Pencegahan, Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Terapi
Fisik pada Penyakit Stroke
1. Pencegahan Stroke
Pencegahan stroke sangat penting karena sebagian besar
kasus dapat dicegah melalui gaya hidup sehat dan kontrol faktor risiko. Rekomendasi
ini sesuai pedoman American Heart Association (AHA) dan WHO [1,2].
a.
Mengontrol Tekanan Darah
- Hipertensi adalah faktor risiko
terbesar stroke [1].
- Target umum: <130/80 mmHg (sesuai
AHA 2017 Guideline) [1].
- Rutin cek tekanan darah dan minum
obat teratur bila diresepkan dokter.
b.
Mengontrol Gula Darah
- Diabetes
meningkatkan risiko stroke 2–4 kali lebih tinggi [2].
- Diet sehat,
olahraga, dan kepatuhan obat sangat diperlukan.
c.
Mengontrol Kolesterol
- Kolesterol tinggi menyebabkan
aterosklerosis yang memicu penyumbatan pembuluh darah [1].
d.
Menjalani Pola Hidup Sehat
- Berhenti
merokok menurunkan risiko stroke hingga 50% dalam 1–2 tahun [2].
- Kurangi alkohol.
- Olahraga 30
menit/hari menurunkan risiko stroke hingga 27% [1].
- Konsumsi
sayur, buah, ikan, biji-bijian, dan hindari lemak jenuh.
e.
Menangani Penyakit Jantung
- Aritmia
seperti fibrilasi atrium meningkatkan risiko pembekuan darah hingga 5 kali
lipat [3].
2. Penyebab Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Dua
jenis utama stroke ini dijelaskan dalam pedoman WHO dan AHA [1,4].
a.
Stroke Iskemik (80–85%)
- Disebabkan penyumbatan pembuluh darah
oleh bekuan darah atau plak kolesterol.
- Jenis ini dapat ditangani dengan obat
trombolisis.
b.
Stroke Hemoragik (15–20%)
- Disebabkan pecahnya pembuluh darah
otak, memicu perdarahan dan kerusakan jaringan.
3. Gejala Umum Stroke
Deteksi
cepat menggunakan metode F.A.S.T. direkomendasikan AHA dan CDC [1,5].
F
– Face drooping
Wajah
turun sebelah saat tersenyum.
A
– Arm weakness
Lengan
melemah atau sulit diangkat.
S
– Speech difficulty
Bicara
pelo, sulit memahami atau menyampaikan kata.
T
– Time to go to hospital
Segera
ke IGD – waktu adalah otak ("time is brain") [5].
Gejala tambahan: mati rasa separuh badan, pandangan
kabur, pusing berat, gangguan berjalan, dan penurunan kesadaran.
4. Pengobatan Stroke
a.
Darurat: TROMBOLISIS (untuk Stroke Iskemik)
Bila
ada teman atau keluarga terserang stroke, SEGERA bawa ke rumah sakit.
Obat
infus bernama trombolisis (contoh: alteplase/tPA) dapat diberikan untuk
stroke iskemik [6].
Fungsi
Trombolisis
- Melarutkan bekuan darah yang
menyumbat pembuluh otak.
- Mengembalikan
aliran darah ke area otak yang kekurangan oksigen.
Batas
Waktu Pemberian
- Golden period: 4,5 jam sejak onset gejala pertama (AHA/ASA Guidelines) [6].
- Semakin cepat diberikan, semakin
besar peluang pulih tanpa cacat.
Catatan:
Trombolisis tidak boleh diberikan pada stroke
perdarahan karena dapat memperparah perdarahan. Pasien harus menjalani CT-Scan
kepala terlebih dahulu [6].
b.
Pengobatan Stroke Hemoragik
Menurut
pedoman WHO dan AHA [4,7]:
- Pengendalian tekanan darah.
- Tindakan
pembedahan bila perdarahan luas atau menyebabkan peningkatan tekanan
intrakranial.
- Manajemen pembengkakan otak.
5. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Stroke
Rehabilitasi
dimulai setelah kondisi pasien stabil, biasanya 24–48 jam setelah serangan (AHA
Rehabilitation Guideline) [8].
a.
Fisioterapi
- Melatih kekuatan otot.
- Melatih
keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan berjalan.
- Mencegah
kontraktur atau kekakuan sendi.
b.
Terapi Okupasi
- Melatih
kemampuan sehari-hari seperti makan, mandi, berpakaian, dan menulis.
c.
Terapi Wicara
- Untuk pasien dengan gangguan bicara
(disartria/afasia) atau gangguan menelan (disfagia).
d.
Stimulasi Kognitif
- Melatih
memori, konsentrasi, dan fungsi eksekutif otak [8].
e.
Pemulihan Emosional
- Konseling atau terapi psikologis
untuk mencegah depresi pasca-stroke, yang dialami 30–50% penyintas [8].
6. Pointer Penting untuk Masyarakat
- WAKTU
adalah KUNCI. Kerusakan
otak terjadi menit demi menit [5].
- Jangan menunggu gejala membaik
sendiri.
- Jangan dipijat—berbahaya, terutama
bila stroke hemoragik.
- Pastikan pasien segera dibawa ke RS
yang memiliki CT-Scan dan fasilitas trombolisis.
Daftar Referensi
1. American
Heart Association/American Stroke Association.
2017 Guidelines for the Prevention of Stroke in Patients with Stroke and
Transient Ischemic Attack.
2. World
Health Organization. Global Report on Diabetes. WHO; 2016.
3. January
CT, et al. 2019 AHA/ACC/HRS Guideline for the
Management of Patients with Atrial Fibrillation.
4. World
Health Organization. Stroke: Key Facts. WHO; 2023.
5. Centers
for Disease Control and Prevention (CDC). Stroke Signs and
Symptoms (FAST).
6. Powers
WJ, et al. 2018 AHA/ASA Guidelines for the Early
Management of Patients with Acute Ischemic Stroke.
7. Hemphill
JC, et al. Guidelines for the Management of
Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA; 2015.
8. Winstein
CJ, et al. Guidelines for Adult Stroke
Rehabilitation and Recovery: AHA/ASA; 2016.

No comments:
Post a Comment