Herniated Nucleus
Pulposus (HNP) atau saraf terjepit adalah kondisi ketika bantalan
tulang belakang mengalami kerusakan sehingga bagian inti menonjol keluar dan
menekan saraf spinal. Kondisi ini sering terjadi pada usia produktif hingga
lanjut usia dan dapat menyebabkan nyeri, kelemahan otot, serta gangguan
sensorik. Bila tidak ditangani dengan tepat, HNP dapat mengganggu aktivitas
sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Penyebab HNP yang Perlu Diketahui
1. Cedera pada Tulang Belakang
Kecelakaan, terjatuh, atau gerakan memutar
yang tiba-tiba dapat merusak struktur diskus. Robekan pada lapisan
luar diskus menyebabkan inti diskus menonjol keluar dan menekan saraf.
2. Penuaan dan
Degenerasi Diskus
Seiring bertambahnya
usia, bantalan tulang belakang kehilangan elastisitas dan kemampuan menahan
beban. Diskus yang mengering lebih rentan robek, terutama pada usia di atas 40
tahun.
3. Aktivitas Fisik
Berlebihan
Mengangkat barang berat
dengan teknik yang salah atau melakukan aktivitas berulang yang membebani
punggung dapat meningkatkan risiko HNP. Beban berlebihan membuat diskus cepat
mengalami kerusakan.
4. Faktor Genetik
Struktur jaringan
pengikat yang lemah secara genetik membuat sebagian orang lebih rentan
mengalami HNP sejak usia muda, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan
gangguan tulang belakang.
Gejala HNP yang Harus Diwaspadai
1. Nyeri Punggung Menjalar
Nyeri dapat terasa
tajam, menusuk, atau seperti terbakar. Pada HNP lumbal, nyeri menjalar ke bokong dan kaki (sciatica). Pada HNP
servikal, nyeri dapat menjalar ke bahu dan lengan.
2. Kelemahan Otot
Tekanan saraf
menyebabkan sinyal motorik terganggu sehingga otot melemah. Gejalanya berupa
sulit mengangkat kaki, menggenggam benda, atau kehilangan kekuatan tubuh bagian
tertentu.
3. Kesemutan dan Mati
Rasa
Gangguan sensorik
seperti kesemutan, baal, atau hilangnya sensasi merupakan tanda saraf tertekan.
Letak sensasi terganggu tergantung saraf mana yang terdampak.
4. Kesulitan Berjalan
atau Berdiri
Pada kondisi berat,
penderita kesulitan berjalan karena nyeri hebat atau kelemahan otot. Bila gejala disertai gangguan buang air
kecil, ini menjadi kondisi gawat darurat medis.
Cara Mencegah HNP dengan Langkah Sederhana
1. Rutin Berolahraga
Latihan seperti yoga, pilates, berenang, atau
jalan kaki membantu memperkuat otot inti yang menopang tulang belakang dan
menjaga fleksibilitas tubuh.
2. Menjaga Postur Tubuh
Duduk membungkuk atau berdiri terlalu lama
dapat meningkatkan tekanan pada diskus. Gunakan kursi ergonomis dan
posisikan layar komputer sejajar mata untuk mengurangi stres pada tulang
belakang.
3. Hindari Mengangkat
Beban Berat
Jika harus mengangkat
barang berat, tekuk lutut dan jaga punggung tetap lurus. Hindari gerakan
membungkuk secara tiba-tiba karena dapat merusak diskus.
4. Kendalikan Berat
Badan
Berat badan berlebih
memberikan tekanan tambahan pada punggung bawah. Mengatur pola makan dan
aktivitas fisik dapat membantu mencegah HNP jangka panjang.
Pengobatan HNP: Dari
Terapi Ringan Hingga Operasi
1. Terapi Fisik
(Fisioterapi)
Fisioterapi membantu
mengurangi nyeri, memperbaiki postur, dan menguatkan otot penopang paha,
punggung, dan perut. Teknik
seperti traksi, penguatan core, dan stretching sering direkomendasikan.
2. Obat-obatan Medis
Obat analgesik, anti-inflamasi non steroid
(OAINS), relaksan otot, serta obat neuropatik dapat digunakan untuk mengurangi
nyeri dan peradangan.
3. Injeksi Steroid
Injeksi epidural steroid membantu mengurangi
pembengkakan di sekitar saraf. Metode ini biasanya diberikan pada pasien dengan
nyeri persisten selama beberapa minggu.
4. Operasi Tulang
Belakang
Operasi dilakukan ketika
terapi konservatif tidak berhasil setelah 6–12 minggu. Prosedur seperti microdiscectomy dan
endoscopic discectomy bertujuan mengangkat bagian diskus yang menekan saraf.
Treatment Support untuk Mempercepat Pemulihan
1. Istirahat Terukur
Istirahat penting pada fase awal, namun
terlalu lama tidak dianjurkan. Mobilisasi ringan justru membantu diskus pulih
lebih cepat.
2. Terapi Panas dan
Dingin
Kompres dingin
mengurangi peradangan, sedangkan kompres panas membantu merilekskan otot yang
kaku. Alternasi keduanya efektif meredakan nyeri.
3. Peregangan Terarah
Gerakan peregangan yang
aman dapat mengurangi ketegangan saraf dan meningkatkan fleksibilitas.
Sebaiknya dilakukan dengan panduan ahli fisioterapi.
4. Akupunktur
Beberapa penelitian
menunjukkan akupunktur membantu mengurangi nyeri kronis dengan merangsang
pelepasan endorfin alami tubuh.
Kesimpulan
HNP adalah kondisi medis yang cukup serius
namun dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Pengenalan gejala sejak dini,
gaya hidup sehat, serta terapi yang sesuai dapat membantu memulihkan kondisi
tanpa perlu operasi. Bila muncul gejala seperti nyeri menjalar, kesemutan, atau
kelemahan otot, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis
dan pengobatan terbaik.
Referensi
- Jensen, R. K., et al. (2023). Degenerative
Disc Disease and Herniation: Clinical Update. Spine Journal.
- Vos,
T., et al. (2020). Global burden of low back pain. The Lancet.
- Kreiner, D. S., et al. (2014).
Clinical guideline for lumbar disc herniation. The Spine Journal.
- Dydyk, A. M., et al. (2023). Herniated
Disc. StatPearls Publishing.
- Qaseem,
A., et al. (2017). Noninvasive treatments for low back pain. Annals
of Internal Medicine.
#HNP
#SarafTerjepit
#NyeriPunggung
#KesehatanTulang
#SpineHealth
