Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, 27 March 2026

Waspada! SFTS Sudah Menyebar di Asia Timur—Apakah Indonesia Benar-Benar Aman?

 

Sebaran Negara Terdampak SFTS dan Situasi di Indonesia

 

Penyakit Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) pertama kali diidentifikasi di China pada tahun 2009, dan sejak itu dilaporkan menyebar ke beberapa negara di kawasan Asia Timur. Hingga saat ini, negara-negara yang telah melaporkan kasus SFTS pada manusia meliputi:

  • China → negara dengan jumlah kasus terbanyak dan pusat awal identifikasi penyakit
  • Japan → melaporkan kasus dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi
  • South Korea → kasus meningkat sejak pertama kali dilaporkan pada 2013


Selain ketiga negara utama tersebut, keberadaan virus SFTS (SFTSV) atau antibodinya juga pernah terdeteksi pada hewan atau vektor di beberapa wilayah lain di Asia, seperti:

  • Vietnam
  • Taiwan
  • Thailand

Namun, penting dicatat bahwa tidak semua negara tersebut telah melaporkan kasus klinis pada manusia secara luas—sebagian masih berupa temuan surveilans atau penelitian.

 

Bagaimana dengan Indonesia?


Hingga saat ini, Indonesia belum secara resmi melaporkan kasus konfirmasi SFTS pada manusia. Artinya, penyakit ini belum dinyatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Namun demikian, ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian:


  1. Potensi Risiko Tetap Ada

Indonesia memiliki iklim tropis yang mendukung keberadaan berbagai jenis caplak, termasuk yang secara ekologis berkerabat dengan vektor SFTS seperti Haemaphysalis longicornis. Meskipun spesies ini belum dilaporkan luas di Indonesia, keberadaan caplak lain membuka kemungkinan adanya siklus virus serupa.


  1. Mobilitas Global dan Perdagangan Hewan

Pergerakan manusia, hewan, dan produk hewan antarnegara dapat menjadi jalur masuk penyakit baru. Dalam konteks ini, Indonesia tetap berisiko terhadap introduksi SFTS dari negara endemik.


  1. Perlu Penguatan Surveilans

Karena gejala SFTS (demam, trombositopenia) mirip dengan penyakit lain seperti dengue, ada kemungkinan kasus tidak terdeteksi jika tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium spesifik.


Kesimpulan


Saat ini, SFTS masih terbatas terutama di kawasan Asia Timur, khususnya China, Japan, dan South Korea. Meskipun Indonesia belum melaporkan kasus, kewaspadaan tetap diperlukan melalui pendekatan One Health, termasuk penguatan surveilans, monitoring vektor, dan edukasi masyarakat.


Daftar Pustaka


  1. World Health Organization. Severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS) [Internet]. Geneva: WHO; 2023 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.who.int
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) [Internet]. Atlanta: CDC; 2024 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.cdc.gov
  3. European Centre for Disease Prevention and Control. Severe fever with thrombocytopenia syndrome: factsheet [Internet]. Stockholm: ECDC; 2022 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2023 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.kemkes.go.id
  5. World Organisation for Animal Health. Emerging zoonotic diseases: SFTS situation reports [Internet]. Paris: WOAH; 2023 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.woah.org
  6. Yu Xue-jie, Liang MF, Zhang SY, Liu Y, Li JD, Sun YL, et al. Fever with thrombocytopenia associated with a novel bunyavirus in China. N Engl J Med. 2011;364(16):1523–32.
  7. Takahashi Tomohiko, Maeda K, Suzuki T, Ishido A, Shigeoka T, Tominaga T, et al. The first identification and retrospective study of severe fever with thrombocytopenia syndrome in Japan. J Infect Dis. 2014;209(6):816–27.
  8. Kim Ki-Joon, Yi J, Kim G, Choi SJ, Jun KI, Kim NH, et al. Severe fever with thrombocytopenia syndrome, South Korea, 2012. Emerg Infect Dis. 2013;19(11):1892–4.
  9. Food and Agriculture Organization. Ticks and tick-borne diseases in Asia: emerging threats [Internet]. Rome: FAO; 2022 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.fao.org
  10. National Institute of Infectious Diseases Japan. SFTS surveillance updates in Japan [Internet]. Tokyo: NIID; 2023 [cited 2026 Mar 27]. Available from: https://www.niid.go.jp

 

#SFTS 

#Zoonosis 

#OneHealth 

#KesehatanGlobal 

#WaspadaPenyakit

No comments: