Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, 19 January 2026

Mengapa Tahajud Harus Tidur Dulu? Fakta Syariat & Temuan Sains yang Jarang Diungkap!

 


Sholat tahajud adalah ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat mulia. Banyak orang merasakan bahwa doa-doa di waktu tahajud terasa lebih khusyuk, lebih dalam, dan seolah lebih “terhubung” dengan Allah Swt. Namun muncul pertanyaan penting:

Mengapa tahajud harus tidur dulu?

Apa benar ada hubungan dengan gelombang otak seperti gelombang teta?

 

Artikel ini mengulasnya dengan seimbang berdasarkan syariat dan sains modern.

 

1. Penjelasan Syariat: Mengapa Tahajud Harus Tidur Terlebih Dahulu?

 

Dalam syariat, tahajud adalah sholat malam yang dilakukan setelah tidur, berbeda dengan qiyamul lail yang boleh dilakukan tanpa tidur.

 

Dalil Al-Qur’an

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 79:

Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Ayat ini menggunakan kata tahajjud dari akar kata hajada yang berarti “bangun dari tidur”.

 

Dalil Hadits

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim)

Dan mengenai tidur sebelum tahajud, terdapat hadits:

“Siapa yang sholat di malam hari lalu tertidur hingga pagi hari, maka ditulis baginya pahala qiyamul lail, tetapi ia tidak dianggap melakukan tahajud.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah – hasan)


Ini menunjukkan bahwa tidur adalah syarat definisi tahajud, bukan karena alasan biologis atau gelombang otak tertentu. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Imam Ibn Hajar juga sepakat bahwa tidur menjadi pembeda utama antara tahajud dan qiyamul lail.

 

2. Perspektif Sains: Apakah Ada Hubungan dengan Gelombang Teta?

 

Beberapa ceramah menghubungkan tahajud dengan gelombang teta, namun secara ilmiah penjelasannya lebih luas dan tidak sesederhana itu.

 

Fase Gelombang Otak Saat Tidur

 

Menurut penelitian neurofisiologi (Walker & Stickgold, 2006; Carskadon & Dement, 2017), otak manusia melewati beberapa fase:

  • Alpha → rileks, menjelang tidur
  • Teta → tidur ringan / awal tidur
  • Delta → tidur sangat dalam (deep sleep)

Ketika seseorang bangun untuk tahajud pada akhir malam, tubuh biasanya baru melewati fase delta, lalu naik menuju kondisi yang lebih waspada namun masih sangat tenang.

 

Mengapa Doa Saat Tahajud Lebih Khusyuk?

 

Bangun di akhir malam memunculkan kondisi biologis yang unik:

Hormon stres (kortisol) sangat rendah

Kadar prolaktin tinggi, membuat hati lebih lembut dan reflektif (Saper, 2010)

Pembuluh darah otak lebih stabil

Gangguan eksternal hampir tidak ada

Otak berada pada kondisi high-focus namun lembut

 

Inilah yang menyebabkan seseorang:

  • lebih mudah menangis dalam doa
  • lebih jernih berpikir
  • lebih cepat merenung
  • lebih mudah merasa dekat dengan Allah Swt

Jadi bukan karena gelombang teta “mengirim doa ke langit”, melainkan karena neurobiologi manusia pada akhir malam berada pada titik ketenangan paling optimal.

 

3. Harmoni Antara Syariat dan Sains

 

Ketika digabungkan, tahajud menjadi istimewa karena dua alasan besar:

 

A. Secara Syariat

  • Allah memuliakan ibadah yang dilakukan setelah tidur, sebagai bentuk kesungguhan.
  • Rasulullah SAW dan para sahabat terbiasa bangun setelah tidur untuk tahajud.
  • Waktu akhir malam adalah waktu Allah paling dekat dengan hamba-Nya.

Rasulullah bersabda:

“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir… lalu berkata: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

B. Secara Sains

Kondisi otak dan hormon setelah tidur memiliki karakter:

  • fokus tinggi
  • emosi stabil
  • pikiran jernih
  • refleksi mendalam
  • relaksasi maksimal

Semua ini membuat ibadah malam menjadi pengalaman spiritual yang sangat kuat.

 

KESIMPULAN

 

Sholat tahajud harus diawali dengan tidur karena ketentuan syariat dan definisinya memang demikian. Namun secara ilmiah, tidur sebelum tahajud menempatkan otak dan jiwa manusia pada kondisi paling tenang, jernih, dan fokus—sehingga doa terasa lebih khusyuk dan hubungan spiritual terasa lebih dalam.

Tahajud adalah ibadah yang memadukan:

  • keistimewaan spiritual (syariat)
  • ketenangan biologis alami (sains)

Bersama-sama, keduanya menjadikan tahajud sebagai salah satu ibadah paling menyentuh di dalam Islam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Syariat

1.     Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 79.

2.     HR. Bukhari no. 1145; HR. Muslim no. 758 – Keutamaan sholat malam.

3.     HR. Abu Dawud no. 1303; Ibnu Majah no. 1340 – definisi tahajud setelah tidur.

4.     Hajar al-Asqalani. Fathul Bari.

5.     An-Nawawi. Syarah Shahih Muslim.

 

Sumber Ilmiah

1.     Stickgold, R., & Walker, M. (2006). Sleep, memory and plasticity. Annual Review of Psychology.

2.     Carskadon, M., & Dement, W. (2017). Normal Human Sleep. Principles and Practice of Sleep Medicine.

3.     Saper, C. (2010). Hypothalamic regulation of sleep and circadian rhythms. Nature.

 

#Tahajud

#SholatMalam

#KeajaibanDoa

#IslamDanSains

#Spiritualitas

No comments: