, C, E) dan mineral (Fe, Zn, Se)
    Mendukung fungsi enzim antioksidan dan respons imun non-spesifik (Watanuki et al., 2006).
  5. Asam lemak esensial (GLA)
    Membantu modulasi respons inflamasi dan memperbaiki keseimbangan imun (Belay et al., 1993).

 

2. Mekanisme Peningkatan Imunitas terhadap Aeromonas hydrophila

Pemberian Spirulina dalam pakan ikan dapat meningkatkan imunitas melalui beberapa mekanisme:

a. Meningkatkan Imunitas Non-Spesifik

  • Meningkatkan aktivitas fagositosis leukosit.
  • Meningkatkan aktivitas enzim lisozim.
  • Meningkatkan respiratory burst activity (kemampuan membunuh patogen).

Respons imun non-spesifik ini sangat penting karena merupakan garis pertahanan pertama terhadap infeksi Aeromonas (Watanuki et al., 2006; Ragap et al., 2012).

b. Meningkatkan Aktivitas Antioksidan

Infeksi Aeromonas hydrophila menyebabkan stres oksidatif pada jaringan ikan. Spirulina meningkatkan aktivitas enzim antioksidan seperti:

  • Superoxide dismutase (SOD)
  • Catalase
  • Glutathione peroxidase

Dengan demikian, kerusakan jaringan akibat radikal bebas dapat ditekan (Romay et al., 2003; Abdel-Tawwab & Ahmad, 2009).

c. Meningkatkan Ketahanan dan Survival Rate

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ikan yang diberi pakan mengandung 2–5% Spirulina:

  • Memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) lebih tinggi setelah uji tantang Aeromonas hydrophila.
  • Menunjukkan penurunan gejala klinis seperti hemoragi dan ulserasi (Watanuki et al., 2006; Ragap et al., 2012).

 

3. Dosis dan Aplikasi dalam Pakan

Umumnya Spirulina ditambahkan dalam pakan dengan konsentrasi:

  • 1–2% → untuk peningkatan performa pertumbuhan.
  • 2–5% → untuk tujuan imunostimulasi dan pencegahan penyakit.

Pemberian biasanya dilakukan selama 2–4 minggu sebelum periode risiko tinggi (misalnya perubahan musim atau kepadatan tinggi) (Abdel-Tawwab & Ahmad, 2009).

 

4. Keunggulan Dibanding Antibiotik

Penggunaan Spirulina memiliki beberapa keuntungan:

  • Tidak menyebabkan resistensi antimikroba.
  • Tidak meninggalkan residu pada produk ikan.
  • Mendukung pendekatan budidaya berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  • Selaras dengan prinsip pengurangan penggunaan antibiotik dalam akuakultur (FAO, 2020).

 

5. Kesimpulan

Spirulina merupakan bahan pakan fungsional yang efektif untuk meningkatkan sistem imun ikan terhadap infeksi Aeromonas, terutama Aeromonas hydrophila. Mekanismenya meliputi peningkatan imunitas non-spesifik, aktivitas antioksidan, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Penggunaannya sebagai imunostimulan alami sangat direkomendasikan dalam strategi pencegahan penyakit pada budidaya ikan air tawar, khususnya dalam sistem intensif dengan risiko tinggi infeksi bakteri, serta sejalan dengan upaya pengendalian resistensi antimikroba (AMR).

 

Daftar Referensi

 

Abdel-Tawwab, M., & Ahmad, M. H. (2009). Live spirulina (Arthrospira platensis) as a growth and immunity promoter for Nile tilapia. Aquaculture Research, 40, 1–9.

Austin, B., & Austin, D. A. (2012). Bacterial Fish Pathogens: Disease of Farmed and Wild Fish. Springer.

Belay, A., Ota, Y., Miyakawa, K., & Shimamatsu, H. (1993). Current knowledge on potential health benefits of Spirulina. Journal of Applied Phycology, 5, 235–241.

FAO. (2020). The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hayashi, O., Katoh, T., & Okuwaki, Y. (1994). Enhancement of antibody production in mice by dietary Spirulina. Journal of Nutritional Science and Vitaminology, 40, 431–441.

Ragap, H. M., Khalil, R. H., & Mutawie, H. H. (2012). Immunostimulatory effects of Spirulina on Nile tilapia challenged with Aeromonas hydrophila. Fish & Shellfish Immunology, 33, 104–110.

Romay, C., González, R., Ledón, N., Remirez, D., & Rimbau, V. (2003). C-phycocyanin: A biliprotein with antioxidant and anti-inflammatory properties. Journal of Medicinal Food, 6, 1–10.

Watanuki, H., Ota, K., Malina, A. C., & Tassakka, A. C. (2006). Dietary Spirulina enhances immune response and resistance against Aeromonas hydrophila in fish. Fish & Shellfish Immunology, 21, 70–81.

 

#SpirulinaPakanIkan
#ImunitasIkan
#AeromonasHydrophila
#KesehatanIkan
#AkuakulturBerkelanjutan

No comments: