Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, 19 March 2025

Kondisi Penyediaan Tenaga Listrik Saat Ini


Kondisi Penyediaan Tenaga Listrik: Sumber Energi Primer Saat Ini

 

Pendahuluan


Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik nasional, usaha penyediaan tenaga listrik di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh BUMN (PT PLN (Persero)), tetapi juga dilakukan oleh BUMD, badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat. Usaha penyediaan tenaga listrik yang telah dilakukan oleh BUMD, badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat diantaranya adalah membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkit tenaga listrik yang kemudian tenaga listriknya dijual kepada PT PLN (Persero) atau dikenal independent power producer (IPP). Selain itu, BUMD, badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat dapat membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkit, transmisi, dan/atau distribusi tenaga listrik secara terintegrasi yang kemudian tenaga listriknya dijual langsung kepada konsumen di suatu wilayah usaha yang dikenal dengan istilah usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi atau private power utility (PPU).

 

Kondisi penyediaan tenaga listrik yang disajikan disini mencakup potensi energi primer Indonesia dan kondisi sistem tenaga listrik berdasarkan data pengusahaan pemegang IUPTLU, baik dalam wilayah usaha PT PLN (Persero) maupun dalam wilayah usaha pemegang IUPTLU lainnya, serta data IUPTLS yang memiliki pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan sumber energi primer selain bahan bakar minyak.

 

Data Sumber Energi Primer

 

Indonesia memiliki beraneka ragam potensi sumber energi primer yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan tenaga listrik diantaranya adalah batubara, minyak dan gas bumi, panas bumi, air, surya, bioenergi, bayu, arus laut, dan nuklir. Data potensi sumber energi primer dapat dilihat pada Tabel 1.

 

Tabel 1.  Data Potensi Sumber Energi Primer


Sumber:

1) Roadmap Pengembangan dan Pemanfaatan Batubara 2021-2045, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2021

2) Buku Statistik Minyak dan Gas Bumi Semester I 2022, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2022

3) Peta Distribusi Potensi Panas Bumi Indonesia, Badan Geologi, Desember 2020

4) Pemutakhiran Data Potensi Energi Terbarukan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi, Balitbang Energi dan Sumber Daya Mineral, 2021

5) Peta Potensi Energi Laut Indonesia, Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2022

6) Nuklir: Laporan Teknis Ringkas, Badan Riset dan Inovasi Nasional

 

1. Batubara

 

Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan batubara yang cukup besar. Berdasarkan roadmap Pengembangan dan Pemanfaatan Batubara 2021-2045 yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada bulan September 2021, sumber daya batubara Indonesia hingga akhir tahun 2020 mencapai sekitar 143 (seratus empat puluh tiga) miliar ton. Sumber daya terbesar berada di wilayah Kalimantan mencapai sekitar 61,5% (enam puluh satu koma lima persen) dari total sumber daya nasional. Di wilayah Kalimantan, potensi paling besar berada di Provinsi Kalimantan Timur sekitar 68% (enam puluh delapan persen) dari total potensi Kalimantan. 

 

Wilayah Sumatera juga memiliki sumber daya batubara yang cukup besar sekitar 38,3% (tiga puluh delapan koma tiga persen) dari total sumber daya nasional. Provinsi dengan sumber daya batubara terbesar di wilayah Sumatera adalah Provinsi Sumatera Selatan dengan total sumber daya mencapai sekitar 80% (delapan puluh persen) dari total sumber daya Sumatera. Wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara hanya memiliki sumber daya batubara dengan total sekitar 0,2% (nol koma dua persen) dari total sumber daya nasional.

 

2. Gas Bumi

 

Indonesia memiliki cadangan gas bumi sekitar 54,83 (lima puluh empat koma delapan tiga) TCF dengan rincian cadangan terbukti sekitar 36,34 (tiga puluh enam koma tiga empat) TCF dan cadangan potensial sekitar 18,49 (delapan belas koma empat sembilan) TCF. Cadangan tersebut sebagian besar tersebar di wilayah Maluku sekitar 29% (dua puluh sembilan persen) dari total cadangan nasional dan wilayah Papua sekitar 22% (dua puluh dua persen) dari total cadangan nasional. Wilayah Kalimantan memiliki cadangan gas bumi sekitar 11% (sebelas persen) dan wilayah Jawa memiliki cadangan gas bumi sekitar 10% (sepuluh persen) dari total cadangan nasional. Wilayah dengan cadangan gas bumi terkecil adalah wilayah Sulawesi sekitar 9% (sembilan persen) dari total cadangan nasional.

 

3. Minyak Bumi

 

Total cadangan minyak bumi di Indonesia adalah sekitar 4,17 (empat koma satu tujuh) ribu MMSTB dengan rincian cadangan terbukti sekitar 2,27 (dua koma dua tujuh) ribu MMSTB dan cadangan potensial sekitar 1,90 (satu koma sembilan nol) ribu MMSTB. Cadangan tersebut paling banyak berada di wilayah Sumatera sekitar 50% (lima puluh persen) dari total cadangan minyak bumi nasional dan di wilayah Jawa sekitar 30% (tiga puluh persen) dari total cadangan minyak bumi nasional. 

 

Di wilayah Sumatera cadangan minyak bumi tersebar di Sumatera bagian tengah sekitar 64% (enam puluh empat persen) dari total cadangan minyak bumi di wilayah Sumatera dan Sumatera bagian selatan sekitar 32% (tiga puluh dua persen) dari total cadangan minyak bumi di wilayah Sumatera. Di wilayah Jawa, cadangan minyak bumi sebagian besar berada di Provinsi Jawa Barat sekitar 55% (lima puluh lima persen) dari total cadangan minyak bumi di wilayah Jawa. Cadangan minyak bumi terdapat di wilayah Maluku sekitar 9% (sembilan persen) dari total cadangan minyak bumi nasional, Kalimantan sekitar 7% (tujuh persen) dari total cadangan minyak bumi nasional, Papua sekitar 3% (tiga persen) dari total cadangan minyak bumi nasional, dan Sulawesi sekitar 1% (satu persen) dari total cadangan minyak bumi nasional.

 

4. Panas Bumi

 

Berdasarkan data Badan Geologi yang tercantum dalam Peta Distribusi Potensi Panas Bumi Indonesia pada bulan Desember 2020, Indonesia memiliki total potensi panas bumi sekitar 23.766 (dua puluh tiga ribu tujuh ratus enam puluh enam) MW tersebar di 357 (tiga ratus lima puluh tujuh) lokasi potensi panas bumi dengan rincian potensi spekulatif sekitar 5.981 (lima ribu sembilan ratus delapan puluh satu) MW, potensi hipotesis sekitar 3.363 (tiga ribu tiga ratus enam puluh tiga) MW, dan potensi cadangan sekitar 14.421,5 (empat belas ribu empat ratus dua puluh satu koma lima) MW.

 

Potensi tersebut tersebar di wilayah Sumatera sekitar 40% (empat puluh persen) dari total potensi nasional yang tersebar di 101 (seratus satu) lokasi serta wilayah Jawa sekitar 35% (tiga puluh lima persen) dari total potensi nasional yang tersebar di 81 (delapan puluh satu) lokasi. Di wilayah Sumatera, potensi panas bumi sebagian besar tersebar di Provinsi Sumatera Utara sekitar 21% (dua puluh satu persen) dari total potensi di wilayah Sumatera, Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Lampung dengan potensi masingmasing sekitar 18% (delapan belas persen) dari total potensi di wilayah Sumatera, dan Provinsi Sumatera Selatan dengan total potensi sekitar 13% (tiga belas persen) dari total potensi di wilayah Sumatera. 

 

Di wilayah Jawa, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi panas bumi paling besar dengan potensi sekitar 57% (lima puluh tujuh persen) dari total potensi di wilayah Jawa. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi panas bumi yang cukup besar yaitu mencapai sekitar 5% (lima persen) dari total potensi panas bumi nasional yang tersebar di 31 (tiga puluh satu) lokasi.

 

5. Air

 

Berdasarkan Pemutakhiran Data Potensi Energi Terbarukan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi, Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2021, Indonesia memiliki potensi air sekitar 95.049 (sembilan puluh lima ribu empat puluh sembilan) MW dengan rincian potensi run of river sekitar 94.626 (sembilan puluh empat ribu enam ratus dua puluh enam) MW dan reservoir atau bendungan sekitar 423 (empat ratus dua puluh tiga) MW. Potensi bendungan mengacu pada data rencana PLTA bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2015 sampai dengan tahun 2027.

 

Potensi air sebagian besar terletak di wilayah Kalimantan sekitar 51% (lima puluh satu persen) dari total potensi air nasional dan Papua sekitar 38% (tiga puluh delapan persen) dari total potensi air nasional. Di wilayah Kalimantan, potensi sebagian besar tersebar di Provinsi Kalimantan Utara dengan potensi sekitar 46% (empat puluh enam persen) dari total potensi air di wilayah Kalimantan, Provinsi Kalimantan Tengah sekitar 25% (dua puluh lima persen) dari total potensi air di wilayah Kalimantan, dan Provinsi Kalimantan Timur sekitar 21% (dua puluh satu persen) dari total potensi air di wilayah Kalimantan. Potensi air di wilayah Papua sebagian besar terletak di Provinsi Papua sekitar 92% (sembilan puluh dua persen) dari total potensi air di wilayah Papua.

 

6. Surya

 

Pemutakhiran potensi surya dilakukan dengan memperhatikan luasan lahan potensial dan penyaringan intensitas radiasi. Berdasarkan hasil pemutakhiran tersebut, total potensi surya di Indonesia mencapai sekitar 3.315 (tiga ribu tiga ratus lima belas) GW.

 

Wilayah dengan potensi surya terbesar adalah wilayah Sumatera dengan potensi mencapai sekitar 36% (tiga puluh enam persen) dari total potensi surya nasional. Potensi tersebut tersebar di seluruh Sumatera dengan potensi terbesar terletak di Provinsi Riau sekitar 25% (dua puluh lima persen) dari total potensi surya di wilayah Sumatera dan Provinsi Sumatera Selatan dengan total potensi sekitar 24% (dua puluh empat persen) dari total potensi surya di wilayah Sumatera. Provinsi dengan potensi surya terbesar adalah Nusa Tenggara Timur dengan total potensi mencapai sekitar 94% (sembilan puluh empat persen) dari total potensi surya di wilayah Nusa Tenggara atau sekitar 11% (sebelas persen) dari total potensi surya nasional. Provinsi dengan potensi surya terendah adalah Provinsi Gorontalo dengan potensi surya hanya sekitar 3% (tiga persen) dari total potensi surya di wilayah Sulawesi atau sekitar 0,2% (nol koma dua persen) dari total potensi surya nasional.

 

7. Bioenergi

 

Potensi bioenergi di Indonesia mencapai sekitar 55,7 (lima puluh lima koma tujuh) GW dengan rincian sekitar 53,4 (lima puluh tiga koma empat) GW potensi biomassa dan sekitar 2,3 (dua koma tiga) GW potensi biogas. Total potensi bioenergi nasional akan meningkat menjadi sekitar 57 (lima puluh tujuh) GW apabila memperhitungkan potensi palm oil mill effluent (POME) nasional sekitar 1.283 (seribu dua ratus delapan puluh tiga) MW. Wilayah Sumatera memiliki total potensi biomassa terbesar sekitar 54% (lima puluh empat persen) dari total potensi biomassa nasional. Potensi ini sebagian besar tersebar di Provinsi Riau dengan potensi biomassa sekitar 36% (tiga puluh enam persen) dari total potensi biomassa di wilayah Sumatera dan di Provinsi Sumatera Selatan dengan potensi biomassa sekitar 21% (dua puluh satu persen) dari total potensi biomassa di wilayah Sumatera.

 

Wilayah dengan potensi biomassa terendah adalah wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara dengan total potensi biomassa hanya sekitar 3% (tiga persen) dari total potensi biomassa nasional. Potensi biogas terbesar berada di wilayah Jawa sekitar 64% (enam puluh empat persen) dari total potensi biogas nasional. Potensi tersebut tersebar sebagian besar di Provinsi Jawa Barat dengan potensi biogas sekitar 32% (tiga puluh dua persen) dari total potensi biogas di wilayah Jawa serta Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah dengan total potensi biogas masing-masing sekitar 27% (dua puluh tujuh persen) dari total potensi biogas di wilayah Jawa.

 

8. Angin

 

Indonesia memiliki potensi angin sekitar 154,6 (seratus lima puluh empat koma enam) GW dengan rincian potensi angin onshore sekitar 60,4 (enam puluh koma empat) GW dan potensi angin offshore sekitar 94,2 (sembilan puluh empat koma dua) GW. Wilayah dengan potensi angin terbesar adalah wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara dengan potensi sekitar 40% (empat puluh persen) dari total potensi angin nasional. Potensi ini tersebar sebagian besar di Provinsi Maluku dengan potensi angin sekitar 36% (tiga puluh enam persen) dari total potensi angin di wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara serta Provinsi Papua dengan potensi angin sekitar 34% (tiga puluh empat persen) dari total potensi angin di wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

 

Wilayah Jawa memiliki potensi angin yang cukup besar sekitar 26% (dua puluh enam persen) dari total potensi angin nasional. Potensi angin tersebut tersebar di Provinsi Jawa Barat sekitar 31% (tiga puluh satu persen) dari total potensi angin di wilayah Jawa, Provinsi Jawa Timur dengan potensi angin sekitar 25% (dua puluh lima persen) dari total potensi angin di wilayah Jawa, dan Provinsi Jawa Tengah dengan potensi angin sekitar 21% (dua puluh satu persen) dari total potensi angin di wilayah Jawa. 

 

Wilayah dengan total potensi angin terendah adalah wilayah Sumatera dengan potensi angin sekitar 7% (tujuh persen) dari total potensi angin nasional. Potensi angin terbesar berada di Provinsi Lampung sekitar 36% (tiga puluh enam persen) dari total potensi angin di wilayah Sumatera, Provinsi Aceh sekitar 22% (dua puluh dua persen) dari total potensi angin di wilayah Sumatera, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekitar 16% (enam belas persen) dari total potensi angin di wilayah Sumatera, dan Provinsi Bengkulu dengan sekitar 14% (empat belas persen) dari total potensi angin di wilayah Sumatera.

 

9. Arus Laut

 

Menurut Peta Potensi Energi Laut Indonesia, Indonesia memiliki potensi arus laut teoritikal sekitar 10.741 (sepuluh ribu tujuh ratus empat puluh satu) MW, teknikal sekitar 4.296 (empat ribu dua ratus sembilan puluh enam) MW, dan praktikal sekitar 1.504 (seribu lima ratus empat) MW. Potensi tersebut terletak di 8 (delapan) provinsi. Potensi arus laut praktikal terbesar berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar 53% (lima puluh tiga persen) dari total potensi arus laut praktikal nasional. Potensi tersebut tersebar di Selat Lombok dan Selat Alas. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi arus laut praktikal yang cukup besar sekitar 24% (dua puluh empat persen) dari total potensi arus laut praktikal nasional.

 

10. Nuklir

 

Berdasarkan Laporan Teknis Ringkas yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, terdapat potensi sumber daya terukur thorium sekitar 4.729 (empat ribu tujuh ratus dua puluh sembilan) ton dan uranium U308 sekitar 5.234 (lima ribu dua ratus tiga puluh empat) ton. Potensi tersebut tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekitar 2.840 (dua ribu delapan ratus empat puluh) ton uranium U308 dan sekitar 4.729 (empat ribu tujuh ratus dua puluh sembilan) ton thorium dan Provinsi Kalimantan Barat sekitar 2.394 (dua ribu tiga ratus sembilan puluh empat) ton uranium U308.

 

Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

 

Sesuai dengan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dilaksanakan oleh BUMN, BUMD, badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat yang berusaha di bidang penyediaan tenaga listrik. BUMN, dalam hal ini PT PLN (Persero), diberi prioritas pertama melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. Saat ini terdapat 65 (enam puluh lima) badan usaha yang memiliki wilayah usaha penyediaan tenaga listrik yang meliputi 57 (lima puluh tujuh) wilayah usaha yang terintegrasi, 1 (satu) wilayah usaha transmisi, distribusi, dan penjualan, dan 7 (tujuh) wilayah usaha distribusi dan penjualan. Peta dan lokasi wilayah usaha penyediaan tenaga listrik dapat dilihat pada Gambar 1 dan Tabel 2.

 

Gambar 1. Peta Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

 

Tabel 2. Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik









SUMBER:

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 85.K/TL.01/MEM.L/2025 TENTANG RENCANA UMUM KETENAGALISTRIKAN NASIONAL

Monday, 17 March 2025

Jalan-Jalan ke Kansai? Ini 5 Masjid Ikonik Dekat Osaka & Kyoto yang Wajib Muslim Kunjungi!

 


Kansai adalah salah satu jantung dari Jepang dan berisi beberapa kota wisata paling terkenal dan populer di seluruh negeri. Berdasarkan sejarah, Kansai telah menjadi dua ibukota nasional termasuk Nara dan Kyoto.

 

Untuk mengimbangi wisatawan dan penduduk muslim yang semakin meningkat, jumlah fasilitas yang menawarkan makanan halal, ruang sholat, dan layanan lainnya untuk wisatawan muslim juga meningkat. Di Kansai banyak fasilitas masjid dan ruang sholat bagi umat Islam di Jepang. Walaupun sebagian besar dari fasilitas itu terletak relatif jauh dari daerah wisata. Karena tempat-tempat ini dibuat hanya untuk penggunaan sehari-hari komunitas Muslim lokal, biasanya terletak di daerah perumahan dan agak jauh untuk menjangkaunya dari pusat kota.

 

Smiles akan memberikan para sobat keterangan mengenai Masjid – Masjid yang terletak di area Kansai. Karena walaupun sibuk jangan sampai lupa beribadah ya sobat Smiles. Berikut merupakan 5 masjid di Kansai yang terletak di dekat area populer seperti Osaka, Kyoto dan sekitarnya.

 

1. Kyoto Islamic Cultural Center



(Sumber: http://muncity.blogspot.com/2017/12/kyoto-mosque-islamic-cultural-center.html)

 

Kyoto Muslem Community (KMC) Ippan Shadan Houjin adalah organisasi terdaftar di Jepang dengan No. 1130005015442 sejak 2018, bertujuan untuk menjadi salah satu organisasi keagamaan yang terbesar di Jepang. KMC mendukung pembangunan dan pengembangan Masjid untuk masa depan komunitas Muslim di Kyoto, menyelenggarakan berbagai acara Islam untuk dakwah, dan pertukaran kegiatan budaya antara Muslim dan orang Jepang.

 

Cocok nih buat teman teman yang lagi belanja di Kawaramachi bisa mampir!

Alamat

Kyoto-fu Kyoto-shi Kamigyo-ku Miyagaki-cho 92

TEL

+81-75-231-3499

WEB Site

http://www.islamjapan.net/ibc/index.html

 

2. Osaka Ibaraki Mosque



(Sumber: http://jhtv.jp/blog/osaka-ibaraki-mosque-the-home-of-muslim-in-osaka/)

 

Masjid Osaka Ibaraki yang dikenal juga sebagai Islamic Cultural Center Osaka (大阪茨木モスクの) adalah sebuah masjid dan pusat kultural yang berlokasi di pusat kota Ibaraki, Osaka. Kantor regristrasi Prefektur Osaka telah menetapkan statusnya sebagai Shyukyo Hojin (organisasi keagaaman) sementara dan berada dibawah komite perwakilan dan penasihat di Islam Cultural Center Osaka (ICCO). Masjid ini melayani ibadah bagi warga lokal secara umum juga kepada ekspatriat, wisatawan, maupun pelajar yang menuntut ilmu di Universitas Osaka atau Japan International Cooperation Agency (JICA).

Jika berkunjung ke Osaka jangan cuma ke Namba sama Umeda aja ya teman teman!

Alamat

Osaka-fu Ibaraki-shi Toyokawa 4-6-13

TEL

+81-72-643-7420

WEB Site

http://osakamosque.org

 

3. Shiga Mosque



(Sumber:http://shigamosque.com/)

 

Masjid pertama yang di dirikan di prefektur Shiga pada Juni 2018. Masjid ini dikelilingi oleh mahasiswa Universitas Ritsumeikan, Universitas Kedokteran Shiga serta beberapa penduduk tetap Muslim setempat. Buka 24 jam untuk melakukan doa harian.

 

Paling asik sih ke Shiga habis jalan jalan ke Biwako, sekalian ibadah kesini. 24 jam loh!

Alamat

Shiga-ken Kusatsu-shi Higashiyagura 3-4-4

TEL

+81-77-567-8511

WEB Site

http://shigamosque.com/

 

4. Mie Islamic Culture Center (MIE MASJID)



(Sumber:http://islam-in-japan.over-blog.com/article-mie-masjid-82504264.html)

MICC adalah organisasi keagamaan dan budaya yang didirikan pada awal abad ke-21 dan direncanakan sebagai lembaga Islam yang terdiri dari Masjid, Dapur, Rumah, dan tempat tinggal para Imamnya.

Misi MICC di Jepang adalah:

(1) Melayani Komunitas Muslim tetangga Mie-Ken pada khususnya, dan Komunitas Muslim Jepang yang lebih besar pada umumnya.

(2) Mencerahkan opini publik Jepang dengan pengetahuan yang benar tentang Islam.

(3) Memberikan bimbingan agama kepada Komunitas Muslim di Jepang

(4) Mempromosikan pemahaman yang baik dan hubungan persahabatan antara Muslim dan non-Muslim.

Serukan ternyata di Mie gak cuma ada sirkuit aja loh!


Alamat

Mie-ken Tsu-shi Kurimamachiya-cho 1426-1

TEL

+81-59-233-0499

WEB Site

https://miemasjid.wordpress.com/

 

5. Kobe Mosque (Masjid Kobe)



(Sumber: https://fooddiversity.today/en/article_91805.html)

Masjid Kobe, juga disebut dengan Masjid Muslim Kobe, merupakan masjid pertama dan tertua di Jepang yang dibangun pada 1935. Masjid tersebut dibangun melalui donasi yang dikumpulkan oleh Islamic Committee of Kobe dari tahun 1928 hingga 1935.

 

Gaya arsitektur masjid pertama dan tertua di Jepang tersebut terbilang cukup unik. Masjid Kobe dibangun dengan gaya tradisional India oleh arsitek asal Ceko bernama Jan Josef Svagr. Dia juga dikenal karena membangun beberapa bangunan keagamaan lain di Jepang. Bagian luar masjid tersebut mungkin akan mengingatkanmu pada menara masjid (minaret) tua dan tradisional.

 

Sementara bagian dalam masjid pun tidak kalah indahnya. Kita akan dikelilingi oleh dinding marmer putih dan lukisan-lukisan emas. Masjid Kobe merupakan masjid tiga tingkat yang dibangun dengan cara asitektur yang terdiri dari bagian dasar, poros, dan sebuah galeri.

 

Didekat sini juga banyak toko-toko halal loh! Bagi Sobat Smiles yang mau sholat jumat sambal belanja bisa banget ke Kobe.

Alamat

Hyogo-ken Kobe-shi Nakayamatedori 2-25-14

TEL

+81-78-231-6060

WEB Site

http://kobe-muslim-mosque.com/

 

Sekarang kalau jalan-jalan di Jepang tidak hanya bisa nikmati kuliner dan pemandangan saja yang indah. Tetapi sobat juga bisa kunjungi masjid-masjid indah yang tersebar luas di seluruh Jepang. Untuk para wisatawan juga tidak khawatir lagi jika mencari tempat untuk beribadah, bisa dilihat daftar masjid diatas dan semoga bermanfaat ya!


#MasjidJepang
#WisataMuslim
#KansaiTrip
#HalalTravel
#MuslimTraveler

Sunday, 16 March 2025

Booming Islam di Jepang! Dakwah Damai, Masjid Bertambah Cepat, dan Peran Besar Indonesia di Negeri Sakura

 


Dakwah Islam di Jepang: Menyebar dengan Damai dan Berkah

 

Pada akhir Maret lalu, Ahmad Rozali berkesempatan mengunjungi Tokyo selama lima hari. Tanpa agenda khusus, dia pun leluasa merasakan langsung atmosfer kehidupan di ibu kota Jepang yang berpenduduk 37 juta orang. Dari kesibukan perempatan Shibuya yang ikonik, hingga pesona Istana Kekaisaran Tokyo dan pusat perbelanjaan Akihabara, semuanya menyuguhkan pesona tersendiri. Tak ketinggalan, kemajuan infrastruktur transportasi publik yang memudahkan mobilitas menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, di balik pesona itu, Ahmad Rozali juga menyadari bahwa fasilitas ibadah untuk umat Islam sangat terbatas.

 

Hal ini memang tidak mengherankan, mengingat jumlah pemeluk agama Islam di Jepang terbilang kecil. Berdasarkan data, mayoritas penduduk Jepang memeluk Shintoisme (48%), disusul Buddhisme (46%), dan Kristen (1,1%). Agama Islam bersama agama minoritas lainnya (Baha’i, Hindu, dan Yudaisme) hanya dianut sekitar 4% dari total populasi (O'Neill, 2024). Meski demikian, Islam mulai berkembang pesat di negara ini dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan penelitian Prof. Hirofumi Tanada dari Waseda University, pada tahun 2020 tercatat ada 230.000 umat Islam di Jepang, dengan angka ini diprediksi terus meningkat (Otaki & Takai, 2023).

 

Salah satu indikator pesatnya perkembangan Islam adalah jumlah masjid yang terus bertambah. Pada tahun 1999, jumlah masjid di Jepang hanya 15 buah, namun pada 2020 sudah mencapai 113 buah (Otaki & Takai, 2023). Salah satu masjid terbaru adalah Masjid Istiqlal Osaka yang sebagian besar dibiayai melalui sumbangan masyarakat Indonesia.

 

Peningkatan populasi umat Islam di Jepang tidak hanya disebabkan oleh imigrasi dari negara-negara dengan mayoritas Muslim, tetapi juga oleh pernikahan antara warga Jepang dan Muslim dari berbagai belahan dunia. Tak heran, industri halal di Jepang semakin berkembang untuk memenuhi kebutuhan turis Muslim. Pemerintah Jepang semakin menyadari potensi besar ini dan mulai membangun berbagai fasilitas halal, seperti hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan yang ramah Muslim (Pratama, 2022).

 

Peran Indonesia dalam Dakwah Islam di Jepang

 

Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memainkan peran penting dalam perkembangan Islam di Jepang. Selama kunjungannya, Ahmad Rozali sering mendengar percakapan dalam bahasa Indonesia dan bahkan bahasa Jawa, yang menunjukkan adanya komunitas Indonesia yang cukup besar di Jepang. Berdasarkan data dari Katadata, pada periode 2018-2022, Jepang menerima lebih dari 71 juta wisatawan asing, dengan 1,01 juta di antaranya berasal dari Indonesia. Angka ini menunjukkan potensi pasar turis Muslim yang besar bagi Jepang.

 

Selain itu, Indonesia turut aktif mendonasikan dana untuk pembangunan masjid di Jepang, salah satunya adalah Masjid Indonesia Tokyo yang terletak di kawasan sekolah milik pemerintah Indonesia di Tokyo. Indonesia juga memiliki peran penting dalam mendukung dakwah Islam, terutama melalui Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi sosial keagamaan yang turut berkontribusi dalam pengembangan Islam di Jepang.

 

Aktivitas Dakwah NU di Jepang

 

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang memiliki banyak peran dalam penyebaran dakwah Islam. Dengan mengelola 14 Majelis Wakil Cabang (MWC) di berbagai wilayah di Jepang, NU turut memfasilitasi kebutuhan keagamaan umat Islam, khususnya yang berasal dari Indonesia. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid yang dikelola NU juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan, seperti shalat Idul Fitri dan Idul Adha, shalat tarawih, serta tahlilan bersama. Masjid Nusantara yang terletak di kawasan Akihabara, Tokyo, misalnya, rutin mengadakan tahlilan setiap Kamis malam diikuti dengan makan bersama.

 

Muallaf Center: Menyambut Pemeluk Islam Baru

 

Salah satu lembaga yang menarik perhatian adalah Muallaf Center yang dikelola oleh PCINU Jepang. Organisasi ini memiliki misi untuk memfasilitasi orang-orang yang tertarik untuk memeluk Islam. Ketua Muallaf Center, Muhammad Zaki Tazuke, seorang warga asli Jepang, menyatakan bahwa sejak berdiri dua tahun lalu, mereka telah berhasil memfasilitasi konversi agama bagi 24 orang, mayoritasnya adalah warga Jepang. Selain memfasilitasi masuk Islam, Muallaf Center juga menyediakan pengajaran tentang ibadah dan menerbitkan sertifikat yang diakui oleh negara untuk memudahkan pengurusan haji bagi muallaf.

 

Pondok Pesantren At-Taqwa: Pendidikan Islam untuk Anak-Anak di Jepang

 

Selain masjid dan Muallaf Center, PCINU Jepang juga mendirikan pondok pesantren bernama At-Taqwa, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan agama bagi anak-anak Indonesia yang menikah dengan orang Jepang. Menurut Achmad Ghazali, Ketua PCINU Jepang, pondok pesantren ini hadir untuk mengisi kekosongan pendidikan agama bagi anak-anak yang tumbuh di negara dengan mayoritas non-Muslim. Dengan menyediakan pendidikan agama yang layak, diharapkan generasi muda Indonesia di Jepang dapat tumbuh dengan pemahaman Islam yang kuat.

 

Masa Depan Islam di Jepang: Harapan dan Tantangan

 

Meskipun jumlah pemeluk Islam di Jepang masih kecil dibandingkan dengan negara-negara mayoritas Muslim, perkembangan Islam di Jepang menunjukkan arah yang positif. Prediksi dari Pew Research Center menyebutkan bahwa Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada tahun 2075, berkat faktor tingkat kelahiran yang tinggi di keluarga Muslim (Cooperman, McClendon, Martinez, Kramer, & Shi, 2017). Tren ini tentu juga berlaku di Jepang, yang semakin menerima Islam dengan cara yang damai dan penuh berkah.

 

Peran aktif organisasi seperti NU, Muallaf Center, serta dukungan dari pemerintah Indonesia dan komunitas Indonesia di Jepang, diharapkan akan semakin mempercepat perkembangan Islam di Jepang. Dakwah yang dilakukan dengan pendekatan ramah dan moderat akan membawa pesan kedamaian, yang semakin relevan di tengah dunia yang semakin terhubung.

 

Dengan prediksi pertumbuhan jumlah umat Islam global yang signifikan dalam beberapa dekade mendatang, Islam di Jepang diprediksi akan terus berkembang. Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal kedamaian, toleransi, dan saling memahami antarbudaya yang akan memperkaya masyarakat Jepang di masa depan.

 

SUMBER REFERENSI

Ahmad Rozali. Dakwah Islam di Jepang.Nuonline.14 Mei 2024.

#IslamJepang 

#DakwahNusantara 

#PCINUJepang 

#MuallafJepang 

#WisataHalal