XV. VALIDASI DAN KUALIFIKASI (VALIDATION
AND QUALIFICATION)
1. Tujuan
(Objective)
Bagian ini
bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas, peralatan, proses produksi,
metode pengujian, serta sistem pendukung lainnya berfungsi sesuai dengan
spesifikasi yang ditetapkan dan mampu secara konsisten menghasilkan produk obat
hewan yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan efektivitas.
2. Ruang
Lingkup (Scope)
Prosedur ini
mencakup seluruh kegiatan validasi dan kualifikasi yang dilakukan terhadap:
- Fasilitas dan utilitas (HVAC, air, udara bertekanan,
sistem pembuangan limbah, dll.);
- Peralatan produksi, pengemasan, dan laboratorium;
- Proses produksi dan pembersihan (process and cleaning
validation);
- Metode analisis laboratorium (method validation);
- Sistem komputerisasi yang digunakan dalam
pengendalian mutu dan dokumentasi (computer system validation).
3.
Tanggung Jawab (Responsibilities)
- Manajer Mutu (Quality Manager):
Bertanggung jawab atas persetujuan rencana dan laporan validasi/kualifikasi, memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai pedoman CPOHB, serta meninjau hasil untuk menjamin kesesuaian terhadap spesifikasi mutu. - Kepala Bagian Produksi:
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan validasi proses dan pembersihan, serta menjamin kondisi produksi sesuai parameter yang telah tervalidasi. - Kepala Bagian Pengawasan Mutu:
Bertanggung jawab terhadap validasi metode analisis, peralatan laboratorium, dan pengujian pendukung validasi. - Tim Validasi (Validation Team):
Melaksanakan kegiatan validasi dan kualifikasi sesuai rencana yang telah disetujui, mendokumentasikan semua hasil, dan melaporkannya kepada Manajer Mutu.
4. Prinsip
Umum (General Principles)
- Validasi dan kualifikasi merupakan elemen penting
dalam sistem mutu dan harus dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah serta
penilaian risiko (risk-based approach).
- Semua kegiatan harus dilakukan sesuai dengan rencana
validasi atau protokol yang telah disetujui sebelumnya.
- Data hasil validasi harus objektif, terdokumentasi,
dan dapat ditelusuri (traceable).
- Setiap perubahan signifikan terhadap fasilitas,
peralatan, atau proses yang sudah tervalidasi harus dievaluasi dan, bila
perlu, divalidasi ulang (revalidation).
5. Jenis
Kualifikasi (Types of Qualification)
5.1.
Kualifikasi Desain (Design Qualification/DQ)
Memastikan bahwa rancangan fasilitas, peralatan, dan
sistem telah memenuhi spesifikasi teknis, kebutuhan operasional, serta
persyaratan CPOHB.
5.2.
Kualifikasi Instalasi (Installation Qualification/IQ)
Memverifikasi
bahwa fasilitas, peralatan, atau sistem telah diinstalasi sesuai desain,
spesifikasi teknis, dan dokumentasi pemasangan yang disetujui.
5.3.
Kualifikasi Operasional (Operational Qualification/OQ)
Memastikan
bahwa fasilitas, peralatan, atau sistem beroperasi sesuai parameter dan batas
operasional yang ditentukan dalam kondisi tanpa beban dan/atau simulasi.
5.4.
Kualifikasi Kinerja (Performance Qualification/PQ)
Memastikan
bahwa fasilitas, peralatan, atau sistem berfungsi secara konsisten dan
menghasilkan hasil yang sesuai spesifikasi dalam kondisi operasional normal.
6. Jenis
Validasi (Types of Validation)
6.1.
Validasi Proses (Process Validation)
- Dilakukan untuk memastikan bahwa proses produksi
menghasilkan produk yang konsisten dengan spesifikasi mutu yang
ditetapkan.
- Termasuk studi pendahuluan (pre-validation), validasi
awal (initial validation), dan validasi berkelanjutan (continued
process verification).
6.2.
Validasi Pembersihan (Cleaning Validation)
- Memastikan bahwa prosedur pembersihan peralatan
produksi dapat menghilangkan residu bahan aktif, bahan tambahan, dan
mikroorganisme hingga batas aman yang ditetapkan.
- Pengambilan sampel dilakukan pada titik kritis, dan
hasil diuji menggunakan metode analisis yang tervalidasi.
6.3.
Validasi Metode Analisis (Analytical Method Validation)
- Diperlukan untuk menjamin bahwa metode pengujian
laboratorium memberikan hasil yang akurat, presisi, spesifik, dan dapat
diulang.
- Parameter
yang dievaluasi meliputi akurasi, presisi, linearitas, spesifisitas, batas
deteksi, dan batas kuantifikasi.
6.4.
Validasi Sistem Komputerisasi (Computer System Validation)
- Diterapkan
pada perangkat lunak dan sistem elektronik yang digunakan untuk produksi,
pengawasan mutu, dan dokumentasi.
- Meliputi
uji keamanan data, integritas sistem, akses pengguna, serta keandalan
penyimpanan dan pencatatan elektronik (data integrity).
7.
Dokumentasi Validasi dan Kualifikasi (Validation and Qualification
Documentation)
- Setiap
kegiatan validasi dan kualifikasi harus memiliki dokumen berikut:
- Rencana
Validasi (Validation Master Plan/VMP): Dokumen utama yang menjelaskan strategi,
ruang lingkup, tanggung jawab, dan jadwal seluruh kegiatan validasi.
- Protokol Validasi/Kualifikasi: Dokumen yang
mendetailkan metode, parameter, kriteria penerimaan, dan prosedur
pengujian.
- Laporan
Validasi/Kualifikasi: Berisi hasil, kesimpulan, dan rekomendasi dari kegiatan
validasi/kualifikasi yang telah dilakukan.
- Semua
dokumen harus ditinjau dan disetujui oleh Manajer Mutu sebelum disahkan
dan diarsipkan.
8.
Revalidasi dan Rekualifikasi (Revalidation and Requalification)
- Dilakukan
secara berkala atau setiap kali terjadi perubahan signifikan terhadap
fasilitas, peralatan, proses, atau metode analisis.
- Frekuensi
revalidasi ditentukan berdasarkan hasil evaluasi risiko, catatan kinerja
sistem, dan hasil audit mutu.
- Hasil revalidasi harus terdokumentasi dan menjadi
bagian dari sistem pengendalian perubahan (change control).
9.
Evaluasi dan Peningkatan Berkelanjutan (Evaluation and Continuous
Improvement)
- Data dari
kegiatan validasi dan kualifikasi digunakan untuk menilai keandalan proses
dan peralatan secara berkelanjutan.
- Hasil evaluasi dimasukkan dalam tinjauan manajemen (Management
Review) untuk mendukung peningkatan sistem mutu.
- Ketidaksesuaian yang ditemukan selama validasi atau
kualifikasi harus ditindaklanjuti dengan CAPA yang sesuai dan
terdokumentasi.
#CPOHB
#ValidasiProses
#KualifikasiPeralatan
#MutuObatHewan
#QualityAssurance

No comments:
Post a Comment