Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, 6 July 2025

Jepang Terkagum Sumbangsih Mohammad Natsir



Kisah Pak Natsir yang Tidak Pernah Diceritakan dalam Sejarah.

 

Tak ada yang menyangka, wafatnya Mohammad Natsir, ulama sederhana dan mantan Perdana Menteri RI, meninggalkan duka yang begitu dalam bagi bangsa Jepang. Bahkan, Perdana Menteri Jepang saat itu menyebut kepergiannya sebagai "ledakan bom atom ketiga yang jatuh tepat di Tokyo." Apa sebenarnya hubungan tersembunyi antara Pak Natsir dan penyelamatan industri Jepang yang nyaris runtuh akibat embargo minyak dunia? Generasi Melineal dan Z perlu mengetahui sejarah ini.

 

Mohammad Natsir atau Pak Natsir, begitu orang sering memanggil beliau, adalah sebuah nama panggilan yang biasa untuk siapa saja, menunjukkan kesederhanaan hidup beliau. Saya mungkin termasuk generasi paling akhir dari da’i Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) yang masih mendapatkan didikan langsung dari beliau walau tidak lama, sejak 1991, dan beliau meninggal Februari 1993.

 

Saat mendengar mantan Perdana Menteri RI kelima meninggal kesedihan mendalam bagi seluruh kader dan da’i Dewan Da’wah. Saat itu sayapun langsung pergi ka kantor Dewan Dakwah Jawa Timur Jalan Purwodadi, dekat kuburan Mbah Ratu.

 

Sudah cukup banyak warga Dewan Dakwah berkumpul untuk mengkonfirmasi berita meninggalnya Pak Natsir. Saat itu, saya duduk di dekat telepon yang berfungsi sebagai faksimile, mode teknologi paling canggih pada waktu itu untuk mengirim dokumen.

 

Telepon berdering tak henti-henti dari berbagai daerah menanyakan kabar meninggalnya Pak Natsir kala itu. Tiba-tiba  adalah sebuah faksimile masuk. Pesan tersebut datang dari Perdana Menteri Jepang Keiici Miyazawa.

 

“Wah Perdana Menteri Jepang nampaknya telah mendengar juga berita meninggalnya Pak Natsir dan mengirimkan ucapan duka,” demikian guman saya dalam hati.

 

Semua pesan faksimile itu nampak tercetak. Saya tidak sabar membaca ucapan dukanya.

 

“Mendengar Muhammad Natsir meninggal, serasa Jepang mendapatkan serangan Bom Atom ke-3 yang tepat jatuh di tengah Kota Tokyo. Duka yang sangat mendalam bagi kami seluruh bangsa Jepang,” demikian bunyi ucapan tersebut.

 

Saya kaget sekali saya mebaca ucapan itu. Saya segera memotong kertas faks yang lembek itu dan saya sampaikan pada Ketua DDII Jatim (alm) H. Tamat Anshori Ismail.

 

Namun Pak Tamat meminta saya membacakan dengan keras pesan tersebut di hadapan jamaah agar semua mendengar. “Maksum kamu baca lagi supaya semua yang berkumpul di situ mendengar,” katanya.

 

Semua orang terdiam setelah pesan dari Keiici Miyazawa saya baca. Saya bertanya kepada Pak Tamat, ada cerita dan hubungan apa antara Pak Natsir dengan Bangsa Jepang, Pak?

 

Pak Tamat menjawab datar saja. “Pak Natsir kan mantan perdana menteri, jadi ya mungkin pernah ada hubungan diplomatik yang spesial dengan Jepang, “ begitu gitu saja jawabnya.

 

Saya kurang puas dengan jawaban Pak Tamat. Saya lanjutkan rasa penasaran ini kepada banyak tokoh yang lebih senior dan lebih sepuh.

 

Salah satunya adalah Ketua Dewan Syura Dewan Da’wah Jatim yang juga Ketua MUI Jatim kala itu, KH Misbach. Sayangnya, Kiai Misbach juga tidak bisa menjelaskan maksud di balik ucapan PM Miyazawa.

 

Sungguh aneh ini, ucapan duka yang luar biasa, dan tidak biasa, pasti ada kisah yang luar biasa, begitu guman saya dalam hati.  Akhirnya saya menyimpan pertanyaan itu lebih dari 10 tahun dan tidak ada satupun tokoh yang bisa menjelaskan makna ucapan itu.

 

Embargo, Raja Faisal dan M. Natsir

 

Tahun 2003, saya berkenalan dengan diplomat Jepang di Jakarta. Namanya Hamada San.

 

Saya sering nggobrol dan ngopi bersama dia. Suatu ketika, sampailah obrolan pada aktivitas saya dll.

 

Saya bercerita jika aktif di organisasi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) yang didirikan Pak Natsir, namun saya generasi terakhir yang pernah dididik langsung Pak Natsir.

 

Tanpa saya duga, Hamada San berdiri tegak di samping saya, lalu membungkuk-bungkuk memberi hormat. Tentu saya kaget, ada apa Hamada San sampai berbuat seperti itu?

 

Setelah itu ia duduk dan lama terdiam, sambil matanya menerawang. “Apakah kamu tahu nama Laksamana Maeda?” katanya.

“Ya, saya tahu.”

“Apakah kamu tahu namanya Nakasima San?”

“Wah saya tidak tahu.”

“Apakah kamu pernah mengdengar nama Raja Faisal dari Saudi?”

“Ya saya tahu.”

“Mereka adalah nama-nama yang punya hubungan spesial dengan (alm) Mohammad Natsir,” ujar Hamada San.

 

Hamada San adalah diplomat senior Jepang yang sudah puluhan tahun bertugas di Indonesia. Dia sangat mencintai Indonesia, salah satunya adalah karena kisah yang akan dia ceritakan kepada saya.

Karena itulah dia tidak mau pindah-pindah tugas dan tetap berada di Indonesia hingga puluhan tahun.

 

Sebelum Hamada San bercerita dengan beberapa bekal nama Laksamana Maeda, Nakasima (Nakajima San), Raja Faisal dan Muhammad Natsir, saya teringat peristiwa 10 tahun lampau, tentang faksimil PM Jepang Keiici Miyazawa.

 

Kepada Hamada San, saya ceritakan tentang bunyi faks ucapan duka cita dari PM Jepang Miyazawa tersebut. “Ada cerita apa sehingga PM Miyazawa sampai membuat ucapan duka sedemikan dramatis dan dahsyat begitu”?

 

Hamada San semakin tajam memandang saya, lalu sedikit meninggikan suaranya. “Kamu baca ucapan duka cita PM Miyazawa itu? Kamu benar-benar murid Pak Natsir kalau gitu, tidak salah dan kamu tidak bohong bahwa kamu adalah murid Pak Natsir, karena tidak banyak yang tahu hingga menyimpan memori selama itu hingga 10 tahun kamu masih ingat  bunyi ucapan duka cita itu,” demikian kata dia.

 

Akhirnya, Hamada San bercerita. Jepang pada waktu itu mengalami situasi sulit akibat embargo minyak bumi.

 

Industri Jepang hampir kolaps. Semua industri butuh bahan bakar dari minyak bumi, tapi Jepang di embargo oleh Amerika Serikat (AS).

 

Berbagai upaya dilakukan pemerintah Jepang untuk mendapatkan pasokan minyak bumi, tapi embargo Amerika membuat semua negara tidak ada yang berani menjual minyak ke Jepang.

 

Untuk mendapatkan pasokan minyak bumi, Laksamana Maeda menyarankan melakukan melakukan lobi internasional.

 

Namun bagi bangsa Jepang, Laksamana Maeda adalah pengkhianat dan tidak menjalankan perintah Kaisar Jepang. Dia dianggap telah memberikan ruang untuk Bung Karno yang telah membuat teks proklamasi kemerdekaan, juga menyerahkan senjata-senjata Nippon pada para pejuang kemerdekaan RI.

 

Karena itu kehidupan Laksmana Maeda setelah kembali ke Jepang sangat menyedihkan. Selain mendapat hukuman, dia juga dicopot dari dinas militer serta tidak mendapatkan pensiun, demikian kata Hamada.

 

Namun melihat kondisi Industri Jepang yang hampir kolaps, Laksmana Maeda memberikan usul dan nasehat pada pemerintah dan menyarankan untuk mengirim utusan ke Indonesia.

 

Laksamana Maeda mengusulkan agar pemerintah Dai Nippon mengirim utusan ke Indonesia dan menemui seseorang yang sedang di penjara. Namanya Muhammad Natsir, yang tidak lain tokoh Partai Masyumi.

 

Laksamana Maeda meminta utusan Jepang menceritakan kesulitan ini dan meminta agar Pak Natsir bersedia melobi Raja Arab Saudi (Raja Faisal kala itu), agar bersedia mengirim minyaknya ke Jepang, kata Hamada.

 

Menurut Hamada, sebenarnya pemerintah Jepang tidak begitu percaya dengan usulan Maeda. Namun karena berbagai cara telah ditempuh dan tidak mendapatkan hasil, apapun upaya yang masih bisa di lakukan akan dicoba.

 

Akhirnya pemerintah Jepang menugaskan orang yang namanya Nakajima  San untuk menyampaikan pesan PM Jepang pada Pak Natsir. Menurut Hamada San, misi ini sebenarnya tidak terlalu diharapkan berhasil, sebab menemui orang di dalam penjara untuk melakukan sesuatu hal besar tidaklah mungkin.

 

Nakajima pun terbang ke Indonesia dan atas bantuan banyak pihak akhirnya ia bisa bertemu Pak Natsir di penjara. Nakajima menyampaikan pesan Pemerintah Jepang agar Pak Natsir bisa membantu Jepang mendapatkan pasokan minyak dari Arab Saudi.

 

Kala itu Pak Natsir tidak menanggapi dan tidak berkata apa-apa terhadap permintaan pemerintah Jepang itu. Beliau, katanya cuma bertanya apakah Nakajima San membawa kertas dan pulpen.

 

Lalu tidak lama, Nakajima menyerahkan selembar kertas dan pulpen kepada Pak Natsir. Lalu Pak Natsir menulis dalam kertas itu pesan berbahasa Arab yang tidak panjang, kurang lebih hanya setengah halaman, dan melipatnya.

 

Pak Natsir menyampaikan pada Nakajima agar membawa surat ini pada Raja Arab Saudi, Raja Faisal. Nakajima tidak tahu apa isi surat tersebut,  apalagi itu berbahasa Arab.

 

Namun berbekal secarik kertas dari Pak Natsir, PM Jepang mengabarkan pada diplomat Jepang di Arab Saudi bahwa ada utusan Pak Natsir dari Indonesia yang akan menghadap Raja Faisal.

 

Arab Saudi yang sangat menghormati (alm) Mohammad Natsir menyambut baik serta menunggu kehadiran orang Jepang yang membawa pesan dari Pahlawan Nasional tersebut.  Nakajima San sampai di Arab Saudi disambut baik bak tamu negara dan dengan mudah bisa bertemu Raja Faisal dan menyerahkan surat dari Pak Natsir.

 

Raja Faisal membaca surat Pak Natsir dan langsung memenuhi permintaan dalam surat itu, yakni mengirim minyak ke Jepang. Kepada Nakajima, Pemerintah Arab Saudi berjanji segera mengirimkan minyak melalui Indonesia, yang akan melibatkan Pertamina.

 

Nakajima terperangah tidak percaya, kata Hamada San. Hanya sepucuk surat yang dia tidak tahu isinya dari seseorang yang mendekam di penjara dan Jepang akan mendapatkan pasokan minyak dari “Raja Minyak Dunia”.

 

Cerita kemudian berlanjut pada realisasi pengiriman minyak dari Arab Saudi  melalui Pertamina. Karena itulah sebabnya Pertamina menjadi perusahaan yang sangat besar di Jepang, pernah menjadi pembayar pajak terbesar di Jepang, karena Pertamina menjadi pensuplai minyak bagi Industri Jepang atas jasa Pak Natsir.

 

Selanjutnya Industri Jepang bangkit berbagai industri otomotif merajaii pasar dunia sebut saja Honda, Toyota, Suzuki, Mitsubishi dll. Industri Jepang bangkit atas jasa baik Pak Natsir, kata Hamada.

 

Menolak Hadiah Jepang

 

Yang tidak kalah menarik, yang membuat bangsa Jepang sangat menaruh hormat pada Pak Natsir, tidak ada satupun hadiah dari pemerintah Jepang yang diterima Pak Natsir, semua hadiah yang diberikan Jepang dikembalikan, (ndah neo kalo pimpinan jaman now) hingga negara itu kesulitan untuk bisa memberikan imbal balas jasanya.

 

Hal ini  karena beliau (M Natsir) telah berpesan pada keluarganya untuk tidak menerima apapun dari pemerintah Jepang. Beliau bahkan tidak pernah bercerita tentang surat penting itu pada siapapun di Indonesia.

 

Itulah sebabnya tidak ada tokoh Indonesia atau tokoh Dewan Da’wah sekalipun yang tahu tentang kisah itu.

 

Karena itu pulalah pemerintah Jepang sangat berduka yang sangat dalam saat Pak Natsir meninggal dunia. Bukan hanya pemerintah, tapi bangsa Jepang merasa ada “ledakan bom atom ke 3” yang di jatuhkan tepat di Kota Tokyo mendengar Mohammad Natsir, yang juga pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi ini meninggal dunia.

 

“Itu bukan ucapan dramatis seperti kamu bilang. Itulah perasaan hati kami bangsa Jepang atas meninggalnya Mohammad Natsir waktu itu, “ kata Hamada San mengakhiri cerita.

 

Saya mendengarkan kisah itu tanpa sedikitpun menyela. Saya hanya diam terpaku, mendengarkan penjelasan yang tertunda selama 10 tahun lamanya.

 

Mohammad Natsir, adalah seorang ulama, politikus, pejuang kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional. Mantan sebagai presiden Liga Muslim Dunia (World Muslim League) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia ini mungkin agak kurang dikenal di kalangan generasi milenial.

 

Yang tidak kalah penting, pemegang 3 gelar Doktor (HC.) adalah orang di balik gagasan kembalinya Indonesia menjadi Negara Kesatuan, 73 tahun yang lalu, sebelum banyak orang berteriak “Saya NKRI” dan ‘saya Pancasila’.

 

Kala itu, tokoh Partai Masyumi ini mengajukan gagasan penting, yakni kembalinya Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setelah sebelumnya Indonesia hidup dalam Republik Indonesia Serikat (RIS).

 

Setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan dengan pemimpin fraksi, sekaligus melakukan lobi untuk menyelesaikan berbagai krisis di daerah, Mohammad Natsir berpidato mengajak seluruh negara bagian bersama-sama mendirikan negara kesatuan melalui prosedur parlementer, yakni melalui Mosi Integral pada 3 April 1950.

 

Berkat perjuangan Pak Natsir, Parlemen RIS menerima mosi dan meminta pemerintah segera melakukan langkah-langkah untuk membentuk negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR). Pidatonya kemudian dikenal dengan “Mosi Integral M Natsir”.

 

SUMBER:

Agus Maksum (Pengurus DDII, Jawa Timur). 2023. Kisah Pak Natsir yang Tidak Pernah Diceritakan dalam Sejarah. Dewandakwahjatim.com.


Thursday, 3 July 2025

Gen Ajaib Ungkap Identitas Bakteri


Gen 16S rRNA: Kunci Canggih untuk Mengenali dan Mengklasifikasi Bakteri

 

Bakteri merupakan mikroorganisme yang jumlah dan jenisnya sangat melimpah di alam. Mereka bisa ditemukan di tanah, air, udara, bahkan di dalam tubuh manusia. Namun, tidak semua bakteri dapat dikenali hanya dengan melihat bentuk atau sifat fisiknya. Itulah sebabnya para ilmuwan terus mencari cara yang lebih akurat untuk mengidentifikasi jenis-jenis bakteri.

 

Salah satu terobosan penting dalam dunia mikrobiologi adalah penggunaan analisis genetik, khususnya gen 16S ribosomal RNA (16S rRNA). Gen ini terdapat di semua bakteri dan memiliki struktur unik: sebagian besar bagiannya sangat stabil (disebut conserved regions), namun juga memiliki bagian yang bervariasi (variable regions). Inilah yang membuatnya ideal untuk membedakan satu jenis bakteri dari yang lain.

 

Dibandingkan metode konvensional seperti pewarnaan Gram atau uji biokimia, teknik sekuensing 16S rRNA jauh lebih unggul. Metode tradisional kerap gagal mendeteksi bakteri yang sulit dikultur di laboratorium atau yang memiliki karakteristik biokimia yang tidak biasa. Sebaliknya, dengan membaca urutan gen 16S rRNA, kita bisa mengenali bakteri bahkan dari spesies baru sekalipun — tanpa harus menumbuhkannya lebih dulu di cawan petri.

 

Gen 16S rRNA memiliki panjang sekitar 1.500 pasangan basa. Dalam praktiknya, cukup membaca sebagian urutan sepanjang 500 basa untuk mengidentifikasi sebagian besar bakteri klinis. Ini lebih hemat biaya, namun tetap memberikan hasil yang akurat (Clarridge, 2004). Bahkan, banyak basis data genetik seperti GenBank telah menyimpan lebih dari 90.000 data gen 16S rRNA yang siap dibandingkan untuk mengenali bakteri tak dikenal.

 

Penggunaan gen ini juga memungkinkan para ilmuwan menyusun "pohon keluarga" bakteri yang menunjukkan hubungan evolusi antarmereka. Menariknya, hasil pemetaan hubungan kekerabatan berdasarkan gen 16S rRNA sebanding dengan hasil dari pemetaan seluruh genom (Bansal & Mayer, 2003), meskipun tentunya lebih praktis dan efisien.

 

Kini, metode sekuensing 16S rRNA telah menjadi standar emas di berbagai bidang, termasuk kedokteran, lingkungan, pertanian, dan industri makanan. Bukan hanya untuk identifikasi, tetapi juga untuk penelitian evolusi dan pemantauan mikroba dalam ekosistem (Akihary & Kolondam, 2020).

 

Mengungkap Dunia Mikroba: Kelebihan dan Keterbatasan Analisis Gen 16S rRNA dalam Identifikasi Bakteri

Di balik dunia yang tampak steril, sesungguhnya hidup jutaan mikroorganisme — terutama bakteri — yang tak kasat mata namun memiliki peran besar dalam kesehatan, industri, bahkan lingkungan. Salah satu tantangan utama dalam mikrobiologi adalah bagaimana mengenali dan mengklasifikasikan bakteri-bakteri ini dengan cepat, akurat, dan efisien. Di sinilah analisis gen 16S rRNA mengambil peran penting.

 

Mengapa 16S rRNA Begitu Istimewa?

Gen 16S rRNA menjadi “buku petunjuk molekuler” yang sangat efektif dalam mengidentifikasi bakteri. Berikut adalah keunggulannya:

1.Mampu mengenali bakteri langka dan bakteri dengan profil unik yang sulit diidentifikasi dengan metode biasa.

2.Efektif untuk bakteri yang lambat tumbuh, seperti Mycobacterium tuberculosis yang memerlukan waktu hingga 8 minggu untuk tumbuh di kultur laboratorium.

3.Lebih akurat dibanding metode konvensional, karena mampu mengidentifikasi lebih banyak spesies dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah (Akihary & Kolondam, 2020).

4.Membuka peluang penemuan spesies baru: Sekuensing 16S rRNA telah membantu mengidentifikasi lebih dari 200 spesies bakteri baru dalam satu dekade terakhir.

5.Menjangkau bakteri yang tidak bisa dikultur, seperti Treponema pallidum, agen penyebab sifilis. Metode ini dapat mendeteksi DNA-nya langsung dari sampel, tanpa perlu menumbuhkannya.

6.Cepat, akurat, dan informatif: Sekuensing sepanjang 500 hingga 1.500 basa cukup untuk membedakan berbagai spesies dengan presisi tinggi (Janda & Abbott, 2007).

 

Tapi, Tidak Semua Bisa Diatasi oleh 16S rRNA

Meski revolusioner, metode ini tidak tanpa kelemahan. Ada beberapa keterbatasan penting:

  • Daerah "blindspot": Beberapa spesies, seperti Staphylococcus aureus dan Burkholderia spp., memiliki sekuens 16S yang terlalu mirip, sehingga sulit dibedakan. Solusinya, gen alternatif seperti groEL, tuf, atau rpoB perlu dianalisis (Heikens et al., 2005; Kwok & Chow, 2003).
  • Tidak mendeteksi faktor virulensi: Karena gen 16S rRNA tidak menyandikan protein virulen, metode ini kurang tepat untuk studi epidemiologi atau patogenisitas.
  • Kesamaan genetik ≠ kesamaan fungsi: Dua bakteri bisa memiliki gen 16S yang identik, tapi secara morfologi dan fisiologi berbeda. Oleh karena itu, uji fenotipik tetap penting sebagai pendamping (Clarridge, 2004).

 

Langkah-Langkah dalam Analisis 16S rRNA

1.Ekstraksi DNA: Menggunakan enzim lysozyme, SDS, dan proteinase K untuk memisahkan DNA dari sel bakteri (Clark & Pazdernik, 2009).

2.Amplifikasi dengan PCR: Menggandakan gen 16S menggunakan primer universal.

3.Visualisasi dengan elektroforesis: Memastikan produk PCR telah terbentuk.

4.Sekuensing DNA: Dilakukan dengan metode Sanger atau teknologi sekuensing generasi baru (NGS).

5.Analisis hasil sekuensing: Dibandingkan dengan database seperti GenBank, RDP, atau BLAST NCBI untuk identifikasi.

 

Rekomendasi Praktis

Menurut Janda & Abbott (2007), berikut pedoman terbaik dalam penggunaan sekuensing 16S rRNA:

  • Gunakan panjang sekuens minimal 500–525 bp, idealnya 1.300–1.500 bp.
  • Anggap hasil positif jika tingkat kesamaan >99% (idealnya >99,5%).
  • Tambahkan data fenotipik atau gen lain jika skor kemiripan terlalu dekat.

 

Kesimpulan: Kombinasi Ilmu Molekuler dan Konvensional adalah Kunci

Metode 16S rRNA telah membawa revolusi besar dalam dunia identifikasi bakteri. Ia cepat, akurat, dan menjangkau bakteri yang selama ini sulit dideteksi. Namun, seperti pisau bermata dua, metode ini tetap perlu dilengkapi dengan pendekatan konvensional dan molekuler lainnya. Dengan pendekatan integratif ini, dunia mikroba tidak lagi gelap — ia kini terbuka lebar untuk dikenali, dipelajari, dan dimanfaatkan untuk kebaikan umat manusia.

 

Dengan kemampuannya membedakan spesies bakteri secara akurat dan efisien, gen 16S rRNA telah merevolusi cara kita mengenali dan memahami dunia mikroba. Di masa depan, pemanfaatan teknologi genetik ini akan terus berkembang, mempercepat diagnosa penyakit, menemukan bakteri baru, dan menjaga kesehatan manusia serta lingkungan.

 

Referensi

Akihary, D. T., & Kolondam, B. J. (2020). Analisis filogenetik bakteri menggunakan gen 16S rRNA. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 89–95.

Janda, J. M., & Abbott, S. L. (2007). 16S rRNA gene sequencing for bacterial identification in the diagnostic laboratory: pluses, perils, and pitfalls. Journal of Clinical Microbiology, 45(9), 2761–2764.

Johnson, J. S., et al. (2019). Evaluation of 16S rRNA gene sequencing for species and strain-level microbiome analysis. Nature Communications, 10(1), 5029.

Heikens, E., Fleer, A., Paauw, A., Florijn, A., Fluit, A. C. (2005). Comparison of genotypic and phenotypic methods for species-level identification of clinical isolates of coagulase-negative staphylococci. Journal of Clinical Microbiology, 43(5), 2286–2290.

Kwok, A. Y. F., & Chow, A. W. (2003). Phylogenetic study of the GroEL gene in various Staphylococcus species. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, 53(2), 451–460.

Sacchi, C. T., et al. (2002). Sequencing of 16S rRNA: a powerful tool for bacterial identification. Journal of Clinical Microbiology, 40(8), 2872–2878.

Clark, D. P., & Pazdernik, N. J. (2009). Biotechnology: Applying the Genetic Revolution. Academic Cell.

Brown, T. A. (1991). Essential Molecular Biology. Oxford University Press.

Wednesday, 2 July 2025

Subuh Bersama Sang Muazin: Diam-Diam Inilah Rahasia Rezeki dan Kemuliaan Hidupnya

 



Subuh Bersama Sang Muazin: Ternyata Ini Rahasia Rezekinya Tak Pernah Putus !

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Subuh pagi itu, hawa sejuk menyelimuti langit BSD. Kabut tipis masih menyelimuti pepohonan, dan burung-burung mulai berkicau pelan mengiringi cahaya fajar yang perlahan menyapa. Usai menunaikan shalat Subuh berjamaah di Masjid Al-Hakim, saya duduk bersisian dengan Ustadz Abu Zahra, muazin andalan masjid kami yang suaranya mengalun merdu menggetarkan hati.

 

“Ustadz, saya mohon izin ingin belajar kepada Ustadz,” ucap saya perlahan, membuka percakapan dengan nada penuh hormat. Sudah lama saya ingin berbincang, dan pagi ini Allah pertemukan kami dalam suasana yang sangat khusyuk. Duduk bersebelahan setelah shalat Subuh terasa begitu hangat dan akrab, seolah Allah SWT sedang membukakan ruang untuk saya menyelami keteladanan seorang hamba yang begitu istiqamah.

 

Masya Allah, Ustadz Abu Zahra selalu menjadi yang pertama datang ke masjid. Beliau dengan setia mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tanpa absen kecuali ada halangan berat. Jika imam berhalangan, beliau siap maju ke depan menjadi pengganti. Beliau pula yang menyiapkan mikrofon, sajadah imam, bahkan menjadi MC pada kajian Sabtu dan Ahad tanpa diminta. Hari Jumat, selepas syuruk, beliau menyapu karpet dan membersihkan podium untuk khutbah Jumat. Semua dikerjakan dalam diam, penuh keikhlasan.

 

Saya merenung dalam hati, “Sungguh ini adalah rezeki yang luar biasa.” Rezeki bukan hanya harta, tetapi kemuliaan untuk bisa memanggil orang-orang menuju shalat berjamaah di rumah Allah. Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya manusia tahu pahala adzan dan shaf pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Saya kagum dan jujur, merasa iri dalam makna yang baik. Lalu saya pun bertanya, “Ustadz, apa rahasianya bisa istiqamah dan diberi kelapangan rezeki dalam arti yang luas?” Apa karena doa Ibu ? Beliau terdiam. Suaranya mulai parau. Air mata menggenang di matanya.

 

“Kalau saya ditanya tentang Ibu…” katanya lirih, “…saya selalu ingat bagaimana Ibu mendoakan saya setiap saya pergi. Saya selalu minta doa sebelum keluar rumah.”

Saya terdiam. Haru menyeruak. Saya usap punggung beliau pelan. “Maafkan saya Ustadz, jika membuat Ustadz teringat kenangan yang begitu dalam.”

 

Ustadz lalu bercerita, sejak SD ia sudah biasa ke masjid, bahkan menginap di masjid. Rumahnya sekitar satu kilometer dari masjid, ditempuh dengan berjalan kaki. Dari kecil hingga SMP, hingga belajar Paket C sebagai pengganti SMA, beliau tetap rutin adzan di masjid.

 

“Saya ini orang bodoh,” ujarnya merendah. Tapi Allah angkat derajatnya. Dari tukang serabutan di kampung, beliau datang ke Serpong karena ajakan pamannya. Ia mulai bekerja sebagai OB (Office Boy) di SMPN, lalu menikah, punya dua anak, dan atas dorongan keluarga, kuliah di usia 45 tahun di Universitas PTIQ Jakarta Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam.

 

Masya Allah, di usia 48 tahun, setelah lulus, ia ditawari menjadi guru. Awalnya ragu, namun setelah istikharah dan mendapat dorongan dari dosen dan teman, ia menerima tugas itu. Sampai sekarang, beliau mengajar di SMP Negeri, tetap menjadi muazin lima waktu, dan terus mengabdi.

Ketika saya bertanya tentang rezeki, beliau tersenyum dan menjawab, “Rezeki selalu ada, Alhamdulillah. Kuncinya disyukuri.”

 

Saya juga bertanya tentang bagaimana menghadapi siswa-siswa SMP. Beliau mengaku sempat kesulitan menarik perhatian murid. Tapi beliau terbuka untuk belajar. “Saya kurang paham sains, tapi saya siap menerima masukan,” katanya tulus.

 

Yang paling membekas adalah pesan terakhir beliau, “Saya tidak pernah menolak perintah guru. Barangkali inilah sebab Allah beri kemudahan. Doa dan ridho guru itu kunci.”

Subhanallah. Dalam hening Subuh itu, saya seperti belajar langsung makna QS Al-Mujadilah ayat 11: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

 

Dan sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Ustadz Abu Zahra bukan hanya guru, tapi teladan. Dalam diamnya, ada ketekunan. Dalam tangisnya, ada keikhlasan. Dalam langkahnya menuju masjid, ada jejak yang menuntun kami semua pada jalan yang diridhai Allah.

 

Jazakumullah khairan katsiran, Ustadz Abu Zahra. Semoga Allah balas semua amal dengan surga-Nya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.


#InspirasiSubuh 

#KisahMuazin 

#RezekiBerkah 

#Istiqamah 

#TeladanHidup


Monday, 30 June 2025

Ujung Dunia Cermin Maha Kuasa Allah




Di Ujung Utara Dunia, Ada Negeri yang Membuat Kita Tak Henti Bertakbir.

 

Di tengah kehangatan dan kehijauan Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, ada sebuah dunia yang nyaris tak tersentuh oleh manusia, berada jauh di utara bumi, tempat di mana es dan salju menjadi lanskap utama sepanjang tahun. Tempat itu bernama Svalbard, sebuah wilayah Norwegia yang terletak di Lingkar Arktik. Lingkar artik adalah garis imajiner yang mengelilingi bagian paling utara bumi. Meski tampak sunyi dan beku, Svalbard justru menyimpan banyak keajaiban alam yang menakjubkan, menjadi bukti nyata akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam menciptakan alam semesta ini.

 

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (Kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)

 

Mari kita pelajari fakta-fakta unik dari kepulauan Svalbard, dan merenungi bagaimana keindahan dan keunikan ini menguatkan keimanan kita kepada Sang Pencipta yaitu Allah Swt.

 

Peta Arktik, dengan Lingkar Akrtik berwarna biru


1. Kepulauan Paling Utara di Dunia

 

Gambar 1. Pegunungan di Spitsbergen, pulau terbesar di Svalbard

 

Svalbard terletak hanya sekitar 1.000 (seribu) kilometer dari Kutub Utara, menjadikannya salah satu kepulauan paling utara yang dihuni manusia. Lokasi ini membuat Svalbard dikelilingi es laut dan gletser yang menghampar luas. Dari tempat ini, kita seakan berada sangat dekat dengan langit, memperkuat makna ayat: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (QS. Nuh: 15)


Di tempat yang tampak sepi dan dingin ini, justru keajaiban ciptaan Allah tergambar begitu nyata.

 

2. Musim Panas yang Pendek dan Sejuk

 

Gambar 2. Pemukiman penduduk di Spitsbergen, Svalbard

 

Musim panas di Svalbard sangat singkat. Suhu pada bulan terhangat hanya sekitar 6°C, jauh berbeda dengan suhu tropis yang biasa kita alami. Keadaan ini membuat kita merenung: bagaimana kehidupan manusia tetap bisa berjalan di tempat ekstrem seperti ini?

 

Subhanallah, sungguh Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan kadar yang tepat: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49)

 

3. Malam Kutub: Bulan-Bulan Tanpa Matahari

 

Gambar 3. Fenomena malam kutub (polar night) pukul 11 siang di Longyearbyen, Svalbard

 

Mulai pertengahan November hingga akhir Januari, Svalbard mengalami fenomena malam kutub (polar night), di mana matahari tidak terbit sama sekali. Langit senantiasa gelap selama 24 jam. Ini berlangsung selama 4 bulan. Dalam keheningan malam panjang itu, manusia bisa merenungi makna kehidupan, menyadari betapa berharganya cahaya dan waktu.

 

Rasulullah SAW bersabda: "Gunakanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang kefakiranmu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Hakim)

 

Malam kutub mengajarkan kita untuk menghargai nikmat waktu dan cahaya yang sering kita abaikan.

 

4. Matahari Tengah Malam: Terangnya Tanpa Henti

 

Gambar 4. Fenomena matahari tengah malam (midnight sun) di Longyearbyen, Svalbard

 

Sebaliknya, pada musim panas, Svalbard mengalami matahari tengah malam, di mana matahari tak pernah terbenam selama lebih dari 2 bulan. Langit tetap terang meski waktu menunjukkan tengah malam.

Fenomena ini mengingatkan kita pada hari kiamat, di mana Allah menggambarkan keadaan alam akan berubah: “Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan...” (QS. At-Takwir: 1–2)

 

Matahari yang seolah “lupa” tenggelam ini menjadi pelajaran penting bahwa semua ciptaan Allah tunduk kepada-Nya, dan bisa berubah bila Allah berkehendak.

 

5. Melihat Aurora di Siang Hari

 

Gambar 5. Pemandangan aurora borealis di Svalbard

 

Salah satu fenomena paling menakjubkan di Svalbard adalah aurora borealis yang bisa terlihat bahkan pada siang hari. Cahaya warna-warni yang menari di langit Arktik adalah hasil interaksi antara partikel matahari dan atmosfer bumi.

 

Dalam cahaya aurora, manusia bisa merasakan keagungan ciptaan Allah Swt yang tak terjangkau oleh teknologi manusia sepenuhnya: “Dialah Allah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (Kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan.” (QS. Yunus: 67)

 

6. Rusa Kutub Svalbard: Bukti Adaptasi Ciptaan Allah

 

Gambar 6. Rusa kutub Svalbard sedang berlari

 

Svalbard memiliki rusa kutub spesial yang tubuhnya lebih kecil, kakinya pendek, dan bulunya sangat tebal. Mereka telah beradaptasi selama ribuan tahun untuk bertahan di lingkungan ekstrem. Bahkan mata mereka berubah warna sesuai musim demi menyesuaikan dengan cahaya.

 

Ini menunjukkan bahwa setiap makhluk hidup sudah diberi kemampuan khusus oleh Allah Swt untuk bertahan sesuai lingkungannya: “Tiada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6)

 

7. Vegetasi (Tumbuh-tumbuhan) di Tanah Es


Gambar 7. Vegetasi (Tumbuh-tumbuhan) di Svalbard


Meskipun hampir sepanjang tahun tertutup salju dan es, Svalbard tetap memiliki lebih dari 700 jenis tumbuhan, lumut, dan jamur. Mereka tumbuh rendah dan merambat, beradaptasi dengan tanah beku dan sinar matahari terbatas.

 

Subhanallah, ini membuktikan bahwa kehidupan bisa tumbuh di mana pun bila Allah Swt berkehendak: “Dan di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama, namun Kami melebihkan sebagian dari yang lain dalam hal rasa. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ra’d: 4)

 

Menyaksikan Ciptaan Allah untuk Menguatkan Iman

 

Mengunjungi tempat seperti Svalbard bukan sekadar wisata ekstrem, melainkan perjalanan spiritual untuk menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah. Keindahan alam yang unik di ujung utara bumi ini menjadi sarana untuk semakin mengenal Sang Pencipta, merenungkan keteraturan alam, dan mengingat bahwa segala sesuatu berjalan atas kehendak-Nya.


Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)

 

Melalui perjalanan dan pengamatan alam, kita tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperkuat keimanan. Svalbard adalah salah satu bukti nyata bahwa alam semesta ini penuh dengan pelajaran spiritual yang menunggu untuk direnungi.

 

Jika Anda berkesempatan mengunjungi tempat seperti Svalbard, jadikanlah setiap langkah ke sana sebagai perjalanan menuntut ilmu dan ibadah. Karena fenomena alam merupakan ayat-ayat Allah Swt yang menunjukkan kebesaran-Nya bagi siapa pun yang mau berpikir.


#svalbard 

#keajaibanalam 

#islamicinsight 

#arktik 

#tandakebesaranAllah