Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, 10 April 2026

Terungkap! Cara Ilmiah ISO 22467:2021 Menjamin Herbal Bebas Mikroba Berbahaya


Rangkuman Metode ISO 22467: 2021

Judul: Traditional Chinese medicine — Determination of microorganisms in natural products

 

1. Tujuan Metode

Standar ini digunakan untuk menentukan jumlah mikroorganisme dan mendeteksi patogen tertentu dalam produk obat herbal atau bahan alam. Pengujian ini bertujuan memastikan bahwa produk herbal aman dikonsumsi dan memenuhi batas mikrobiologis yang ditetapkan.

Metode ini dapat diterapkan pada berbagai bentuk produk herbal, seperti:

  • Bahan herbal mentah (raw herbs)
  • Potongan simplisia (herbal pieces)
  • Produk herbal olahan (finished herbal preparations), misalnya ekstrak, kapsul, tablet, atau serbuk herbal.

 

2. Jenis Pengujian dalam ISO 22467:2021

Standar ini mencakup dua kategori utama pengujian mikrobiologi.

 

A. Total Aerobic Microbial Count (TAMC)

TAMC digunakan untuk menentukan jumlah total bakteri aerob mesofilik dalam sampel.

Prinsip Metode

  1. Sampel herbal ditimbang secara aseptik.
  2. Sampel diencerkan dalam larutan pengencer steril (misalnya buffered peptone water atau saline).
  3. Dilakukan serial dilution.
  4. Suspensi diinokulasikan pada media kultur.
  5. Inkubasi dilakukan pada suhu sekitar 30–35°C selama 48–72 jam.
  6. Koloni yang tumbuh dihitung dan dinyatakan sebagai CFU/g (colony forming unit per gram).

Media yang Umum Digunakan

  • Plate Count Agar (PCA)
  • Tryptic Soy Agar (TSA)

Metode ini memberikan gambaran kualitas higienis bahan herbal selama proses produksi dan penyimpanan.

 

B. Total Yeast and Mold Count (TYMC)

TYMC digunakan untuk menentukan jumlah total kapang dan khamir dalam sampel herbal.

Prinsip Metode

  1. Sampel diencerkan seperti pada pengujian TAMC.
  2. Suspensi diinokulasikan pada media selektif jamur.
  3. Inkubasi dilakukan pada suhu 25–28°C selama 3–5 hari.
  4. Koloni jamur dihitung dan dinyatakan sebagai CFU/g.

Media yang Digunakan

  • Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
  • Potato Dextrose Agar (PDA)

Pengujian ini penting karena produk herbal sering terkontaminasi jamur selama proses pengeringan atau penyimpanan.

 

3. Pengujian Patogen Spesifik (Specified Microorganisms)

Selain menghitung jumlah mikroba total, standar ini juga mengharuskan deteksi mikroorganisme patogen tertentu yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Beberapa mikroorganisme indikator yang diuji antara lain:

1. Escherichia coli

Indikator kontaminasi fekal dan sanitasi yang buruk.

2. Pseudomonas aeruginosa

Bakteri oportunistik yang sering ditemukan pada lingkungan lembab dan dapat menyebabkan infeksi serius.

3. Staphylococcus aureus

Bakteri patogen yang menghasilkan toksin dan sering berasal dari kontaminasi manusia.

4. Candida albicans

Khamir patogen yang dapat menyebabkan infeksi oportunistik.

 

Prinsip Pengujian Patogen

  1. Pre-enrichment
    • Sampel diinokulasikan dalam media pengayaan untuk meningkatkan jumlah bakteri target.
  2. Selective enrichment
    • Kultur dipindahkan ke media selektif untuk menghambat mikroba lain.
  3. Isolation
    • Kultur ditumbuhkan pada media selektif agar.
  4. Identification
    • Koloni khas diuji dengan metode biokimia atau uji konfirmasi lainnya.

 

4. Growth Promotion Test (Uji Promosi Pertumbuhan)

Untuk memastikan bahwa media kultur bekerja dengan baik, standar ini mewajibkan growth promotion test.

Dalam uji ini digunakan strain referensi standar, misalnya:

  • Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027

Tujuan

  • Memastikan media kultur mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme target.
  • Memastikan metode deteksi valid dan sensitif.

Prosedur Singkat

  1. Inokulasi strain referensi pada media.
  2. Inkubasi pada kondisi standar.
  3. Verifikasi bahwa koloni tumbuh dengan karakteristik yang sesuai.

Jika mikroorganisme referensi tidak tumbuh dengan baik, maka media atau prosedur dianggap tidak valid.

 

5. Interpretasi Hasil

Hasil pengujian biasanya dinyatakan dalam:

  • CFU/g atau CFU/mL untuk TAMC dan TYMC.
  • Presence/absence untuk patogen tertentu.

Produk herbal dianggap memenuhi standar jika:

  • Jumlah mikroba berada di bawah batas maksimum yang diizinkan.
  • Tidak ditemukan mikroorganisme patogen yang ditetapkan.

 

6. Pentingnya Metode Ini untuk Produk Herbal

Pengujian berdasarkan standar ini penting karena:

  1. Bahan herbal berasal dari lingkungan alami yang rentan kontaminasi mikroba.
  2. Proses pengeringan dan penyimpanan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan bakteri.
  3. Pengujian ini memastikan keamanan, mutu, dan stabilitas produk herbal sebelum dikonsumsi.

 

SUMBER:

ISO 22467:2021 Title: Traditional Chinese medicine — Determination of microorganisms in natural products.


#ISO22467 

#KeamananHerbal 

#UjiMikrobiologi 

#ProdukAlam 

#StandarInternasional

No comments: