Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, 20 January 2026

Kisah Azzam: Anak Kecil yang Tembus Umrah Berkat Doa yang Tak Pernah Padam!

 



Azzam, Anak Kecil yang Mengajarkan Kita Hebatnya Kekuatan Doa

 

Namanya Azzam. Usianya baru dua belas tahun, tubuhnya kecil, wajahnya polos, dan ia berasal dari sebuah kampung sederhana di Indonesia. Tidak ada yang menyangka bahwa anak seusianya bisa melaksanakan ibadah umrah, sebuah impian yang bahkan banyak orang dewasa belum mampu mencapainya.

 

Ayah Azzam hanyalah seorang buruh harian. Ibunya penjahit rumahan. Hidup mereka jauh dari kata berlebih; untuk makan saja, kadang mereka harus menghitung hari. Namun di balik kesederhanaan itu, ada satu kebiasaan Azzam yang membuat banyak orang dewasa tertegun—sebuah kebiasaan yang menjadi kunci dari sebuah perjalanan tak terduga.

 

Setiap selesai shalat, Azzam selalu menengadahkan tangan kecilnya dan berdoa, “Ya Allah, izinkan aku melihat Ka’bah sebelum aku besar.”

Doa itu bukan sekadar ucapan. Ia ulangi bertahun-tahun. Dalam sujudnya. Dalam malamnya. Dalam setiap harapannya.

 

Doa Anak Kecil yang Menggetarkan Arsy

Allah berfirman:

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)

 

Azzam percaya pada ayat itu. Ketika teman-temannya sibuk bermain gawai, ia memilih membantu ayahnya atau mengaji di mushala. Ia menabung receh di kaleng biskuit—bukan untuk mainan, tapi untuk mimpi yang bahkan orang dewasa pun sering takut menjaganya.

 

Sampai suatu hari, ustadz di kampungnya mengumumkan program umrah hasil patungan jamaah dan donatur. Satu kursi diperuntukkan bagi anak yatim atau dhuafa yang istiqamah menjaga shalat dan akhlak.

Nama Azzam disebut.

Ibunya menangis tersedu. Ayahnya terduduk lama, tak percaya. Mereka tahu bahwa ini bukan kebetulan.

 Ini adalah jawaban doa.

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” —HR. Tirmidzi

 

Perjalanan yang Mengubah Hati

 

Perjalanan itu tidak mudah. Itu kali pertama Azzam naik pesawat. Namun tekad dan syukur membuat hatinya teguh.

Di Madinah, ia menangis ketika berada di Raudhah—taman surga di muka bumi.

Di Makkah, ketika pertama kali melihat Ka’bah, kakinya gemetar. Bibirnya tak mampu membentuk kalimat panjang. Air matanya jatuh tanpa suara.

Ia hanya berbisik:“Ya Allah… terima kasih. Engkau tidak menertawakanku.”

Betapa indahnya keyakinan seorang anak kecil yang percaya bahwa Allah mendengar setiap bisikan hatinya.

 

Hati yang Semakin Lembut Setelah Umrah

 

Sepulang dari umrah, Azzam bukan menjadi sombong, tapi justru semakin rendah hati. Ia semakin rajin shalat, menjaga lisannya, membantu orang tua, dan sering mengingatkan orang dewasa dengan lembut.

Kalau Allah mau, tidak ada yang mustahil, katanya lirih setiap kali seseorang meragukan harapan mereka.

Benar adanya firman Allah:

“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu.” (QS. Ali ‘Imran: 160)

Dan juga janji-Nya:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)

 


Mimpi yang Disertai Doa Tidak Pernah Sia-Sia

 

Kisah Azzam bukan dongeng. Ia nyata, terjadi di Indonesia. Azzam mengajarkan kita bahwa mimpi yang disertai doa, akhlak, dan kesabaran tidak akan pernah sia-sia. Kadang Allah mengabulkan bukan karena kita mampu, tapi karena kita bersungguh-sungguh berharap kepada-Nya.

Rasulullah bersabda:

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa doa itu akan dikabulkan.” —HR. Tirmidzi

 

Azzam mungkin masih kecil, tetapi keyakinannya lebih besar daripada banyak orang dewasa. Ia menunjukkan bahwa yang terpenting bukan siapa kita, seberapa kaya kita, atau seberapa kuat kita—melainkan seberapa teguh kita beriman kepada Allah.

Karena pada akhirnya, doa yang penuh kesungguhan adalah pintu yang selalu Allah buka bagi hamba-hamba-Nya yang tulus.


#kisahislam

#doamustajab

#umrah

#inspirasimuslim

#anakshaleh

No comments: