Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, 27 December 2025

Banjir Bandang di Sumatera: Teguran atau Rahmat Allah? Ini Pesan Al-Qur’an tentang Keseimbangan Alam

 


Banjir Bandang dan Panggilan Keseimbangan dari Allah SWT

 

Beberapa waktu terakhir, banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menyisakan duka dan keprihatinan mendalam. Harta benda rusak, aktivitas masyarakat terganggu, bahkan tidak sedikit nyawa yang melayang. Dalam pandangan iman, peristiwa seperti ini tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam semata, tetapi juga sebagai pesan dan pelajaran dari Allah SWT bagi manusia.


Al-Qur’an mengajarkan bahwa alam semesta diciptakan Allah dengan penuh keseimbangan. Prinsip keseimbangan ini dikenal dengan istilah mizan, yaitu ukuran yang adil dan proporsional. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rahman ayat 7–9: “Dan Dia meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” Ayat ini menegaskan bahwa manusia dilarang merusak keseimbangan yang telah Allah tetapkan, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pengelolaan alam.


Ketika keseimbangan itu dilanggar, dampaknya akan kembali kepada manusia sendiri. Kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan secara liar, pencemaran sungai, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dapat memperparah risiko bencana. Selain itu, ketidakadilan sosial seperti keserakahan, korupsi, dan pengelolaan sumber daya yang tidak amanah juga menjadi bagian dari pelanggaran terhadap mizan. Lebih jauh lagi, pengabaian akhlak—ketika manusia hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa peduli pada lingkungan dan sesama—ikut mempercepat kerusakan tersebut.


Allah SWT mengingatkan hal ini dalam Surah Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” Ayat ini mengajarkan bahwa bencana bisa menjadi teguran agar manusia sadar, berhenti dari kesalahan, dan kembali kepada aturan Allah.


Namun demikian, Islam juga mengajarkan kita untuk tidak memandang musibah semata-mata sebagai hukuman. Di balik peristiwa banjir bandang, terdapat hikmah dan rahmat Allah SWT yang sering kali luput dari pandangan manusia. Air bah yang datang dapat membersihkan lingkungan dari sampah dan kotoran yang selama ini diabaikan. Endapan lumpur dan sedimen yang terbawa banjir juga dapat menyuburkan tanah, yang pada akhirnya menjadi sumber rezeki bagi manusia di masa depan.


Lebih dari itu, banjir bandang adalah pengingat yang kuat agar manusia kembali merenungi hubungannya dengan Allah dan dengan alam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 96: “Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” Ayat ini menegaskan bahwa iman dan takwa memiliki hubungan erat dengan keberkahan alam dan kehidupan.


Tentu kita tidak menutup mata bahwa banjir bandang juga membawa penderitaan, kehilangan, dan luka yang mendalam. Karena itu, sebagai hamba Allah, kita dituntut untuk berdoa, bersabar, dan saling tolong-menolong, sekaligus berikhtiar menjaga lingkungan dengan lebih baik. Merawat alam, bersikap adil, dan memperbaiki akhlak bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT.


Semoga setiap peristiwa yang terjadi menjadi jalan bagi kita untuk semakin dekat kepada-Nya, memperbaiki diri, dan menjaga keseimbangan alam sebagaimana yang Allah kehendaki. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.


#BanjirBandang

#PesanAlQuran

#MizanAlam

#DakwahLingkungan

#IslamDanBencana

No comments: