Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, 26 January 2026

Tempe tradisional menyimpan vitamin B12 alami dari fermentasi mikroba. Temukan manfaat sehat yang jarang diketahui!


 

Vitamin B12: Rahasia di Balik Tempe Tradisional

 

Tempe bukan hanya ikon kuliner Indonesia, tetapi juga sumber nutrisi yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Makanan berbahan dasar kedelai ini dikenal kaya protein, serat, probiotik alami, dan berbagai vitamin. Namun, ada satu keistimewaan tempe tradisional yang jarang diketahui masyarakat: kandungan vitamin B12 yang muncul berkat proses fermentasi alami.

 

Mengapa Vitamin B12 Penting?

 

Vitamin B12 (kobalamin) adalah mikronutrien esensial yang berperan dalam berbagai fungsi vital tubuh, antara lain:

  • Pembentukan sel darah merah
  • Menjaga kesehatan sistem saraf
  • Mendukung sintesis dan perbaikan DNA
  • Mengoptimalkan metabolisme sel

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin B12, sehingga kita harus memperolehnya dari makanan atau suplemen.

 

Fermentasi Tempe dan Produksi Vitamin B12

 

Proses pembuatan tempe tradisional menggunakan kultur alami dari mikroorganisme, terutama Rhizopus oligosporus. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bakteri kontaminan yang mengiringi proses fermentasi—seperti Klebsiella pneumoniae dan Propionibacterium freudenreichii—juga berperan dalam produksi vitamin B12.

 

Studi ilmiah telah mengonfirmasi bahwa:

  • Fermentasi alami kedelai dapat menghasilkan vitamin B12 dalam jumlah yang signifikan.
  • Tempe tradisional mengandung lebih banyak vitamin B12 dibandingkan tempe modern yang dibuat menggunakan starter murni dan proses higienis ketat.

 

Hal ini karena proses higienis dan sterilisasi yang terlalu tinggi dapat mengeliminasi bakteri penghasil B12, sehingga kandungan vitamin tersebut menurun atau bahkan hilang sama sekali.

 

Tempe Tradisional: Sumber B12 untuk Vegetarian dan Vegan

 

Vitamin B12 secara alami ditemukan pada produk hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu. Itu sebabnya kelompok vegetarian dan vegan sering berisiko mengalami defisiensi B12.

Tempe tradisional menjadi alternatif menarik karena:

  • Mengandung vitamin B12 alami hasil fermentasi mikroba
  • Mudah dicerna
  • Tinggi protein dan ramah untuk pola makan nabati

Meskipun kandungan B12 pada tempe bervariasi tergantung proses fermentasi, penelitian menunjukkan bahwa tempe tradisional dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan harian.

 

Kesimpulan

 

Tempe tradisional menyimpan potensi besar sebagai sumber vitamin B12 alami berkat proses fermentasinya. Meski bukan satu-satunya sumber B12, tempe dapat menjadi pilihan sehat, terutama bagi mereka yang menjalani pola makan berbasis nabati.

Jadi, jangan ragu untuk menikmati tempe tradisional sebagai bagian dari pola makan seimbang—lezat, bergizi, dan kaya manfaat!

 

Referensi Ilmiah

1.     Keuth, S., & Bisping, B. (1993). Formation of vitamins by pure cultures of Rhizopus oligosporus during tempeh fermentation. Applied Microbiology and Biotechnology, 25(6), 396–400.

2.     Watanabe, F. (2007). Vitamin B12 sources and bioavailability. Experimental Biology and Medicine, 232(10), 1266–1274.

3.     Denter, J., & Bisping, B. (1994). Formation of vitamin B12-active compounds by bacteria during tempeh fermentation. International Journal of Food Microbiology, 23(1), 43–54.

4.     Astuti, M., et al. (2000). Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 9(4), 322–325.

5.     Jurnal Borneo Akcaya (sebagai sumber tambahan konten populer).

6.     Nature (berbagai publikasi terkait fermentasi mikroba dan vitamin B12).


#VitaminB12 

#TempeTradisional 

#FermentasiAlami 

#MakananSehat 

#NutrisiNabati

 


No comments: