Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, 12 February 2026

Cegah Penyebaran Virus Nipah, MITI Desak Pemerintah Siapkan Program Antisipasi

 



Peneliti Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Pudjiatmoko menyarankan pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran wabah virus Nipah (NiV) yang kembali terjadi di India pada awal 2026.

“Dengan tingkat kematian pada manusia yang sangat tinggi (40–75 persen), ketiadaan vaksin dan pengobatan spesifik, serta karakter penularan yang melibatkan interaksi manusia–hewan–lingkungan, virus Nipah berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang signifikan apabila tidak diantisipasi secara sistematis,” kata Pudjiatmoko, Jumat (6/2/2026).

Pudjiatmoko menyebut, pemerintah, DPR RI, dan otoritas veteriner perlu memosisikan isu virus Nipah sebagai ancaman strategis kesehatan nasional berbasis zoonosis.

“Meskipun penularan antarmanusia relatif terbatas dan tidak seefisien Covid-19, risiko terjadinya wabah sporadis lintas wilayah tetap nyata, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, aktivitas peternakan yang intensif, serta kedekatan dengan habitat satwa liar,” tegas Pudjiatmoko

Menurut Pudjiatmoko, wabah terbaru di India kembali menegaskan Asia merupakan wilayah berisiko tinggi akibat keberadaan reservoir alami virus, praktik konsumsi pangan tradisional tertentu, serta tingginya kepadatan penduduk.

“Meskipun tidak berpotensi menjadi pandemi global seperti Covid-19, dampaknya dapat sangat fatal dan menimbulkan kerugian besar apabila tidak ditangani secara serius. Oleh karena itu, kebijakan yang proaktif, terkoordinasi, dan berbasis sains menjadi kunci untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga ketahanan kesehatan regional,” imbuh Pudjiatmoko.

Pudjiatmoko menegaskan, pendekatan reaktif dalam menghadapi ancaman penyebaran virus Nipah tidaklah cukup.

“Pemerintah perlu melakukan investasi berkelanjutan dalam pencegahan zoonosis, penguatan kesiapsiagaan wabah, serta penerapan pendekatan One Health yang akan memberikan manfaat jangka panjang dalam mencegah krisis kesehatan di masa depan,” imbau Pudjiatmoko.

Oleh karena itu, lanjut Pudjiatmoko, pemerintah perlu menyusun program terintegrasi untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Pudjiatmoko menilai, pemerintah perlu melakukan setidaknya tiga langkah strategis untuk mengantisipasi penyebaran virus Nipah.

Pertama, tutur Pudjiatmoko, pengendalian risiko lingkungan dan pangan melalui edukasi konsumsi pangan yang aman, pengamanan pangan tradisional, serta pengelolaan habitat satwa liar.

“Upaya ini bertujuan untuk menurunkan risiko paparan awal dari sumber zoonotik,” ulas Pudjiatmoko.

Kedua, sebut Pudjiatmoko, membangun jalur komunikasi dan edukasi risiko bagi masyarakat dengan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis sains mengenai wabah ini, serta melibatkan tokoh masyarakat dan media.

“Langkah ini bertujuan untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap upaya pengendalian,” cetus Pudjiatmoko.

Ketiga, ucap Pudjiatmoko, lakukan riset serta kerja sama internasional untuk mengendalikan penyebaran virus Nipah.

“Upaya ini penting guna memperoleh dukungan dalam pengembangan terapi dan vaksin,” tukas mantan Atase Pertanian KBRI Tokyo untuk Jepang ini.

“Selain itu, kerja sama internasional juga bermanfaat untuk berbagi data dan praktik terbaik di tingkat regional,” tutup Pudjiatmoko. LN-DAN

 

SUMBER:

LiraNews

https://liranews.com/cegah-penyebaran-virus-nipah-miti-desak-pemerintah-siapkan-program-antisipasi/


#CegahPenyebaranVirusNipah

#VirusNipahZoonosis

#VirusNipahIndia

#PenelitiMITI

#ProgramPemerintah


No comments: