Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, 12 February 2026

Rahasia Hidup Berkah! Niat dan Tekad Shalat Berjamaah yang Mengubah Jalan Hidup

 

Niat dan Tekad Jalan Menuju Cahaya Masjid

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pagi itu langit masih berwarna biru gelap ketika azan Subuh mengalun lembut membelah sunyi. Udara terasa sejuk, embun masih menggantung di pucuk daun. Di antara desir angin dan langkah kaki menuju masjid, saya kembali meneguhkan niat dalam hati: ya Allah, tetapkan aku untuk selalu shalat berjamaah lima waktu di masjid, tepat di awal waktu. Bukankah Rasulullah bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan bagi laki-laki, shalat berjamaah di masjid memiliki keutamaan dua puluh tujuh derajat dibanding shalat sendirian (HR. Bukhari dan Muslim). Maka niat dan tekad adalah pintu pertama menuju kemuliaan itu.

Seusai shalat Subuh berjamaah, saya duduk berzikir. Hati terasa lapang, seakan cahaya fajar turut menyusup ke dalam dada. Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Di samping saya, seorang jamaah sepuh bernama Pak Trisna, 73 tahun, asal Banjarnegara, tersenyum ramah. Dari zikir yang lirih, lahirlah silaturahim yang hangat. Kami berbincang ringan tentang keluarga. Ia bercerita dengan mata berbinar bahwa cucunya baru saja diwisuda dari Universitas Padjadjaran. Anak dan cucunya ada yang kuliah di UI, IPB, dan Unpad. “Alhamdulillah,” katanya, “meski saya seorang mualaf, Allah jaga anak-cucu saya dekat dengan Islam.”

Saya terharu. Di wajahnya terpancar syukur yang dalam. Allah berfirman, “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Ia berkata pelan, “Alhamdulillah rumah saya dan rumah anak-anak dekat masjid. Kalau jauh, mungkin hidup kami tidak sekondusif ini.” Saya teringat sabda Nabi ﷺ, “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tinggal dekat masjid adalah nikmat besar—ia memudahkan langkah kaki, menjaga hati, dan menautkan keluarga dengan jamaah serta ilmu.

Silaturahim itu bukan hanya menginspirasi saya, tetapi juga membangkitkan kembali kenangan perjalanan ke kampung halaman pekan lalu. Sebelum pukul empat pagi, saya dan istri menuju Stasiun Pasar Senen. Sebelum masuk ke peron stasiun, kami singgah di masjid kecil untuk shalat Subuh berjamaah. Betapa indahnya memulai safar dengan sujud. Allah berfirman, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43). Kereta berangkat tepat waktu, dan hati pun terasa tentram karena kewajiban telah ditunaikan—itulah kepuasan yang lazim dirasakan. Akan tetapi tujuan yang lebih utama lagi adalah meraih keridhaan Allah Swt. dengan pahala 27 derajat lebih besar daripada sholat sendiri. 

Setiba di Purwokerto menjelang sholat Jumat, langit cerah menyambut. Udara bersih, angin berhembus lembut seakan membawa pesan damai. Kami langsung menuju Masjid Agung dan menunaikan shalat Jumat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa mandi pada hari Jumat, lalu berangkat lebih awal dan mendengarkan khutbah dengan khusyuk, maka diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat sebelumnya.” (HR. Muslim). Seusai shalat, kami menikmati soto hangat—nikmat dunia yang terasa sempurna setelah nikmat ibadah.

Perjalanan silaturahim berlanjut ke rumah adik-adik di Prigi, Bojanegara, Karangklesem, Bukateja, hingga Babakan. Indahnya, hampir setiap rumah berjarak hanya belasan meter dari masjid. Saat azan Asar, Magrib, dan Isya berkumandang, langkah kaki terasa ringan menuju rumah Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. At-Taubah: 18). Di sela canda keluarga dan tangis haru menyambut kelahiran cucu dari anak keponakan kami, kami tetap menjaga kebersamaan dalam jamaah. Silaturahim menjadi lebih bermakna ketika disertai ibadah.

Rasulullah mengingatkan, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim). Saya merasakan betul keberkahan itu. Reuni SMA setelah 49 tahun pun menjadi ajang silaturahim yang penuh syukur. Di tengah tawa dan cerita masa lalu, ketika azan Zuhur berkumandang, saya bersama beberapa sahabat berjalan sekitar 700 meter menuju masjid. Langkah itu bukan hanya menjaga shalat, tetapi juga menjaga kesehatan jasmani. Pagi sebelumnya, kami berjalan kaki tiga kilometer setelah Subuh. Tubuh terasa segar, hati pun bercahaya. Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim).

Menjaga kesehatan jasmani dan rohani berjalan seiring. Shalat berjamaah melatih disiplin waktu, menguatkan otot dan sendi melalui gerakan yang teratur, sekaligus menyucikan jiwa. Silaturahim memperluas empati dan mempererat ukhuwah. Berbagi ilmu agama, meski hanya satu ayat atau satu hadis, adalah cahaya. Nabi bersabda, “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari). Ilmu yang dipraktikkan adalah amal jariyah yang tak terputus.

Kini saya semakin yakin, kuncinya adalah niat dan tekad. Ketika hati sudah berazam untuk selalu shalat berjamaah lima waktu di masjid pada awal waktu, Allah akan mudahkan jalannya. Rumah didekatkan dengan masjid, keluarga didekatkan dengan kebaikan, langkah kaki dipenuhi pahala. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban, melainkan setiap satu langkah menghapus satu dosa dan langkah lainnya mengangkat satu derajat.” (HR. Muslim).

Alhamdulillah, Allah mengabulkan cita-cita memiliki rumah dekat masjid—bahkan dekat dengan dua masjid. Begitu pula rumah adik-adik saya. Ini bukan sekadar lokasi geografis, tetapi posisi hati yang selalu ingin dekat dengan Allah. Semoga Allah menjaga niat ini hingga akhir hayat, menjadikan keluarga kami ahli masjid, ahli silaturahim, dan ahli ilmu yang diamalkan.

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang menegakkan shalat dan dari keturunan kami (juga). Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.” (QS. Ibrahim: 40).

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

#ShalatBerjamaah 

#CahayaMasjid 

#SilaturahimBerkah 

#HidupIslami 

#InspirasiIman

No comments: