Menuju
Kesatuan Umat: Memahami Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam Ibadah
Ramadhan
Islam adalah agama yang mengedepankan
keteraturan dan ilmu pengetahuan. Di tengah kemajuan teknologi antariksa saat
ini, umat Islam dihadapkan pada sebuah inovasi metodologis yang revolusioner: Kalender Hijriah
Global Tunggal (KHGT). Konsep ini bukan sekadar alat hitung waktu,
melainkan upaya saintifik untuk mewujudkan kesatuan ibadah umat Islam di
seluruh dunia.
Apa Itu KHGT?
Secara ilmiah, KHGT adalah sistem penanggalan
yang menetapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Berdasarkan
hasil Muktamar Kalender Islam Global di Turki (2016), sistem ini berupaya
menyatukan kalender Islam agar tidak ada lagi perbedaan memulai puasa atau hari
raya antar negara.
Dasar ilmiahnya bertumpu pada kriteria astronomi yang kokoh:
Imkanur Rukyat Global: Jika hilal sudah
memenuhi kriteria di titik mana pun di muka bumi sebelum pukul 00:00 GMT, maka
seluruh dunia dianggap masuk bulan baru.
Parameter Ketat: Syarat masuk bulan
baru adalah tinggi hilal minimal 5 derajat dan sudut elongasi (jarak
Bulan-Matahari) minimal 8 derajat.
Realitas Pertumbuhan Hilal: Secara sains, hilal
terus tumbuh seiring waktu. Jika di Indonesia hilal belum terlihat (karena
matahari terbenam lebih awal), beberapa jam kemudian hilal tersebut pasti sudah
lebih tinggi dan terlihat di wilayah barat bumi seperti Amerika. KHGT mengakui
keberadaan hilal di wilayah barat ini sebagai dasar bagi penduduk di timur
(Indonesia).
Tantangan Ramadhan 1447 H (2026 M)
Pada tahun 2026 ini, kita menghadapi dinamika ilmiah. Berdasarkan
perhitungan KHGT, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Mengapa bisa berbeda dengan prediksi
pemerintah/MABIMS (19 Februari)?
Secara astronomis, pada magrib tanggal 17
Februari, posisi hilal di Indonesia masih rendah (di bawah kriteria lokal 3
derajat). Namun, di belahan bumi
bagian Barat (seperti Alaska atau Amerika), posisi hilal sudah sangat tinggi
dan memenuhi syarat internasional 5 derajat. Bagi penganut KHGT, laporan
terlihatnya hilal di belahan bumi lain adalah sah bagi seluruh penduduk dunia.
Mengapa KHGT Penting bagi Dakwah?
Dalam kacamata dakwah, penerapan satu
kalender global memiliki urgensi yang mendalam:
Kepastian Ibadah (Hifz ad-Din): Dengan sistem hisab
global, kita bisa memprediksi jadwal ibadah hingga puluhan tahun ke depan
secara presisi. Hal ini memudahkan perencanaan umrah, haji, dan distribusi
zakat secara internasional.
Manifestasi Kesatuan Umat: Sebagaimana kita
berkiblat pada satu Ka’bah, KHGT mengajak umat Islam untuk berpuasa dan berhari
raya di hari yang sama, menghapus batas-batas geografis yang selama ini memicu
perbedaan.
Islam yang Pro-Sains: Perbedaan ini bukanlah perpecahan akidah,
melainkan perkembangan ijtihad metodologis. Ini membuktikan bahwa Islam selalu terbuka terhadap riset
antariksa terkini untuk kemaslahatan umat.
Penutup
Perbedaan dalam penentuan awal bulan adalah ruang ilmiah yang harus
disikapi dengan penuh kedewasaan (tasamuh). Namun, menuju satu kalender global
adalah visi besar untuk menunjukkan kekuatan dan persatuan dunia Islam di era
modern. Mari kita jalani ibadah Ramadhan dengan khusyuk, berbekal ilmu dan
keyakinan.
#KalenderHijriah
#KHGT
#Ramadhan1447H
#HisabAstronomi
#PersatuanUmatIslam

No comments:
Post a Comment