Participants of Training Executive Group Sustainable Indonesian Fisheries Product Competitiveness:
1. Prof. Dr. Martani Huseini, Director General of Fisheries Product Processing and Marketing, Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF).
2. Ir. Sahut Parulian Hutagalung, M.Sc. Director of Foreign market Development, Directorate General of Fisheries Product Processing and Marketing, MMAF
3. Ir. Sadullah Muhdi, MBA, Director of Domestic marketing,Directorate General of Fisheries Product Processing and Marketing, MMAF
4. Ir. Nazori Djazuli, M.Sc. Director of Standardization and Accreditation, Directorate General of Fisheries Product Processing and Marketing, MMAF
5. Ir. Saifuddin, M.M.A. Director of Planning Bureau, Secretariat General of MMAF
6. Dr. Soen'an Hadipoernomo, M.Ed., Director of Data, Statistic, and Information Center, Secretariat General of MMAF
7. Ir. Soenaryanto, M.Sc., Director of Aquaculture Business and Services, Directorate General of Aquaculture, MMAF
8. Ir. Ibrahim Ismail, Director of Fishing Business enterprise, Directorate General of Cupture Fisheries
9. Wahyu Widayat, M.Sc., Deputy Director for Export Development, Directorate of Foreign Market Development, Directorate General of Fisheries Product Processing and Marketing, MMAF
Thursday, 19 June 2008
Training Executive Group Sustainable Indonesian Fisheries Product Competitiveness Japan, 7 - 14 June 2008
Posted by
Dr. Pudjiatmoko
at
09:35
0
comments
Labels: Kerjasama Luar Negeri
Thursday, 19 April 2007
Gubernur Kalbar ke Jepang jajagi kerja sama pertanian
Posted by
Dr. Pudjiatmoko
at
19:40
0
comments
Labels: Kerjasama Luar Negeri
Tuesday, 10 April 2007
KUNJUNGAN KERJA BUPATI PONTIANAK KE PROPINSI YAMANASHI
1. Pada tanggal 30-31 Mei 2006, Bupati Pontianak Agus salim bersama Asisten II Gubernur Kalbar, Ketua Bappeda, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perindistrian dan Perdagangan, Kepala Bakomapin, dan Kepala sekolah SPP-SPMA Kalimantan Barat melakukan kunjungan ke Kabupaten Hokuto, Propinsi Yamanashi, Jepang.
2. Selama kunjungan rombongan didampingi oleh Mr. Hirano Hirotaka petani Jepang di Indonesia, Mr. Kunio Yamanaka dari Japanese Agricultural Cooperation Association. Inc. (JACA), Mr. Hideo Toyoshima GM Ibaraki Central Horticultural and Agricultural Cooperation Association dan Drh. Pudjiatmoko, Ph.D Atase Pertanian Keduataan Besar Republik Indonesia untuk Jepang.
3. Kunjungan bertujuan untuk menjajagi kerjasama antara Kabupaten Hokuto dan Kabupaten Pontianak. Dalam kunjungan tersebut di Kantor Bupati Hokuto, Agus Salim memaparkan masih tersedianya tanah yang masih luas di kabupaten Pontianak dan mengajak Bupati Kabupaten Hokuto, Mr. Shirokura Masaji untuk bekerjasama dalam bidang, pertanian, perikanan dan peternakan.
4. Bupati Shirokura Masaji yang didampingi oleh Kepala Dinas Keuangan, Perencanaan dan Pertanian menyambut baik ajakan tersebut, dan akan melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Pontianak. Selama ini terdapat lulusan SPP-SPMA asal Kalimantan Barat yang sedang trainee di Pertanian Izumi Farm dan Perusahaan Pengolahan Pasca Panen Izumi Food di Popinsi Yamanashi.
5. Bupati Agus Salim dan rombongan mengunjungi Pertanian Izumi milik Keluarga Mr. Umezu Tetsuichi di 2415, Nishiide, Ooizumi-mura, Kita Koma-gun, Yamanasi Prefecture. Di pertanian ini terdapat 11 trainee perempuhan Indonesia, 9 orang berasal dari Kalimantan Barat, sedangkan 2 orang dari Sulawesai Selatan. Mereka ditempatkan ke Yamanashi melalui kerja sama antara Asosiasi Koperasi Pertanian Jepang, JACA dan Agro International Indonesia, NGO Pekan Baru. Masa training satu tahun yang dapat diperpanjang sampai 3 tahun. Pada saat kondisi kesehatan secara umum terlihat baik. Menurut orang tua angkat hanya terdapat sedikit masalah mengenai pemilihan makanan halal.
6. Rombongan juga mengunjungi Pabrik Pengolahan Sayur Izumi Food di 3800-1 Tanido, Ooizumi-mura, Kitamori-shi, Yamanashi Prefecture, milik Mr. Koike Yoshihito. Di pabrik ini terdapat 12 trainee perempuhan Indonesia, 8 orang berasal dari Kalimantan Barat, sedangkan 4 orang dari Jawa Barat. Diperusahaan ini terdapat 72 pekerja dan dapat menghasilkan 80 jenis makanan sayuran siap saji sebanyak 20.000 kemasan per hari yang dipasarkan langsung ke supermarket. Bahan baku berasal dari pertanian sendiri maupun dari pertanian di sekitarnya.
7. Dari hasil kunjungan ini Bupati Pontianak dan rombongan bertekad untuk menyediakan 380 ha tanah untuk membangun kawasan agro industri di wilayah kerjanya baik untuk mensuplai kebutuhan produk pertanian di Indonesia maupun untuk diekspor ke kawasan Asia Tenggara dan Jepang.
Posted by
Dr. Pudjiatmoko
at
21:34
0
comments
Labels: Kerjasama Luar Negeri
KUNJUNGAN KERJA KEPALA DINAS PERIKANAN PROPINSI JAWA BARAT KE MIYAGI PREFECTURE
Kunjungan kerja Kepala Dinas Perikanan Jawa Barat ke Miyagi prefecture dilakukan pada tanggal 15-19 Mei 2006, didampingi oleh Atase Pertanian KBRI Tokyo Drh. Pudjiatmoko, Ph.D. Tujuan kunjungan adalah studi penjajagan kerjasama antara propinsi Jawa Barat dan
Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat, Ir. Sudarsono, sedangkan anggotanya terdiri dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setda Jawa Barat Drs. H. Syamsudin Abas, MM, Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan Departemen Kelautam dan Perikanan, Ir. Deddy Heryadi Sutisna, Anggota Komisi B DPRD Jawa Barat Bapak Ginanjar Daradjat.
Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan kunjungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia, pertemuan dengan tokoh nelayan di Kabupaten Ishinomaki, observasi pasar ikan Ishinomaki, diskusi dengan pejabat perikanan Miyagi Prefecture, pertemuan dengan Wali kota Ishinomaki, observasi Ishinomaki Fish Market co. ltd., kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan Perikanan Miyamizu, observasi kondisi kapal-kapal yang akan dihibahkan, mengikuti metoda penangkapan ikan di Ayukawa, studi banding ke Asosiasi perikanan Omotehama, Pusat pembibitan Ikan Miyagi Prefecture, dan Kunjungan ke cabang pabrik mesin Yanmar Ishinomaki.
Pertemuan dengan tokoh asosiasi perikanan dilakukan di Ishinomaki tanggal 15 Mei 2006. Yang hadir selain rombongan adalah Mr. Ankai Masahiro dari Miyagiken Kogatasokobiki Kenkyukai (Telp. 0225-97-4728), Mr. Takahashi Kouetu dari Miyagiken Kogatasokobiki Kenkyukai (Telp. 0225-46-2149), Mr. Irogawa dari Shimin Ichiba (Telp. 0225-96-3567). Kami mendiskusikan rencana kerjasama dalam bidang perikanan terutama dalam bidang penyelenggaraan training nelayan pemuda dan kemungkinan penggunaan kapal penangkap ikan layak pakai dihibahkan ke
Hasil Observasi Pasar Ikan Ishinomaki yang dapat dilaporkan:
Gedung pasar lelang ikan milik pemerintah kabupaten, sedangkan operasionalnya dilakukan oleh swasta Ishinomaki Fish Market Co., Ltd. Yang dipimpin oleh presiden Mr. Kunio Snow.
Kegiatan persiapan pasar ikan pukul 03:00-04:00, pasar dimulai pukul 06:00-08:00
Terdapat 200 spesies yang dipasarkan di pasar ikan ini.
Kapal yang datang membawa hasil tangkapannya sekitar 300 kapal per hari.
Ikan yang dipasarkan sekitar 200.000 ton per tahun atau sekitar 600 ton per hari.
Harga ikan Salmon pada lelang tanggal 16 Mei 2006, untuk ukuran 1,5 kg/ekor sebesar 429 yen, 419 yen, 421 yen per kg dari 3 perusahaan penangkap ikan yang berbeda. Sedangkan yang berukuran 1,0 kg/ekor seharga 420 yen, 431 yen dan 439 yen per kg masing-masing dari dari 3 perusahaan penangkap ikan yang berbeda.
Komisi pasar lelang ikan sebesar 3,0% sedangkan untuk pasar konsumsi ditempat lain sebesar 5,5%.
Pajak untuk kabupaten sebesar 0,5% dan propinsi 0,02%.
Secara umum tidak tercium bau anyir karena fasilitas air sangat baik, air cukup banyak mengalir, saluran air besar mengalir lancar.
Pegawai yang bekerja, para pedagang ikan dan orang yang masuk dalam wilayah pasar ikan ini menggunakan seragam dan sepatu khusus dengan tanda tertentu, sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat masuk.
Meskipun pasar ikan ini merupakan pasar ikan terbesar ke 3 di Jepang, Menurut keterangan Mr. Kimura dari
Diskusi dengan pejabat
Miyagi prefecture akan mempelajari lebih lanjut keperluan dan keinginan Jawa Barat dalam melakukan kerjasama dengan
Masalah training nelayan sedang dipersiapkan dan dipelajari oleh asosiasi petani mengenai kondisi-kondisi kerjasama yang akan dilakukan ini agar dapat berjalan dengan lancar. Persiapan ini akan diajukan ke DPRD. Sehingga perlu waktu untuk mempersiapkannya.
Sebelum kerjasama dimulai perlu dilakukan pertemuan-pertemuan agar saling memahami kebutuhan masing-masing propinsi.
Untuk maksud tersebut di atas, Jawa Barat menawarkan pejabat
Posted by
Dr. Pudjiatmoko
at
08:09
0
comments
Labels: Kerjasama Luar Negeri
