Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, 14 March 2008

Petunjuk Memasuki Pasar Jepang


Hasil kajian kami terhadap pasar Jepang, dapat diambil pelajaran beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh pengusaha eksportir dalam memasuki pasar Jepang. Tujuh hal penting yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1.Pola Permintaan

a.Pengusaha Jepang biasanya mengimpor pertama kali dalam jumlah relatif kecil. Mereka melakukan kajian dan penilaian terhadap konsistensi mutu dan jumlah produk yang dikirimkan, ketepatan waktu pengiriman dan kelancaran komunikasi. Dari hasil kajian tersebut pengusaha akan menentukan apakah hubungan dagang perlu dikembangkan sehingga menguntungkan. Pada saat pengusaha Jepang telah percaya dengan partner bisnisnya maka mereka akan meningkatkan ekspornya secara berangsur-angsur.

b.Produk yang diminta harus sesuai dengan contoh yang disepakati. Apabila barang yang dikirim berbeda dengan contoh yang disepakati akan menimbulkan rasa kecewa. Memerlukan waktu lama untuk menghilangkan rasa kecewa tersebut.

2.Selera konsumen

a.Konsumen sangat sangat memperhatikan mutu produk. Mereka tahu tentang nilai gizi makanan dan keamanan makanan. Sehingga mereka tidak mau mengkonsumsi makanan yang belum diketahui nilai gizi dan keamanannya.

b.Lidah orang Jepang mempunyai perbendaharaan rasa yang sangat luas, mereka ingin mencoba berbagai macam rasa makanan yang lezat-lezat. Mereka menggunakan panca inderanya terlibih dahulu sebelum menentukan pilihan makanannya yang terlezat. Indera penglihatan sangat berperan, makanan dengan penampilan paling indah biasanya yang mereka pilih.

c.Konsumen negara Sakura termasuk paling teliti dalam memilih barang yang paling murah. Mereka biasa mengetahui produk apa dan dimana dilakukan penjualan dengan harga murah.

d.Konsumen sangat memperhatikan perkembangan teknologi baru, dan mereka ingin menggunakan produk inovasi baru tersebut untuk kenyamanan atau keenakan.

3.Jadwal Pengapalan

a.Pengiriman barang haris tepat waktu. Mereka telah menjadwalkan ditribusi produk tersebut sesuai dengan musim di Jepang. Keterlambatan pengiriman akan mengganggu distribusi tersebut sehingga mereka dapat membatalkan kontrak atau meminta eksportir membayar denda.

b.Apabila terjadi kerusakan setelah tiba di gudang importir, eksportir harus mengakui kesalahan itu dan menggantinya. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan bisnis jangka panjang.

4.Distribusi

Terdapat dua macam sistem distribusi di Jepang yaitu

a. Importir-Wholesaler-Retailer-Konsumen. Sistem ini diterapkan untuk komoditi playwood kertas dan lain-lain.

b. Importir –Retailer-Konsumen (Spermarket, Department Store, dan lain-lain. Sistem ini diterapkan untuk produk bahan makanan.
Untuk komoditi pertanian kopi, karet, coklat dan lain-lainnya melakukan kegiatan impor pada umumnya kelompok pengusaha besar Jepang atau yang dikenal dengan nama ”Sogo Shosa”. Mereka yang mendistribusikan komoditi yang diimpor kepada Wholesaler.

5.Budaya Bisnis Jepang

a.Orang Jepang sangat menghargai senioritas. Mereka yang sudah senior diposisikan menjadi nara sumber yang banyak pengalamannya, sehingga apa yang dikatakan seniornya merupakan suara perusahaan yang harus didengar dan dipenuhi untuk dikerjakan untuk kemajuan perusaannya. Para senior dipasang terdepan dalam negosiasi dagang.

b.Pengusaha Jepang sangat memerlukan referensi dari seseorang yang sudah dikenalnya.

c.Dalam memulai bisnisnya dengan mitra baru pengusaha Jepang sangat berhati-hati sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat memperoleh mutu yang diinginkan, dengan cara memberikan bimbingan teknis atau transfer knowhow.

6.Promosi

Para pesaing dari lain negara sangat aktif mengirimkan katalog dan contoh produk kepada para importir Jepang, disamping juga aktif mengikuti pameran dagang di Jepang. Jumlah pengusaha yang melakukan tersebut sangat terbatas dibanding pengusaha Asing, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut:

a.Para pengusaha harus aktif mencari informasi jadwal kegiatan pameran atau expo di Jepang

b.Untuk efisien biaya pameran pengusaha perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan produknya di maca negara.

c.Pengusaha eksportir sangat dianjurkan mengirimkan profile perusahaanya berupa leaflet beserta katalog produknya kepada pengusaha importir di Jepang.
d.Leaflet dan katalog selain ditulis dalam bahasa Ingris alangkah baiknya disertai dengan bahasa Jepang agar lebih menarik dan mudah dipahami.

7.Sistem Komunikasi

a.Sangat lazim dalam perkenalan orang Jepang dengan cara tukar kartu nama. Wajib tukar-kartu nama bagi perkenalan pertama, sehingga apabila berkunjung ke Jepang harus mempersiapkan kartu nama secukupnya.

b.Pengusaha Jepang akan memberikan penghargaan tinggi apabila kita mengerti dan menggunakan bahasa mereka.

c.Apabila berkomunikasi lewat surat, faksimili dan email sebaiknya ditujukan langsung ke Divisi atau bagian yang sesuai. Hindari untuk menulis nama perusahaan atau alamat saja. Contohnya, Attention: Product import Manager.

d.Usahakan secepatnya membalas surat permintaan bisnis menggunakan bahasa Inggris atau jepang. Dianjurkan kita sabar menunggu jawaban mereka dan hindari meminta jawaban secepatnya.

e.Pengusaha Jepang akan menghargai kita apabila dalam suatu pertemuan bisnis atau negosiasi bisnis mitranya mencatat hal-hal yang dibicarakan dan mempersiapkan data dengan baik.

(Sumber: Mengenal Pasar Jepang, KBRI Tokyo, 2006)

2 comments:

Anonymous said...

Dengan Hormat;
Sabtu Lalu kami lihat tayangan di TVRI dlm acara Pertanian tanaman teh Ashitaba,dan kami tertarik utk mendapat informasi...kami mohon bimbingan tentang tanaman ini mulai dari petani,tanah,tanaman,bibit dll.dan Suhu udara ketinggian berap dari permukaan laut yg cocok dg tanaman ini..apak cocok di daerah Lawang dan Sekitarnya.jawa Timur.. kami sangat berterima kasih sebelumnya atas bantuannya.

Evi said...

Salam kenal dari Serpong Pak Pudjie,

Posting tentang Petunjuk Memasuki Pasar Jepang ini membuat saya jadi mengkerut dan mengkeret. Bagi produk UKM, sepertinya cukup jauh perjalanan yang kudu di tempuh agar bisa di terima di pasar Jepang ya. Pak, teman saya, produk selai strawberry-nya pernah di lamar pengusaja Jepang tapi cara mereka melakukan bisnis membuat saya heran. Si calon buyer ini mesti ikut menghitung semua biaya operasi pembuatan strawberry mentah menjadi selai dari A sam Z, sehingga mereka menemukan sendiri harga yang mereka anggap pantas untuk dibayar. Pertanyaan saya, memang cara-cara seperti ini lazim di Jepang ya, Pak? Terima kasih sebelumnya.

Salam,
-- Evi