Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, 21 January 2026

Dialog Laut dengan Allah: Rahasia Besar Ketaatan Alam yang Membuat Manusia Tersentak!

 


Percakapan Air Laut dan Allah: Pelajaran Agung tentang Ketaatan dan Amanah

 

Di antara makhluk Allah yang paling besar dan menakjubkan adalah lautan. Hamparannya yang luas, ombaknya yang gagah, dan kedalamannya yang tak terhingga menjadi tanda kebesaran Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Dalam sebuah kisah perenungan, digambarkan seakan-akan air laut berdialog dengan Rabb-nya, dan dari kisah ini kita belajar makna ketaatan, ketundukan, dan amanah sebagai manusia.

 

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

“Wahai laut, Aku menciptakanmu luas dan kuat. Apakah engkau siap menjalankan perintah-Ku?”

Maka seakan-akan air laut menjawab,

“Ya Allah, kami tunduk dan patuh kepada-Mu. Tidak ada yang kami lakukan kecuali atas izin-Mu.”

Sebagaimana firman Allah:

“Dan kepada Allah bersujud segala yang di langit dan di bumi, baik makhluk bergerak maupun para malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (QS. An-Naḥl 16:49–50)

 

Laut yang Gagah, Namun Tetap Taat

 

Allah kemudian berfirman:

“Aku berikan kepadamu ombak yang gagah. Aku tetapkan batas antara kamu dan daratan. Maka janganlah kamu melampaui batas itu tanpa perintah-Ku.

Laut pun seolah menjawab:

“Kami taat, ya Rabb. Di Arab kami berzikir dengan deburan ombak, terus memuji-Mu siang dan malam.”

Sebagaimana Allah berfirman:

“Di antara keduanya (laut air tawar dan asin) ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS. Ar-Raḥmān 55:20)

Deburan ombak yang tidak pernah berhenti adalah tasbih yang terus mengagungkan-Nya. Tidak ada satu pun dari makhluk Allah yang ingkar, kecuali manusia dan jin yang diberi pilihan.

 

Keluhan Laut tentang Maksiat Manusia

 

Namun laut berkata dengan sedih:

“Ya Allah, manusia telah banyak bermaksiat di sisi kami. Mereka menumpahkan dosa dan kerusakan ke dalam tubuh kami.”

Allah menjawab:

“Wahai laut, bersabarlah. Aku lebih mengetahui apa yang mereka perbuat. Bila Aku kehendaki, air seperti dirimu dapat menjadi azab bagi mereka.”

Sebagaimana firman-Nya:

“Maka masing-masing (umat yang zalim) Kami azab karena dosa-dosa mereka….” (QS. Al-‘Ankabūt 29:40)

Kerusakan di laut dan di bumi tidak lain adalah akibat ulah tangan manusia sendiri. Polusi, limbah, penangkapan ikan yang merusak, semuanya menjadi bagian dari kemaksiatan yang tampak di hadapan lautan.

 

Laut Mampu Menenggelamkan Daratan, Tetapi Menahan Diri

 

Air laut kemudian berkata:

“Jika Engkau perintahkan, kami mampu menenggelamkan seluruh daratan.”

Ini sesuai dengan firman Allah:

“Katakanlah, Dia-lah yang berkuasa menimpakan azab dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian….” (QS. Al-Mulk 67:30)

Dengan izin Allah, lautan bisa menjadi nikmat, namun juga bisa menjadi azab sebagaimana kaum-kaum terdahulu.

 

Allah Maha Penyayang: Mengajak Manusia Bertaubat

 

Namun Allah menjawab:

“Aku Maha Penyayang. Aku beri mereka waktu untuk bertaubat. Doakan agar mereka kembali kepada-Ku dan menjaga bumi yang Aku titipkan.”

Allah telah menjelaskan bahwa amanah ini diberikan kepada manusia:

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya enggan memikulnya dan takut mengkhianatinya; lalu manusia yang memikulnya….” (QS. Al-Aḥzāb 33:72)

Laut berkata:

“Ampuni mereka, ya Rabb. Kami akan terus menjaga batas kami hingga Engkau memerintahkan kami bertindak.”

 

Pelajaran Moral: Makhluk Allah Taat, Manusia Justru Lalai

 

Semua makhluk Allah bertasbih, tunduk, dan taat. Hanya manusia yang sering lupa, bermaksiat, dan membuat kerusakan di bumi maupun di lautan. Padahal Allah telah memberi mereka amanah, akal, dan waktu untuk kembali kepada-Nya.

Rasulullah bersabda:

“Setiap anak Adam melakukan dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

 

Mari Kembali kepada Allah dan Menjaga Alam sebagai Amanah

 

Selagi belum terlambat, marilah kita:

  • kembali kepada Allah dengan hati yang tunduk,
  • memperbanyak istighfar dan taubat,
  • menjaga bumi dan lautan dari kerusakan,
  • serta menghormati ciptaan Allah yang selalu taat kepada-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang menjaga amanah, bukan yang merusaknya.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


#RenunganIslam 

#KisahLaut 

#AmanahManusia 

#DzikirAlam 

#KetaatanMakhluk

No comments: