“Dan sungguh,
Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
Tiga puluh tahun
lalu, aku sedang menempuh studi pasca sarjana di Universitas Gifu, Jepang. Suatu hari, aku membaca sebuah
email dari mailing list pelajar Indonesia di luar negeri. Isinya singkat,
tetapi menembus relung hati yang paling dalam. Seorang teman, sesama karyasiswa yang
sedang menempuh studi di Amerika Serikat, menuliskan satu harapan sederhana:
suatu hari dapat menunaikan ibadah haji setelah kembali ke Indonesia.
Aku terdiam cukup lama. Saat itu aku masih seorang karyasiswa, dan terus terang, ibadah haji terasa seperti mimpi yang teramat jauh. Penghasilan terbatas, kebutuhan hidup tak pernah sedikit, sementara tanggung jawab keluarga dan pekerjaan harus terus ditunaikan. Namun sejak membaca tulisan itu, perlahan tumbuh tekad yang kuat di dalam hati untuk suatu hari menunaikan rukun Islam yang kelima. Sejak saat itulah aku semakin meyakini bahwa Allah Maha Mendengar—bahkan bisikan hati yang paling dalam.
“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.”(QS. Al-Baqarah: 256)
Sekembalinya ke Indonesia, aku menyadari bahwa
tidak ada jalan pintas. Aku memilih untuk fokus bekerja, menekuni aktivitas di
laboratorium, dan menjalankan setiap tugas rutin dengan sebaik mungkin. Hari demi
hari kulalui dengan kesungguhan dan semangat, meskipun belum tahu kapan
harapan itu akan terwujud.
Allah membuka jalan. Rezeki datang dari arah yang
sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Hasil riset yang pernah
kulakukan di Jepang ternyata menghadirkan imbalan yang cukup besar—cukup untuk
mendaftar haji, bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk istriku.
Setahun kemudian, atas kemudahan dari Allah, kami benar-benar dapat berdiri di depan
Ka'bah, menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Alhamdulillah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan
harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
Dari perjalanan ini aku belajar satu hal penting:
Allah selalu mengetahui apa yang tersimpan di lubuk hati hamba-Nya.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah,
niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari
arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)
Jika saat ini impian baik terasa begitu jauh,
jangan berputus asa. Teruslah melangkah dengan kesungguhan dan istiqamah. Allah
Maha Mendengar isi hati hamba-Nya, dan setiap ketetapan-Nya selalu datang pada
waktu yang paling tepat.
Sumber:
Anggota Ikatan Alumi Gifu University, Jepang.
#BisikanhatiDikabulkan
#KisahHaji
#AllahMahaMendengar
#Karyasiswa
#HikmahHidup

No comments:
Post a Comment