Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, 15 March 2025

Tergetar Membaca Quran Terjemah Jepang, Eichi Koinuma Mantap Bersyahadat

 

Mantap Bersyahadat, Setelah Membaca Quran Terjemah Jepang

 

Pada Jumat, 26 Juli 2024, sebuah momen bersejarah terjadi di Chiba Islamic Cultural Center, Jepang, ketika Eichi Koinuma, seorang pria Jepang, mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan. Di tengah keluarga yang lebih dahulu memeluk Islam, Koinuma mengucapkan syahadat yang dipandu oleh Sugimoto Sensei. Momen ini bukan hanya menjadi titik balik dalam hidup Koinuma, tetapi juga menjadi kabar gembira bagi komunitas Muslim di Jepang. Kehadiran anak dan istrinya yang juga telah memeluk Islam menjadi saksi perjalanan spiritual yang penuh makna ini. Setelah menerima banyak ucapan selamat baik di dunia nyata maupun melalui media sosial, Koinuma merasa bahagia dan bersyukur. Perjalanan spiritualnya dimulai dengan sebuah pencarian dalam diri, yang akhirnya membawanya pada petunjuk dalam bentuk Al-Quran terjemah Jepang yang diterjemahkan oleh Sensei Sugimoto.

 

Al-Quran: Sumber Hidayah yang Menerangi Jalan Hidup

 

Bagi Koinuma, perjalanan menuju Islam tidaklah mudah. Setelah kehilangan anak tercinta, ia merasa kehidupan semakin tidak memiliki arah. Rasa kesedihan itu membawanya mencari kedamaian dalam hidup yang lebih mendalam. Dalam pencarian tersebut, ia mulai membaca Al-Quran terjemah Jepang yang diterjemahkan oleh Sensei Sugimoto. Dengan penuh kesungguhan, ia membaca Quran ini berulang kali hingga setiap kata dalam Al-Quran terasa menggetarkan hatinya. "Saya membawa Quran ini ke mana pun saya pergi," katanya. Bagi Koinuma, Al-Quran bukan hanya sekadar kitab yang terjaga dalam bentuknya, tetapi juga sebagai wahyu yang memberikan petunjuk hidup yang abadi. Al-Quran, meskipun diturunkan lebih dari 1.400 tahun yang lalu, tetap relevan dan abadi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 9, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami-lah yang benar-benar memeliharanya.” Dengan keyakinan ini, Koinuma merasa bahwa Al-Quran adalah sumber hidayah yang tak tergantikan dan mampu memberi petunjuk bagi setiap orang yang mencari kebenaran.

 

Hidayah yang Mengalir Melalui Program Wakaf Quran Terjemah Jepang

 

Program Wakaf Quran Terjemah Jepang yang digagas oleh Cinta Quran Foundation (CQF) memiliki peranan penting dalam menyebarkan dakwah Islam di Jepang. Program ini berhasil mencetak dan mendistribusikan lebih dari 3.000 Al-Quran terjemah Jepang dalam waktu kurang dari enam bulan. Hal ini memberi dampak besar dalam membawa banyak orang Jepang memeluk Islam. Rhianah, Project Manager Program Wakaf Quran Terjemah Jepang, merasa terharu melihat perubahan hidup banyak orang yang menerima hidayah melalui Al-Quran ini. “MasyaAllah, Quran ini disambut dengan baik oleh masyarakat Jepang. Mereka datang dengan penuh kesadaran untuk memeluk Islam, bukan karena paksaan, tetapi karena keyakinan yang mereka temukan dalam Al-Quran,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan. Program wakaf ini menjadi sarana yang sangat efektif dalam menyebarkan dakwah Islam, mengingat betapa pentingnya pembacaan Al-Quran dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

 

Islam Mengajarkan Tujuan Hidup yang Jelas

 

Keputusan Koinuma untuk memeluk Islam adalah hasil dari pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama ini. Ia merasa bahwa Islam memberikan arah yang jelas dan tujuan hidup yang lebih berarti. Islam mengajarkan lima rukun utama yang harus diyakini dan dijalani setiap Muslim, yakni syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Islam juga mengajarkan untuk menghargai keluarga, membantu sesama, serta hidup dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain. Hal ini selaras dengan pesan yang terkandung dalam Al-Quran, seperti yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 2: "Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." Dengan mengikuti ajaran-ajaran ini, Koinuma merasa bahwa ia telah menemukan hidup yang lebih manusiawi dan penuh makna. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits riwayat Muslim, "Islam itu adalah perdamaian, siapa yang mengikuti Islam, maka dia akan mendapatkan kedamaian dalam hidupnya."

 

Hidayah yang Datang Tanpa Paksaan

 

Kisah perjalanan spiritual Koinuma menunjukkan bahwa hidayah dapat datang kapan saja, tanpa mengenal batasan dan tanpa paksaan. Ketika hati terbuka untuk mencari kebenaran, Allah SWT akan membimbingnya menuju cahaya Islam. Al-Quran yang diterjemahkan dengan penuh kasih sayang menjadi alat yang sangat efektif dalam membuka hati-hati yang mencari kebenaran. Sebagaimana tertulis dalam Surah Al-Isra ayat 9: "Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang lurus..." Melalui program Wakaf Quran Terjemah Jepang, semakin banyak orang Jepang yang menemukan jalan mereka menuju Islam. Perjalanan ini bermula dari rasa ingin tahu tentang kehidupan dan berakhir dengan kedamaian sejati yang hanya dapat ditemukan dalam Islam.

 

Kini, Koinuma merasa bahwa ia telah menemukan tujuan hidup yang lebih jelas dan lebih baik. Ia bertekad untuk terus memperdalam pengetahuan tentang Islam dan berbagi kebaikan tersebut kepada orang lain. Ia menyadari bahwa hidup ini tidak hanya tentang pencarian materi, tetapi tentang pencarian kedamaian sejati yang hanya diberikan Allah melalui Islam.

 

SUMBER

Mantap Bersyahadat, Setelah Membaca Quran Terjemah Jepang. Cinta Quran Foundation. cqfoundation.or.id.


#MualafJepang 

#HidayahAlQuran 

#QuranTerjemahJepang 

#DakwahGlobal 

#CahayaIslam

Kisah Mualaf Jepang yang Menggetarkan Hati


 

Kisah Mualaf Pemuda Jepang yang Menggetarkan Hati

 

Setiap perjalanan hidup memiliki titik balik yang tak terduga. Salah satunya dialami oleh Kaiji Wada, seorang pemuda Jepang yang memeluk Islam pada tahun 2017. Perjalanannya menuju agama yang kini ia anut dimulai dari pengalaman pertukaran pelajar di Brunei pada tahun 2015. Pengalaman tersebut membuka mata Kaiji terhadap dunia Islam yang selama ini hanya ia kenal melalui berita-berita negatif, khususnya yang berhubungan dengan kelompok radikal seperti ISIS. "Tahun ini adalah Ramadan keempat sebagai Muslim Jepang, saya merasa bangga sama agama saya lewat ibadah, identitas saya sebagai Muslim menjadi lebih kuat," kata Kaiji, yang kini bekerja sebagai CEO sebuah perusahaan konsultan di Tokyo.

 

Sebelum mengenal Islam, Kaiji adalah seorang pemuda yang tidak memiliki agama yang jelas, bahkan cenderung sekuler. Hidupnya dipenuhi dengan kebingungan tentang makna dan tujuan hidup. "Biasanya di masyarakat Jepang, mereka sering tersesat, atau bingung [dalam menetapkan] apa yang penting dalam kehidupan mereka, apa yang benar dan tidak benar. Jadi mereka hidup untuk bekerja sampai bunuh diri, disebabkan kecapekan," ungkap Kaiji. Pandangan yang ia miliki berubah setelah berinteraksi dengan komunitas Muslim di Brunei dan belajar lebih dalam mengenai Islam. "Setelah masuk Islam semua tujuan dan jawaban tertulis di Quran. Sekarang tujuan kehidupan saya sudah jelas, Alhamdulillah," tambahnya.

 

Perubahan yang dialami Kaiji juga tidak terlepas dari tantangan. Mengubah pemahaman keluarga, terutama ibunya yang pada awalnya tidak setuju dengan agama, menjadi salah satu ujian terbesar. Kaiji menceritakan, "Awalnya ibu saya tak suka agama, bukan hanya Islam tapi semua agama. Saya pikir karena ibu tak ada pengalaman berkomunikasi langsung dengan orang Islam, hanya informasi dari media. Kalau ketemu langsung, mereka tidak bahaya." Meski begitu, ibunya kini mendukung pilihan hidup Kaiji meski masih merasa belum sepenuhnya nyaman dengan agama Islam. "Alhamdulillah, dia sering kirim makanan halal untuk saya," ujar Kaiji dengan penuh syukur.



Pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas, seperti yang dirasakan Kaiji, juga ditemukan dalam ajaran Islam. Al-Qur'an mengajarkan umatnya untuk selalu mencari petunjuk dalam hidup. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah SWT berfirman: "Ini adalah Kitab yang tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." Bagi Kaiji, petunjuk yang dimaksud adalah Al-Qur'an yang memberi arahan jelas tentang bagaimana hidup dengan tujuan yang mulia.

 

Tak hanya keluarga, tantangan lain yang dihadapi Kaiji adalah terbatasnya fasilitas Muslim di Jepang. Meski jumlah Muslim di Jepang meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah masjid dan tempat ibadah Muslim masih tergolong sedikit. "Tantangan saya adalah harus cari tempat salat karena sedikit masjid dan juga cari makanan halal," katanya. Di Jepang, meski ada sekitar 100 musala dan masjid, tidak semua daerah memiliki akses mudah ke tempat-tempat ibadah tersebut.

 

Pengalaman spiritual Kaiji yang tak terlupakan adalah saat ia berkesempatan untuk umrah pada akhir 2019. Di hadapan Ka'bah, ia merenungkan betapa jauh dirinya dari ajaran Islam sebelum memeluk agama ini. "Saat saya lihat Ka'bah, saya [berpikir] saya cuma pemuda Jepang biasa yang dulu sekuler, tak beragama. Kehidupan saya saat itu sangat jauh dari ajaran Islam," kenangnya. Pengalaman ini menggambarkan betapa besar perubahan yang terjadi dalam hidupnya, sebuah transformasi spiritual yang kini menjadi landasan hidupnya.

 

Pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas dan berbasis pada ajaran agama adalah tema yang sering ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan membuat segala urusannya menjadi kacau dan ia akan mendapatkan dunia sesuai dengan apa yang ditentukan oleh-Nya. Namun barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat kepadanya" (HR. Tirmidzi). Hadis ini mengajarkan umat Islam untuk selalu menjadikan tujuan akhirat sebagai orientasi hidup, di mana segala keputusan dan tindakan kita seharusnya berlandaskan pada keinginan untuk meraih keridhaan Allah SWT.



Selain itu, dalam Surah Al-Imran ayat 185, Allah SWT juga berfirman: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya hanya pada Hari Kiamat lah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sesungguhnya ia telah beruntung." Ayat ini mengingatkan umat Islam tentang tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu mendapatkan kebahagiaan abadi di akhirat, yang merupakan ganjaran atas amal saleh di dunia.

 

Kaiji kini merasa hidupnya lebih tenang dan bermakna. Ia juga berkomitmen untuk menyebarkan kebaikan Islam kepada masyarakat Jepang. "Saya merasa bertanggung jawab untuk menyebarkan kebaikan Islam untuk komunitas Jepang," kata Kaiji. Dalam semangat itulah, ia berharap dapat menjadi contoh bagi generasi muda di Jepang, untuk menemukan tujuan hidup yang sejati dalam Islam.

 

Dengan segala tantangan yang dihadapi, Kaiji Wada adalah contoh nyata bahwa Islam tidak hanya memberikan jawaban atas keraguan hidup, tetapi juga memberi kekuatan untuk menjalani hidup dengan tujuan yang jelas dan mulia. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Kami jadikan kamu umat yang adil dan pilihan, supaya kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia" (QS. Al-Baqarah: 143). Sebagai seorang Muslim, Kaiji tidak hanya menemukan tujuannya, tetapi juga merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi saksi kebenaran Islam di tengah masyarakat Jepang yang masih banyak yang belum mengenalnya dengan benar.

 

REFERENSI

1.Al Quran

2.Hadits

3.Endang Nurdin. Ramadan keempat seorang mualaf Jepang: 'Cowok biasa yang dulu sekuler' dan sekarang punya 'tujuan hidup'.  BBC News Indonesia 13 April 2021.

Menggetarkan! Cara Dakwah di Jepang yang Bikin Banyak Orang Masuk Islam: Rahasia Perilaku Kaiji Terungkap!

 



Dakwah Melalui Perilaku: Pesan dari Tokoh Muda Muslim Jepang

 

Dalam konteks dakwah Islam, ada berbagai cara yang dapat ditempuh oleh seorang Muslim untuk mengenalkan ajaran Islam kepada masyarakat. Namun, bagi Wada Kaiji, seorang tokoh muda Muslim asal Jepang, dakwah yang paling efektif dan penting di negeri minoritas Muslim tersebut adalah melalui perilaku. Hal ini ia ungkapkan dalam kesempatan tablig akbar Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang di Tokyo yang bertajuk “Generasi Muda dan Perubahan Zaman”.

 

Kaiji yang kini menjabat sebagai CEO Career Diversity mengungkapkan bahwa meskipun ia berusaha menjelaskan ajaran-ajaran Islam, tidak semua orang dapat dengan mudah memahami konsep-konsep agama, khususnya Allah SWT. Oleh karena itu, Kaiji lebih memilih untuk menunjukkan akhlak yang baik melalui perilakunya sehari-hari. "Melalui perilaku yang paling penting. Meskipun saya menjelaskan tentang, contohnya Allah SWT, mereka susah mengerti konsep-konsepnya. Jadi, saya tunjukkan perilaku saya. Kalau saya baik, mereka akan berminat, Insya Allah," ujarnya.

 

Pendekatan yang dilakukan oleh Kaiji ini tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Namun, ia meyakini bahwa dakwah melalui perilaku lebih efektif karena orang cenderung lebih tertarik pada apa yang mereka lihat secara langsung. Dalam hal ini, perilaku seorang Muslim yang mencerminkan nilai-nilai luhur Islam seperti kasih sayang, kejujuran, dan kesabaran bisa menarik perhatian orang lain untuk mengenal Islam lebih dekat.

 

Namun, berdakwah di Jepang, sebagai negara dengan populasi Muslim yang sangat kecil, bukanlah perkara mudah. Kaiji mengakui adanya tantangan besar dalam dakwahnya, terutama terkait dengan pandangan negatif sebagian warga Jepang terhadap Islam. "Image-nya masih buruk gara-gara berita yang tidak baik. Jadi, saya berusaha menyampaikan ide yang bagus, informasi yang benar," kata Kaiji. Pandangan negatif terhadap Islam seringkali dipicu oleh pemberitaan media yang kurang menggambarkan ajaran Islam secara utuh dan objektif.

 

Meski begitu, Kaiji tetap teguh dalam usahanya untuk menyampaikan informasi yang benar tentang Islam, baik secara tatap muka melalui kajian atau pertemuan langsung, maupun melalui media sosial. Ia percaya bahwa dakwah tidak hanya bisa dilakukan secara offline, tetapi juga online, agar lebih banyak orang yang bisa memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. "Kalau saya bertemu teman atau teman kantor, (saya) selalu berusaha menjelaskan tentang Islam, terus saya pakai sosial media jadi secara offline dan secara online, berusaha untuk dakwah," tambah Kaiji.

 

Keputusan Kaiji untuk memeluk Islam pada tahun 2017 di Brunei Darussalam bukanlah tanpa alasan. Ia merasa bahwa kehidupan seorang Muslim itu sangat indah, penuh dengan kebaikan, baik dalam kata-kata maupun perilakunya. Kaiji juga menyampaikan pesan kepada sesama mualaf dan Muslim yang berada di Jepang, untuk tidak merasa kesepian atau terisolasi. Meskipun komunitas Muslim di Jepang masih kecil, ia menegaskan bahwa ada keluarga dan teman yang dapat menjadi tempat berbagi dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

 

Dalam perspektif Islam, dakwah melalui perilaku sangat ditekankan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya" (HR. Bukhari). Ajaran ini mengajarkan bahwa akhlak yang baik adalah salah satu cara terbaik dalam menyampaikan Islam kepada orang lain, karena melalui akhlak yang mulia, seseorang dapat melihat dan merasakan langsung keindahan ajaran agama ini.

 

Selain itu, Al-Qur'an juga mengingatkan umat Islam untuk menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 21, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah." Ayat ini menegaskan pentingnya mengikuti teladan Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dakwah kepada orang lain melalui perilaku yang baik.

 

Dengan demikian, dakwah yang dilakukan oleh Kaiji melalui perilaku yang baik bukan hanya merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan Islam, tetapi juga mencerminkan ajaran yang sangat luhur dalam Islam. Sebagai Muslim, kita diajarkan untuk berbuat baik kepada sesama, yang pada akhirnya dapat menarik perhatian orang lain untuk mempelajari lebih dalam tentang agama yang kita anut.

 

REFERENSI:

1.  Al Quran

2.  Juwita Trisna Rahayu. Tokoh muda Muslim Jepang: Dakwah terpenting lewat perilaku. Antara 25 Desember 2022.


#DakwahJepang 

#MuslimJepang 

#AkhlakIslam 

#Mualaf 

#IslamDamai


Friday, 14 March 2025

Ekosistem Sehat, Senjata Rahasia Lawan Pandemi

 



Dalam tiga dekade terakhir, dunia diguncang oleh kemunculan penyakit menular baru yang menyebar lintas spesies dan wilayah, mematikan ribuan orang, sekaligus mengguncang ekonomi global. Dari Ebola hingga SARS, dari HIV/AIDS hingga flu burung, ancaman ini kian nyata dan tak mengenal batas negara. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa hampir tiga perempat penyakit menular baru berasal dari hewan, terutama satwa liar. Di tengah ancaman yang terus berkembang, muncul pendekatan baru yang menjanjikan: medik konservasi, sebuah paradigma yang memadukan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem. Pendekatan inilah yang mulai dilirik sebagai kunci untuk melindungi dunia dari pandemi berikutnya.


Pendahuluan

 

Dalam tiga dekade terakhir, penyakit menular baru muncul (emerging infectious diseases) telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Penyakit-penyakit ini seringkali menyebar ke wilayah yang lebih luas, berpindah dari satu spesies ke spesies lain, meningkat dalam keparahan, atau bahkan mengalami perubahan pada cara mereka menyebabkan penyakit. Patogen penyebab penyakit ini juga bisa beradaptasi atau berevolusi, menciptakan tantangan baru dalam pengendaliannya.

 

Beberapa penyakit menular baru yang muncul, meskipun relatif hanya menyerang sebagian kecil populasi, menimbulkan ancaman besar karena tingkat fatalitas yang tinggi dan belum ada vaksin atau terapi yang efektif. Penyakit seperti Ebola, encephalitis Nipah, atau demam Lassa telah menyebabkan kematian yang signifikan. Di sisi lain, HIV/AIDS dan virus influenza telah menjadi pandemi besar, menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

 

Yang lebih mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa hampir 75% dari penyakit menular baru muncul bersifat zoonosis, yang berarti penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia. Upaya untuk melawan kemunculan penyakit-penyakit ini telah menjadi fokus penting dalam kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama karena banyaknya patogen yang belum teridentifikasi atau muncul dengan cara yang tak terduga.

 

Data global menunjukkan bahwa ada sekitar 50.000 spesies vertebrata, masing-masing dengan sekitar 20 jenis virus yang bersifat endemik. Dari hampir satu juta virus yang ada, 99,8% di antaranya masih menunggu untuk ditemukan. Potensi patogen ini bisa memicu zoonosis baru di masa mendatang. Setiap tahun, wabah baru yang disebabkan oleh patogen zoonotik terus bermunculan dengan dampak besar terhadap kesehatan manusia dan ekonomi global. Sebagai contoh, pada 2003, virus SARS yang berasal dari satwa liar menewaskan sekitar 700 orang dan menyebabkan kerugian ekonomi global hingga 50 milyar dolar.

 

Faktor-faktor sosio-ekonomi, lingkungan, dan ekologi dianggap sebagai pendorong utama kemunculan penyakit-penyakit ini. Meskipun belum ada penelitian komparatif yang mendalam tentang hubungan antara faktor-faktor ini, analisis terhadap 335 penyakit menular baru yang muncul antara tahun 1940 hingga 2004 menunjukkan bahwa penyebaran penyakit ini terjadi secara acak, tanpa pola yang jelas. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi wilayah-wilayah dunia yang sering menjadi sumber munculnya penyakit baru, yang sering disebut sebagai "hotspot." Ironisnya, meskipun wilayah-wilayah ini menjadi sumber penyakit, upaya pengawasan dan pelaporan di daerah tersebut seringkali sangat kurang.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian para peneliti juga semakin berkembang pada penyakit menular baru yang ditularkan oleh satwa liar, baik yang hidup di darat maupun laut, serta penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk. Penyakit menular yang ditularkan oleh satwa liar, yang tercatat meningkat pesat sejak tahun 1980-an, kini menjadi salah satu ancaman terbesar. Statistik menunjukkan bahwa 61,4% penyakit menular baru muncul ditularkan oleh hewan, dan 75,3% dari jumlah tersebut berasal dari satwa liar.

 

Proses perubahan yang terjadi pada penyakit-penyakit ini melibatkan banyak faktor, mulai dari peningkatan insidensi penyakit, perluasan wilayah geografis penyebaran, hingga perubahan virulensi patogen. Semua ini dipicu oleh perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi, pertanian, urbanisasi, dan perubahan perilaku manusia. Perubahan ini menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi patogen untuk berkembang dan menyebar.

 

Oleh karena itu, pendekatan baru dalam penelitian penyakit menular baru muncul sangat dibutuhkan. Para peneliti kini semakin fokus pada pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mendasari kemunculan penyakit ini, serta mengembangkan model-model yang dapat memprediksi penyebarannya. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan adalah medik konservasi, yang memadukan ilmu kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh degradasi ekosistem.

 

Agenda Baru dan Perspektif Ke Depan

 

Konsep medik konservasi semakin diterima di kalangan ilmuwan dan praktisi kesehatan global, sebagai respon terhadap krisis biodiversitas dan perubahan iklim yang memengaruhi kesehatan manusia dan hewan. Disiplin ini melihat hubungan yang erat antara kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem. Medik konservasi menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kesehatan global yang semakin kompleks.

 

Selain itu, konsep ecohealth, yang muncul pada akhir 1970-an, juga mulai diperkenalkan dalam penelitian kesehatan hewan. Ecohealth melihat bagaimana perubahan dalam ekosistem dapat memengaruhi kesehatan manusia dan hewan. Pendekatan ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, ekologi, ekonomi, dan ilmu sosial, untuk memahami dampak perubahan ekosistem terhadap kesehatan.

 

Dengan memasukkan medik konservasi dan ecohealth ke dalam penelitian dan kurikulum pendidikan kedokteran hewan, para dokter hewan akan lebih siap menghadapi tantangan penyakit menular baru yang muncul. Pendekatan ini membantu dokter hewan untuk memahami lebih dalam tentang kesehatan ekosistem dan dampak perubahan lingkungan terhadap penyebaran penyakit. Sebagai hasilnya, para profesional veteriner dapat berperan lebih aktif dalam melindungi kesehatan global melalui pendekatan yang lebih holistik dan transdisipliner.

 

Melihat perkembangan ini, sudah saatnya profesi dokter hewan mempersiapkan diri untuk memahami lebih dalam tentang paradigma kesehatan ekosistem dan dampak perubahan lingkungan. Pemahaman ini akan memberikan mereka alat yang lebih efektif dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru, sekaligus mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar kesehatan ekosistem dalam penelitian dan pendidikan kedokteran hewan. Dengan demikian, kita dapat memastikan masa depan yang lebih sehat dan aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

 

REFERENSI:

 

1.Daszak P., Tabor G.M., Kilpatrick A.M., Epstein J., and Plowright R. (2004). Conservation Medicine and a New Agenda for Emerging Diseases. Ann. N.Y. Acad. Sci. 1026, 1-11.

 

2.Aguirre A.A. and Gomez A. (2009). Essential veterinary education in conservation medicine and ecosystem health: a global perspective. Rev. sci. tech. Off. Int. Epiz., 28(2), 597-603.

 

3.Jones K.E., Patel N.G., Levy M.A., Storeygard A., Balk D., Gittleman J.L. and Daszak P. (2008). Global trends in emerging infectious diseases. Nature 451, 990-993.

 

4.Bazzani R., Noronha L. and Sanchez A. (2009). An Ecosystem Approach to Human Health: Building a transdisciplinary and participatory research framework for the prevention of communicable diseases. http://www.globalforumhealth.org/forum8/forum8-cdrom/OralPre- sentations/Sanchez%20Bain20%%20F8-165.doc

 

5.Walter-Toews D. (2009). Commentary. Eco-Health: A primer for veterinarians. Can. Vet. J., Vol. 50, 519-521.

 

6.Walter-Toews D. (2009). Food, Global Environmental Change and Health: EcoHealth to the Rescue? McGill Journal of Medicine, 12(1), 85-89.

 

SUMBER

Blogvet. 5 Januari 2011

Wednesday, 12 March 2025

Penemuan Tambang Energi Abadi di Kedalaman Laut



Penemuan Tambang Energi Abadi di Kedalaman Laut:

Revolusi Sumber Energi Tak Terbatas

 

Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan pada Juli 2024, para ilmuwan mengungkap temuan mengejutkan: di kedalaman laut terdapat sumber energi yang hampir tak terbatas dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dunia. Temuan ini berpotensi mengubah wajah energi global, menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan stabil dibandingkan dengan sumber energi konvensional yang kita gunakan saat ini.

 

Seperti yang kita ketahui, listrik adalah kebutuhan vital dalam hampir semua aktivitas manusia sehari-hari, dari penerangan rumah hingga pengoperasian industri. Ketergantungan yang semakin besar pada listrik beriringan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya beralih dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, diversifikasi sumber listrik menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi. Jika kita hanya bergantung pada satu sumber, seperti bahan bakar fosil, risiko gangguan pasokan listrik sangat tinggi, yang dapat berdampak buruk pada kehidupan kita. Sebaliknya, dengan menggabungkan teknologi baru dan sumber energi terbarukan, kita dapat menciptakan bauran energi yang lebih stabil, aman, dan andal.

 

Potensi Energi Panas Bumi di Dasar Laut


Salah satu sumber energi terbarukan yang kini menarik perhatian adalah energi panas Bumi yang ditemukan di dasar laut. Sebuah laporan dari CGG, perusahaan konsultan energi terbarukan, mengungkapkan potensi luar biasa yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan pergerakan lempeng tektonik di kedalaman laut untuk mengekstraksi energi panas Bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber energi yang murah dan tak terbatas ada di bawah laut, menawarkan peluang besar untuk menciptakan sistem pembangkit listrik yang lebih efisien dan terjangkau.


 


Energi panas Bumi telah lama dikenal sebagai salah satu solusi energi yang stabil dan berkelanjutan. Berbeda dengan sumber energi lainnya seperti tenaga surya dan angin, yang hanya tersedia pada waktu tertentu, energi panas Bumi dapat menghasilkan listrik 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, tanpa terpengaruh oleh cuaca atau musim. Selain itu, biaya infrastruktur yang dibutuhkan untuk memanfaatkan energi ini diklaim jauh lebih rendah, menjadikannya alternatif yang menarik dibandingkan dengan teknologi lain seperti fusi nuklir.

 

Namun, meskipun potensi energi panas Bumi sangat besar, eksplorasi untuk menemukan lokasi yang optimal untuk pemasangan pembangkit listrik masih menghadapi tantangan besar. Proses ini sering kali mahal dan hasilnya tidak selalu sesuai harapan. Sebagian besar pembangkit panas Bumi saat ini dipasang di daerah dengan akses mudah ke batuan panas yang sangat retak dan permeabel, yang membatasi distribusi dan perluasan teknologi ini.

 

Teknologi Baru yang Menjanjikan


Namun, CGG percaya bahwa solusi untuk tantangan ini telah ditemukan. Perusahaan ini menyebutkan bahwa ekstraksi energi panas Bumi dari dasar laut bisa jauh lebih sederhana dan lebih efektif. Mereka mengidentifikasi potensi besar yang terletak di sekitar retakan besar di dasar laut, tempat lempeng tektonik terus-menerus bergerak terpisah, menciptakan peluang bagi pembentukan kerak Bumi yang baru. Dengan memanfaatkan area yang luas ini, para ilmuwan percaya kita dapat mengekstraksi energi dengan lebih efisien.

 

CGG memperkirakan ada sekitar 65.000 kilometer persegi lahan bawah laut yang memiliki potensi energi panas Bumi, di mana magma yang terperangkap di retakan bawah laut berada sangat dekat dengan permukaan. Di area tertentu, mereka bahkan menyarankan bahwa mengubah uap yang dihasilkan dari panas tersebut menjadi air tawar dan hidrogen hijau dapat menjadi metode yang efektif untuk menghasilkan energi. Air tawar ini bisa menjadi produk sampingan yang berguna, sementara hidrogen yang dihasilkan melalui elektrolisis bisa digunakan sebagai sumber energi yang bersih dan berkelanjutan.

 

Sumber Energi Abadi di Kedalaman Laut


Dengan menggunakan pendekatan ini, kita dapat menciptakan sistem energi yang tidak hanya murah dan stabil, tetapi juga ramah lingkungan. Selain energi listrik, amonia yang dihasilkan dapat diolah lebih lanjut menjadi hidrogen, yang juga merupakan sumber energi yang sangat menjanjikan. Dengan demikian, tambang energi di dasar laut ini bukan hanya menawarkan energi panas Bumi, tetapi juga berbagai produk sampingan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi lainnya.

 

Secara keseluruhan, temuan ini membawa harapan besar untuk masa depan energi dunia. Jika teknologi ini dapat dikembangkan dan diterapkan secara luas, kita bisa membuka babak baru dalam pemanfaatan sumber daya alam yang tak terbatas di bawah laut, sekaligus mendekatkan kita pada era energi yang lebih bersih, terjangkau, dan berkelanjutan.

 

SUMBER

detikinet. https://inet.detik.com/science/d-7816583/tambang-sumber-energi-abadi-ditemukan-di-bawah-laut