Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, 3 January 2026

6 Alasan Hidrogen Diprediksi Jadi Bahan Bakar Masa Depan Dunia

 


Hidrogen telah dimanfaatkan oleh manusia setidaknya sejak abad ke-17, jauh sebelum para ilmuwan benar-benar memahami apa itu hidrogen—bahkan sebelum Henry Cavendish pertama kali mengidentifikasinya sebagai unsur tersendiri dan menamainya pada tahun 1766.

Terdapat berbagai cara pemanfaatan hidrogen untuk meningkatkan kualitas hidup manusia: sebagai sumber panas, cahaya, pupuk untuk pertanian, hingga bahan bakar untuk perjalanan antariksa, untuk menyebutkan beberapa contohnya. Hingga kini, penggunaan dan fungsi hidrogen terus berkembang. Berikut enam alasan mengapa hidrogen diperkirakan akan menjadi sumber energi terbarukan yang sangat penting di masa depan.

 

1. Tidak Menghasilkan Emisi CO₂ Secara Langsung

Penggunaan hidrogen tidak menghasilkan karbon dioksida (CO₂). Ketika bereaksi dengan oksigen, hidrogen hanya menghasilkan listrik, air, dan panas. Karena tidak mengandung karbon, tidak ada CO₂ yang terbentuk dalam proses tersebut.

Hal ini berarti bahwa dengan beralih dari bahan bakar fosil ke hidrogen pada mesin, turbin gas, boiler, dan sel bahan bakar, produksi energi dan panas dapat dilakukan tanpa emisi CO₂ langsung. Pemilik pembangkit dapat beralih ke teknologi hidrogen, seperti turbin gas hidrogen dari Mitsubishi Power—merek solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries (MHI)—melalui penerapan co-firing hidrogen, dan dalam waktu dekat bahkan pembakaran hidrogen 100%.

 

2. Kepadatan Energi yang Tinggi

Hidrogen terbakar dengan cepat dan pada suhu yang sangat tinggi. Ketika dikombinasikan dengan oksigen dan dinyalakan, hidrogen membentuk air dan melepaskan panas.

Seiring berkembangnya pengetahuan tentang cara menangani sifat mudah terbakar hidrogen secara aman, potensi hidrogen sebagai sumber energi jangka panjang pun semakin terbuka. Kini, bahan bakar yang lebih bersih dan sangat efisien dapat diproduksi dengan memanfaatkan hidrogen.

Penggunaan hidrogen tidak menghasilkan emisi CO₂, sehingga mampu menyediakan listrik dan panas yang bersih.

 

3. Melimpah dan Serbaguna

Hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dan terdapat di sekitar kita, terutama dalam bentuk air (H₂O) dan bahan bakar fosil atau hidrokarbon. Namun, hidrogen murni jarang ditemukan secara alami dalam bentuk gas—umumnya dengan kadar kurang dari satu bagian per juta berdasarkan volume. Oleh karena itu, hidrogen murni harus diproduksi, baik dari bahan bakar fosil, biomassa, maupun air.

Sebagian besar hidrogen yang digunakan saat ini diproduksi melalui proses termal, yang memanfaatkan suhu tinggi untuk menghasilkan uap, kemudian dicampurkan dengan hidrokarbon guna menghasilkan hidrogen. Namun, saat ini produksi hidrogen semakin banyak dilakukan melalui proses elektrolisis berbasis energi surya, maupun proses biologis.

Sebagai contoh, mikroalga dapat digunakan untuk menguraikan air limbah atau biomassa menjadi hidrogen.

 

4. Potensi Penyimpanan Energi

Energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin cenderung berfluktuasi akibat kondisi cuaca. Penggabungan solusi penyimpanan energi dengan energi terbarukan dapat mengatasi sifat intermiten tersebut, dan hidrogen telah terbukti sebagai media penyimpanan energi yang efektif.

Dengan mengonversi energi terbarukan menjadi hidrogen melalui proses elektrolisis, energi tersebut dapat disimpan dan digunakan di kemudian hari, sekaligus membantu menstabilkan jaringan listrik dengan menyediakan sumber energi yang siap digunakan kapan saja. Selain itu, hidrogen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan energi yang signifikan.

 

5. Bahan Bakar untuk Industri

Hidrogen juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mendukung proses industri yang membutuhkan energi besar, seperti pengolahan logam dan pembuatan kaca. Industri berat menghadapi tantangan besar dalam proses dekarbonisasi, mengingat sektor ini menyumbang hampir 40% dari total konsumsi energi akhir dunia pada tahun 2021.

Hidrogen diperkirakan akan menjadi solusi penting untuk menggantikan bahan bakar fosil di sektor industri yang sulit dikurangi emisinya, terutama pada proses yang sulit dialiri listrik. Berbagai inisiatif telah berjalan, salah satunya adalah produsen baja ArcelorMittal yang tengah mengembangkan produksi dan penggunaan Direct Reduced Iron (DRI) skala industri dengan 100% hidrogen.

 

6. Dukungan Investasi yang Kuat

Lonjakan investasi di sektor hidrogen menunjukkan besarnya potensi energi ini. Penerapan teknologi elektrolisis mencapai rekor tertinggi pada tahun 2021, dengan tambahan kapasitas lebih dari 200 MW—tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Basis data Proyek Hidrogen Badan Energi Internasional (IEA) mencatat hampir 1.500 proyek rendah karbon. Pasar hidrogen hijau saja—yang bernilai 676 juta dolar AS pada tahun 2022—diproyeksikan meningkat hingga 7,3 miliar dolar AS pada tahun 2027. Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act/IRA) di Amerika Serikat juga memberikan subsidi besar untuk produksi hidrogen hijau, yang diperkirakan akan semakin mempercepat pertumbuhan pasar.

Selain itu, berbagai perusahaan mulai mengembangkan pusat (hub) hidrogen. Pembangunan pusat hidrogen hijau skala industri pertama di dunia saat ini tengah berlangsung di Utah bagian tengah dan direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Pusat Advanced Clean Energy Storage—hasil kerja sama antara Mitsubishi Power Americas dan Magnum Development—akan memasok hidrogen hijau untuk mendukung proyek IPP Renewed milik Intermountain Power Agency. Pusat ini berpotensi diperluas hingga mampu mendukung upaya dekarbonisasi di seluruh wilayah barat Amerika Serikat.

 

Bahan Bakar Hari Ini dan Masa Depan

Daya tahan dan fleksibilitas hidrogen sangat besar. Hidrogen telah digunakan untuk menghasilkan listrik sejak abad ke-19 dan dalam waktu dekat akan dimanfaatkan untuk pengalaman wisata antariksa, dengan mengangkat kapsul wisatawan secara perlahan ke stratosfer.

Hidrogen telah membuktikan manfaatnya di berbagai sektor industri. Namun, menurut IEA, potensinya dalam mendukung dekarbonisasi secara penuh masih belum sepenuhnya terealisasi. IEA bahkan menyebut hidrogen sebagai “pilar utama dekarbonisasi industri”.

Dengan berbagai kegunaan praktis yang dimilikinya, hampir tidak diragukan lagi bahwa hidrogen akan terus mendukung pengembangan teknologi baru dan menjadi komponen penting dalam upaya global menuju emisi nol bersih (net zero emissions).

 

#EnergiHidrogen 

#TransisiEnergi 

#NetZero 

#EnergiBersih 

#HidrogenHijau

No comments: