Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, 3 January 2026

6 Alasan Hidrogen Diprediksi Jadi Bahan Bakar Masa Depan Dunia

 


Hidrogen telah dimanfaatkan oleh manusia setidaknya sejak abad ke-17, jauh sebelum para ilmuwan benar-benar memahami apa itu hidrogen—bahkan sebelum Henry Cavendish pertama kali mengidentifikasinya sebagai unsur tersendiri dan menamainya pada tahun 1766.

Terdapat berbagai cara pemanfaatan hidrogen untuk meningkatkan kualitas hidup manusia: sebagai sumber panas, cahaya, pupuk untuk pertanian, hingga bahan bakar untuk perjalanan antariksa, untuk menyebutkan beberapa contohnya. Hingga kini, penggunaan dan fungsi hidrogen terus berkembang. Berikut enam alasan mengapa hidrogen diperkirakan akan menjadi sumber energi terbarukan yang sangat penting di masa depan.

 

1. Tidak Menghasilkan Emisi CO₂ Secara Langsung

Penggunaan hidrogen tidak menghasilkan karbon dioksida (CO₂). Ketika bereaksi dengan oksigen, hidrogen hanya menghasilkan listrik, air, dan panas. Karena tidak mengandung karbon, tidak ada CO₂ yang terbentuk dalam proses tersebut.

Hal ini berarti bahwa dengan beralih dari bahan bakar fosil ke hidrogen pada mesin, turbin gas, boiler, dan sel bahan bakar, produksi energi dan panas dapat dilakukan tanpa emisi CO₂ langsung. Pemilik pembangkit dapat beralih ke teknologi hidrogen, seperti turbin gas hidrogen dari Mitsubishi Power—merek solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries (MHI)—melalui penerapan co-firing hidrogen, dan dalam waktu dekat bahkan pembakaran hidrogen 100%.

 

2. Kepadatan Energi yang Tinggi

Hidrogen terbakar dengan cepat dan pada suhu yang sangat tinggi. Ketika dikombinasikan dengan oksigen dan dinyalakan, hidrogen membentuk air dan melepaskan panas.

Seiring berkembangnya pengetahuan tentang cara menangani sifat mudah terbakar hidrogen secara aman, potensi hidrogen sebagai sumber energi jangka panjang pun semakin terbuka. Kini, bahan bakar yang lebih bersih dan sangat efisien dapat diproduksi dengan memanfaatkan hidrogen.

Penggunaan hidrogen tidak menghasilkan emisi CO₂, sehingga mampu menyediakan listrik dan panas yang bersih.

 

3. Melimpah dan Serbaguna

Hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dan terdapat di sekitar kita, terutama dalam bentuk air (H₂O) dan bahan bakar fosil atau hidrokarbon. Namun, hidrogen murni jarang ditemukan secara alami dalam bentuk gas—umumnya dengan kadar kurang dari satu bagian per juta berdasarkan volume. Oleh karena itu, hidrogen murni harus diproduksi, baik dari bahan bakar fosil, biomassa, maupun air.

Sebagian besar hidrogen yang digunakan saat ini diproduksi melalui proses termal, yang memanfaatkan suhu tinggi untuk menghasilkan uap, kemudian dicampurkan dengan hidrokarbon guna menghasilkan hidrogen. Namun, saat ini produksi hidrogen semakin banyak dilakukan melalui proses elektrolisis berbasis energi surya, maupun proses biologis.

Sebagai contoh, mikroalga dapat digunakan untuk menguraikan air limbah atau biomassa menjadi hidrogen.

 

4. Potensi Penyimpanan Energi

Energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin cenderung berfluktuasi akibat kondisi cuaca. Penggabungan solusi penyimpanan energi dengan energi terbarukan dapat mengatasi sifat intermiten tersebut, dan hidrogen telah terbukti sebagai media penyimpanan energi yang efektif.

Dengan mengonversi energi terbarukan menjadi hidrogen melalui proses elektrolisis, energi tersebut dapat disimpan dan digunakan di kemudian hari, sekaligus membantu menstabilkan jaringan listrik dengan menyediakan sumber energi yang siap digunakan kapan saja. Selain itu, hidrogen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan energi yang signifikan.

 

5. Bahan Bakar untuk Industri

Hidrogen juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mendukung proses industri yang membutuhkan energi besar, seperti pengolahan logam dan pembuatan kaca. Industri berat menghadapi tantangan besar dalam proses dekarbonisasi, mengingat sektor ini menyumbang hampir 40% dari total konsumsi energi akhir dunia pada tahun 2021.

Hidrogen diperkirakan akan menjadi solusi penting untuk menggantikan bahan bakar fosil di sektor industri yang sulit dikurangi emisinya, terutama pada proses yang sulit dialiri listrik. Berbagai inisiatif telah berjalan, salah satunya adalah produsen baja ArcelorMittal yang tengah mengembangkan produksi dan penggunaan Direct Reduced Iron (DRI) skala industri dengan 100% hidrogen.

 

6. Dukungan Investasi yang Kuat

Lonjakan investasi di sektor hidrogen menunjukkan besarnya potensi energi ini. Penerapan teknologi elektrolisis mencapai rekor tertinggi pada tahun 2021, dengan tambahan kapasitas lebih dari 200 MW—tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Basis data Proyek Hidrogen Badan Energi Internasional (IEA) mencatat hampir 1.500 proyek rendah karbon. Pasar hidrogen hijau saja—yang bernilai 676 juta dolar AS pada tahun 2022—diproyeksikan meningkat hingga 7,3 miliar dolar AS pada tahun 2027. Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act/IRA) di Amerika Serikat juga memberikan subsidi besar untuk produksi hidrogen hijau, yang diperkirakan akan semakin mempercepat pertumbuhan pasar.

Selain itu, berbagai perusahaan mulai mengembangkan pusat (hub) hidrogen. Pembangunan pusat hidrogen hijau skala industri pertama di dunia saat ini tengah berlangsung di Utah bagian tengah dan direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Pusat Advanced Clean Energy Storage—hasil kerja sama antara Mitsubishi Power Americas dan Magnum Development—akan memasok hidrogen hijau untuk mendukung proyek IPP Renewed milik Intermountain Power Agency. Pusat ini berpotensi diperluas hingga mampu mendukung upaya dekarbonisasi di seluruh wilayah barat Amerika Serikat.

 

Bahan Bakar Hari Ini dan Masa Depan

Daya tahan dan fleksibilitas hidrogen sangat besar. Hidrogen telah digunakan untuk menghasilkan listrik sejak abad ke-19 dan dalam waktu dekat akan dimanfaatkan untuk pengalaman wisata antariksa, dengan mengangkat kapsul wisatawan secara perlahan ke stratosfer.

Hidrogen telah membuktikan manfaatnya di berbagai sektor industri. Namun, menurut IEA, potensinya dalam mendukung dekarbonisasi secara penuh masih belum sepenuhnya terealisasi. IEA bahkan menyebut hidrogen sebagai “pilar utama dekarbonisasi industri”.

Dengan berbagai kegunaan praktis yang dimilikinya, hampir tidak diragukan lagi bahwa hidrogen akan terus mendukung pengembangan teknologi baru dan menjadi komponen penting dalam upaya global menuju emisi nol bersih (net zero emissions).

 

#EnergiHidrogen 

#TransisiEnergi 

#NetZero 

#EnergiBersih 

#HidrogenHijau

Lonjakan Kasus, Varian H3N2, dan Ancaman Nyata Kesehatan Publik

 


Wabah Super Flu di Amerika Serikat: Suatu Tinjauan Epidemiologi, Klinis, dan Respon Kesehatan Masyarakat Terbaru

 

ABSTRAK

 

Influenza atau super flu di Amerika Serikat tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang signifikan. Musim influenza 2024–25 diklasifikasikan sebagai musim dengan keparahan tinggi dan merupakan yang terburuk sejak 2017–18, dengan co-circulation virus influenza A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2) serta beban klinis yang besar. Awal musim 2025–26 memperlihatkan lonjakan kasus influenza yang cepat dengan dominasi subclade H3N2 K yang menunjukkan kemampuan penularan tinggi. Artikel ini menyajikan data epidemiologi terbaru, analisis klinis, serta strategi pencegahan dan pengendalian untuk konteks ilmiah dan kesehatan masyarakat.

 

1. PENDAHULUAN

 

Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza A dan B. Virus influenza A bertanggung jawab atas epidemi musiman besar dan pandemi karena kemampuannya mengadakan perubahan genetik (antigenic drift dan antigenic shift). Wabah atau superflu mengacu pada episod peningkatan luasnya kasus influenza yang melebihi batas normal musiman dengan dampak klinis yang besar.

 

2. METODE SURVEILANS DAN SUMBER DATA

 

Laporan ini berdasarkan penggabungan:

  • CDC FluView dan FluSurv-NET (data laboratorium, ILI, hospitalisasi) untuk musim 2024–25 dan awal 2025–26. CDC
  • Survei klinis nasional dan studi MMWR terindeks PubMed tentang hospitalisasi influenza. PubMed
  • Data media terpercaya dan laporan wabah serta varian virus influenza A H3N2 (subclade K) yang dominan di musim 2025–26. WIRED+1
  • Laporan kematian pediatrik dan perilaku vaksinasi. PubMed

 

3. HASIL EPIDEMIOLOGI

 

3.1 Aktivitas Influenza Musim 2024–25

  • Keparahan Tinggi: Musim influenza 2024–25 diklasifikasikan sebagai high severity untuk semua kelompok umur, pertama sejak 2017–18. CDC
  • Distribusi Virus: Influenza A mendominasi (94.1% dari tes positif), dengan subtipe A(H1N1)pdm09 (53.1%) dan A(H3N2) (46.9%). Influenza B rendah (~5.9%). CDC
  • Morbidity & Mortality: Perkiraan burden musim 2024–25 antara 43–73 juta kasus gejala, 19–32 juta kunjungan medis, 560,000–1,100,000 rawat inap, dan 38,000–99,000 kematian. CDC
  • Puncak Aktivitas: ILI (Influenza-Like Illness) dan persentase hasil tes positif mencapai puncak tertinggi dibanding beberapa musim modern. CDC


3.2 Hospitalisasi dan Komposisi Klinis

  • Rate Harian Tertinggi: Surveilans FluSurv-NET menunjukkan 127.1 hospitalisasi per 100,000 penduduk antara Oktober 2024–April 2025, tertinggi sejak 2010–11. PubMed
  • Kelompok Usia Rentan: Laju hospitalisasi tertinggi pada usia ≥75 tahun (c. 598.8/100,000), diikuti oleh kelompok dewasa lainnya. PubMed
  • Karakteristik Klinis: Tingkat ICU ~16.8%, ventilator ~6.1%, dan mortalitas rawat inap sekitar 3%; sebagian besar pasien memiliki kondisi medis mendasar. atlasidp.com


3.3 Kematian pada Anak

  • Pelaporan nasional menunjukkan sekitar 280 kematian pediatrik terkait influenza (<18 tahun) selama musim 2024–25 — jumlah tertinggi sejak laporan sistematis dimulai. PubMed
  • Mayoritas anak yang meninggal tidak divaksinasi, menggarisbawahi peran rendahnya cakupan vaksinasi. PubMed


3.4 Tren Musim 2025–26

  • Varian Dominan: Subclade A(H3N2) K memimpin sebagian besar infeksi influenza pada musim ini, dengan kemampuan penularan tinggi dan evasi tingkat kekebalan populasi yang sebelumnya dipengaruhi COVID-19 dan vaksinasi. WIRED
  • Data Per Desember 2025: Sekitar 7.5 juta kasus, ~81,000 rawat inap, dan ~3,100 kematian dilaporkan, dengan tren yang terus meningkat. Reuters
  • Aktivitas influenza berada pada level high atau very high di banyak negara bagian AS. Reddit

 

4. DISKUSI

 

4.1 Dinamika Virus

Virus influenza A terus beradaptasi melalui mutasi genetik yang mempengaruhi hemagglutinin dan neuraminidase, sehingga efektivitas vaksin musiman bervariasi tiap tahun. Subclade H3N2 K pekan terakhir menunjukkan dominasi dan sebagian ketidaksesuaian dengan vaksin yang ada, menurunkan efektivitas pencegahan terhadap infeksi tetapi masih mencegah keparahan ekstrem. WIRED


4.2 Faktor Risiko Lonjakan

Beberapa faktor kontributor lonjakan influenza termasuk:

  • Mobilitas masyarakat tinggi pada musim liburan akhir tahun mempercepat penularan. Reuters
  • Vaksinasi yang belum optimal, terutama di kelompok rentan. CDC
  • Penurunan kekebalan populasi akibat periode relatif rendah sirkulasi influenza pasca pandemi COVID-19.


4.3 Implikasi Klinis dan Kesehatan Masyarakat

  • Hospitalisasi dan mortalitas tinggi menunjukkan pentingnya strategi vaksinasi yang lebih luas dan edukasi publik.
  • Respon pencegahan harus mencakup pemantauan genomik, distribusi vaksin adaptif, serta penanganan cepat kasus berat dengan antiviral.

 

5. PENCEGAHAN DAN INTERVENSI KLINIS

 

5.1 Vaksinasi

CDC merekomendasikan vaksin tahunan untuk semua usia ≥6 bulan setiap musim karena meskipun kesesuaian vaksin tidak sempurna, vaksin masih kuat menurunkan risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian. CDC


5.2 Intervensi Non-Farmakologis

Intervensi tambahan termasuk:

  • Cuci tangan rutin
  • Masker di ruang tertutup
  • Isolasi diri saat sakit


5.3 Antiviral

Penggunaan antiviral (oseltamivir, zanamivir, dan lain-lain) dianjurkan terutama pada pasien berisiko tinggi atau sakit berat. CDC

 

6. KESIMPULAN

 

Musim influenza di AS menunjukkan tren wabah superflu yang kompleks: *musim 2024–25 berkeparahan tinggi dan musim 2025–26 memperlihatkan lonjakan awal. Dominasi varian A(H3N2) K, tingginya angka rawat inap, dan mortalitas pediatrik menegaskan perlunya strategi pencegahan yang kuat, peningkatan cakupan vaksinasi, serta sistem surveilans yang kuat untuk mitigasi wabah influenza di masa depan.

 

DAFTAR REFERENSI

 

  1. CDC Influenza Activity and Vaccine Composition Report (Sept 26, 2025). CDC
  2. CDC PubMed: Influenza-Associated Hospitalizations During a High Severity Season. PubMed
  3. PubMed: Influenza-Associated Pediatric Deaths – United States. PubMed
  4. AJMC: US Flu Hospitalizations Reach Highest Levels in Over a Decade. AJMC
  5. Reuters: Flu cases rise across US as holiday travel fuels spread (2025). Reuters
  6. Wired: What is ‘super flu’ spreading in US and Europe?. WIRED
  7. Community surveillance and reports from CDC FluView & epidemiological summaries. Reddit

#SuperFlu
#InfluenzaH3N2
#Epidemiologi
#KesehatanPublik
#VaksinInfluenza

 

Friday, 2 January 2026

Inilah Rahasia Jurnal Atani Tokyo Menjadi Knowledge Hub Global di 2025


Kinerja dan Arah Strategis Platform Jurnal Atani Tokyo Tahun 2025

 

Ringkasan Eksekutif

Tahun 2025 menandai capaian penting bagi Jurnal Atani Tokyo sebagai platform informasi pertanian, pangan, kesehatan, dan sosial-budaya yang berjangkauan global dengan jumlah pengunjung 115.000 selama setahun. Data pengunjung menunjukkan keterlibatan audiens lintas negara dengan konsentrasi tinggi di Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Policy brief ini menyajikan analisis singkat berbasis data serta rekomendasi strategis untuk memperkuat posisi Jurnal Atani Tokyo sebagai knowledge hub internasional yang relevan, kredibel, dan berkelanjutan.

 

Latar Belakang

Di tengah meningkatnya kebutuhan informasi tepercaya terkait ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan isu One Health, platform digital berperan penting sebagai jembatan pengetahuan lintas wilayah. Jurnal Atani Tokyo hadir dengan pendekatan edukatif-populer yang mengombinasikan isu teknis pertanian, kesehatan, kebijakan, serta nilai sosial dan spiritual.

 

Temuan Utama

1. Profil Pengunjung Global

Selama tahun 2025, pengunjung Jurnal Atani Tokyo berasal dari lebih 20 negara. Lima negara dengan jumlah pengunjung tertinggi adalah:

  • Singapura (24.631)
  • Amerika Serikat (18.206)
  • Indonesia (17.644)
  • Hong Kong (12.906)
  • Jepang (6.719)

Kontribusi signifikan juga datang dari Eropa (Jerman, Austria, Prancis, Inggris, Finlandia) dan Amerika Latin. Kategori "Other" yang besar menandakan sebaran audiens global yang luas.

Implikasi kebijakan: Jurnal Atani Tokyo telah melampaui peran media nasional dan berpotensi menjadi platform rujukan internasional untuk isu pertanian tropis, pangan, dan kesehatan.

 

2. Preferensi Konten Pembaca

Analisis artikel terpopuler menunjukkan empat klaster minat utama:

  1. Pertanian dan pangan aplikatif (budidaya tanaman dan ikan, inovasi sarana produksi)
  2. Kesehatan dan gizi masyarakat (penyakit metabolik, keamanan pangan)
  3. Kesehatan hewan dan biosafety (BSL, PPR, Newcastle Disease)
  4. Sosial, budaya, dan spiritualitas

Judul singkat, kontekstual, dan relevan dengan isu aktual terbukti menghasilkan trafik tertinggi.

Implikasi kebijakan: Konten berbasis kebutuhan praktis dan isu strategis publik memiliki daya jangkau dan dampak komunikasi paling besar.

 

3. Tren Trafik Tahunan

Pola pengunjung relatif stabil sepanjang tahun dengan peningkatan pada periode tertentu yang dipicu isu viral, kesehatan, dan pangan. Hal ini menunjukkan kombinasi antara pembaca loyal dan pembaca insidental dari konten viral.

Implikasi kebijakan: Jurnal Atani Tokyo memiliki fondasi audiens yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu isu musiman.

 

Analisis Strategis

  • Kekuatan: Jangkauan global, topik lintas disiplin, kredibilitas teknis.
  • Peluang: Ekspansi audiens internasional, kolaborasi riset dan kebijakan, monetisasi berbasis pengetahuan.
  • Tantangan: Kebutuhan standardisasi bahasa, konsistensi kualitas ilmiah, dan penguatan branding internasional.

 

Rekomendasi Kebijakan

  1. Penguatan Konten Bilingual (Indonesia–Inggris) untuk meningkatkan akses dan visibilitas global.
  2. Pengembangan Seri Tematik Strategis (ketahanan pangan, One Health, perubahan iklim, zoonosis).
  3. Optimalisasi Judul dan Metadata SEO tanpa mengurangi akurasi ilmiah.
  4. Kemitraan dengan Institusi Akademik dan Kebijakan untuk meningkatkan legitimasi dan dampak.
  5. Pemanfaatan Data Analitik Berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan editorial.

 

Penutup

Dengan capaian tahun 2025, Jurnal Atani Tokyo berada pada posisi strategis untuk berkembang menjadi platform pengetahuan global berbasis pengalaman dan konteks Indonesia–Asia. Implementasi rekomendasi kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan dampak, keberlanjutan, dan kontribusi platform terhadap diskursus pangan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.

 

Kata kunci: Jurnal Atani Tokyo, policy brief, ketahanan pangan, One Health, platform pengetahuan global.


LAMPIRAN I.

Data 19 Teratas Negara Asal Pengunjung Selama Tahun 2025

Nagara

Jumlah Pengunjung

Singapore

24,631

United States

18,206

Indonesia

17,644

Hong Kong

12,906

Japan

6,719

Brazil

4,950

Mexico

3,469

Germany

3,192

Vietnam

2,419

Austria

1,693

France

1,153

India

657

United Kingdom

592

Finland

526

China

443

Russia

409

Argentina

403

Canada

388

Australia

334

Negara lainnya

14,910

 

LAMPIRAN II

1.      Data 19 Judul dan Jumlah Pengunjung Teratas Selama Tahun 2025

No

Judul

Jumlah Pengunjung

1

Red Lory

615

2

Budidaya Tomat

358

3

Harga Sebuah Ciolukan Emapat Ribu Rupiah

322

4

Bali’s Hidden Soil Secrets for Framing

275

5

Rahasia Berumur Panjang Tetap Sehat

270

6

Stok Tapioka Habis? Ini Pengental Ajaib yang Lebih Prajtis dan Anti Gagal!

245

7

Biological Safety Level (BSL) 1,2,3,4

237

8

Alarm PPR di Asia Tenggara! Risiko masuknya Penyakit mematikan Kambing-Domba Lebih Tinggi dari Perkiraan

237

9

Terungkap ini Staddar Madu Kelas Dunia

229

10

Ujung Dunia Cermin Maha Kuasa Allah

218

11

Embassy Address in Japan

215

12

Fakta Mengejutkan Perkembangan Islam di Jepang

192

13

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Mas

172

14

Kertas Ajaib Penaklik Gulma

167

15

Ribuan Anak Keracunan! Kenali Penyebab dan Solusis MBG Sebelum Terlambat

163

16

Wow! Jepang Berebut Telur Ikan Terbang Indonesia

159

17

Awas! Resistensi Insulin Bisa Diam-diam Merusak Tubuh dan Memicu Diabetes Tanpa gejala!

152

18

Newcasttle Disease Mengancam Peternak! Begini Carah Mencegah dan Pengendaliannya. Jangan Terlambat

151

19

WFP Resmikan Kampanye Akbar

150

 

#JurnalAtaniTokyo
#PolicyBrief2025
#KetahananPangan
#OneHealth
#KnowledgeHubGlobal


Rahasia Pelatihan Personel CPOHB: Kunci Mutu, Kompetensi, dan Kepatuhan Industri Obat Hewan

 


XIV. PELATIHAN PERSONEL (PERSONNEL TRAINING)

 

1. Tujuan (Objective)

Bagian ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan produksi, pengawasan mutu, distribusi, dan sistem manajemen mutu memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai mengenai prinsip Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB), sehingga dapat melaksanakan tugas secara kompeten, konsisten, dan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.

 

2. Ruang Lingkup (Scope)

Prosedur ini mencakup seluruh kegiatan pelatihan yang diberikan kepada:

  • Personel baru sebelum mulai bekerja di area produksi atau laboratorium;
  • Personel yang sudah bekerja secara berkala untuk penyegaran pengetahuan dan peningkatan kompetensi;
  • Personel yang terlibat langsung dalam kegiatan kritis seperti pengawasan mutu, validasi, sanitasi, dan pemeliharaan peralatan;
  • Personel manajerial yang bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan mutu dan keselamatan kerja.

 

3. Tanggung Jawab (Responsibilities)

  • Manajer Mutu (Quality Manager):

Bertanggung jawab merancang, menyetujui, dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan terkait sistem mutu, CPOHB, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Human Resources Manager):

Bertanggung jawab atas perencanaan administratif, jadwal pelatihan, pencatatan kehadiran, dan penyimpanan dokumen pelatihan.

  • Kepala Bagian Produksi dan Pengawasan Mutu:

Menjamin seluruh personel di bawah tanggung jawabnya mengikuti pelatihan yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

  • Instruktur atau Narasumber Pelatihan:

Memberikan materi sesuai bidang keahliannya dan menilai pemahaman peserta pelatihan.

 

4. Jenis Pelatihan (Types of Training)

4.1. Pelatihan Induksi (Induction Training)

  • Diberikan kepada personel baru sebelum mulai bekerja.
  • Materi mencakup kebijakan mutu, struktur organisasi, prosedur keselamatan kerja, etika dan disiplin kerja, serta dasar-dasar CPOHB.

4.2. Pelatihan Teknis (Technical Training)

  • Diberikan kepada personel yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi, pengawasan mutu, sanitasi, validasi, dan pemeliharaan peralatan.
  • Materi meliputi prosedur kerja standar (SOP), pengoperasian peralatan, pengendalian kontaminasi, dan penanganan bahan kimia atau biologi berbahaya.

4.3. Pelatihan Penyegaran (Refresher Training)

  • Dilaksanakan secara berkala minimal satu kali dalam setahun untuk memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan dengan perubahan prosedur, regulasi, atau teknologi baru.

4.4. Pelatihan Khusus (Special Training)

  • Diberikan kepada personel yang menangani kegiatan berisiko tinggi atau memerlukan keahlian tertentu, seperti penanganan bahan berbahaya, biosecurity, atau audit internal.

4.5. Pelatihan Manajemen Mutu (Quality Management Training)

  • Diperuntukkan bagi personel yang terlibat dalam perencanaan dan pengawasan sistem mutu.
  • Materi mencakup prinsip-prinsip CAPA, risk assessment, dokumentasi, audit internal, dan peningkatan berkelanjutan (continuous improvement).

 

5. Pelaksanaan Pelatihan (Training Implementation)

  • Semua pelatihan harus dilakukan berdasarkan rencana tahunan pelatihan (Annual Training Plan) yang disetujui oleh Manajer Mutu.
  • Pelatihan dapat dilakukan secara internal (oleh instruktur perusahaan) maupun eksternal (oleh lembaga pelatihan atau instansi terkait).
  • Evaluasi pemahaman peserta dilakukan melalui ujian tertulis, wawancara, atau observasi langsung terhadap penerapan di tempat kerja.
  • Peserta yang belum memenuhi standar kompetensi wajib mengikuti pelatihan ulang sampai dinyatakan kompeten.

 

6. Dokumentasi Pelatihan (Training Documentation)

  • Setiap kegiatan pelatihan harus didokumentasikan secara lengkap, mencakup daftar hadir, materi pelatihan, hasil evaluasi, dan sertifikat atau bukti kelulusan.
  • Catatan pelatihan harus ditandatangani oleh instruktur dan peserta, serta disimpan oleh Bagian SDM dan Manajer Mutu untuk keperluan audit dan evaluasi.
  • Matriks kompetensi (Competency Matrix) setiap personel harus diperbarui secara berkala untuk memastikan kesesuaian antara tugas dan kompetensi yang dimiliki.

 

7. Evaluasi Efektivitas Pelatihan (Training Effectiveness Evaluation)

  • Efektivitas pelatihan dievaluasi melalui:
    • Kinerja personel dalam menjalankan tugas;
    • Tingkat kepatuhan terhadap SOP dan CPOHB;
    • Hasil audit internal dan inspeksi diri;
    • Umpan balik dari supervisor dan peserta pelatihan.
  • Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar penyusunan program pelatihan berikutnya dan peningkatan kualitas sistem pembelajaran.

 

8. Revisi Program Pelatihan (Training Program Review)

  • Program pelatihan harus ditinjau secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan hasil audit mutu.
  • Setiap revisi atau penyesuaian program pelatihan harus disetujui oleh Manajer Mutu dan dikomunikasikan kepada seluruh bagian terkait.

#PelatihanCPOHB 
#MutuObatHewan 
#SistemManajemenMutu 
#QualityAssurance 
#IndustriFarmasiHewan