Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Himbauan dunia pertanian. Show all posts
Showing posts with label Himbauan dunia pertanian. Show all posts

Sunday, 24 June 2007

Tunas kelapa menjadi tanaman hias di Jepang


Disebuah toko serba ada di kota Yokohama telah dipasarkan tunas kelapa yang di tanam dalam pot putih untuk tanaman hias. Di stall tersebut telah terpajang sekitar 50 pot yang selalu diamati oleh pengunjung baik anak-anak maupun orang dewasa. Mereka heran melihat tanaman hias baru ini karena mereka belum pernah melihat sebelumnya. Tanaman ini hanya tumbuh di pulau-pulau paling selatan Jepang wilayah Okinawa.

Tunas kelapa ini ditanam di atas pot warna putih yang sangat kontras dengan warna kelapa. Indah nian bukan ?

Tunas kelapa yang bahasa latinnya Cocos nucifera atau Kokoyasi dalam bahasa Jepang ini dipasang harga 1.900 yen atau 142.500 rupiah per buah. Di zaman modern seperti sekarang ini selain kita dituntut dalam bidang teknologi, kita juga harus siap berlomba dan berani dalam mengaplikasikan ide-ide cemerlang dalam agribisnis. Pintar-pintar membidik segmen pasar !

Friday, 15 June 2007

Jepang konsentrasi pada bahan bakar bioethanol



Jepang sedang membidik bioethanol sebagai bahan bakar untuk mencegah ketergantungan energi yang diimpor dari luar negeri. Meskipun produksi biethanol di Jepang baru tahap awal, terdapat langkah-langkah penting baik umum maupun sektor swasta untuk menggunakan teknologi Jepang dalam rangka meningkatkan produksi bahan bakar berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Para ahli mengatakan bahwa agar dapat bersaing dengan produk impor, produksi bioethanol dalam negeri perlu waktu bertahun-tahun. Akan tetapi mereka juga berkata bahwa Jepang akan terdepan dalam menerapkan teknologi fermentasi dan teknologi konservasi energi.

Pengembangan proses pembuatan bioethanol yang efisien dengan hasil besar akan membantu Jepang dalam menurunkan ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri. Dan pada saat yang bersamaan dapat mengurangi pencemaran udara yang dipersyaratkan oleh Protokol Kyoto.

Bioethanol adalah alkohol yang dibuat dari fermentasi bahan organic seperti jagung, tebu, jerami gandum atau padi dalam suatu proses yang mirip dengan pembuatan bir. Hasil akhirnya dicampur dengan bensin untuk mengurangi polutan gas buang kendaraan termasuk diantaranya karbodioksida.

Emisi karbondioksida yang dihasilkan pembakaran bioethanol sama dengan pembakaran bensin. Akan tetapi dengan bioethanol, karbondioksida akan digunakan oleh tanaman tebu, jagung, padi, gandum dsb. ketika terjadi fotosintesis pada tumbuhan. Hal tersebut menyebabkan bioethanol menjadi sangat menarik dalam mencari jalan keluar dalam mengurangi emisi; yang dapat menurunkan emisi 6% dibawah 1990 seperti yang dipersyaratkan Protokol Kyoto. Akan tetapi para pembuat kebijakan dan para peneliti menyatakan masih terdapat kekurangan bioethanol.

Dua produsen bioethanol terbesar adalah Brazil dan Amerika Serikat, Brazil memproduksi bioethanol dari tebu, sedangkan Amerika Serikat dari Jagung. Peningkatan permintaan bioethanol akan menarik perhatian, dalam waktu dekat mereka akan kekurangan gula dan jagung untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan.

Masalah besar lain adalah bahwa akan diperlukan jumlah besar bahan bakar fosil untuk membuat bioethanol dalam pabrik dan pengapalan bioethanol ke Jepang.

Honda Motor Co. telah bekerjasama dengan the Kyoto-based Research Institute of Innovative Technology for the Earth (RITE) untuk memproduksi bioethanol dengan bahan jerami padi dan sampah pertanian lain yang dapat diperoleh di Jepang. Jepang relative baru dalam masalah bahan bakar bioethanol ini, akan tetapi Honda yang beraliansi dengan RITE telah memulai pekerjaannya pada musim gugur tahun lalu, dan telah memperoleh hasil yang menjanjikan.

Sampai sekarang dalam proses fermentasi, bahan yang kurang murni akan mengganggu kerja yeast bacteria dalam merubah glukosa dalam jerami padi menjadi alkohol sehingga produk ethanol yang diperoleh sedikit. RITE telah mendapatkan solusi dengan cara menggantikan Yeast bacteria dengan Coryne bacteria hasil rekayasa genetika yang dapat bekerja dengan baik terhadap kondisi bahan yang kurang murni. Penemuan pertama kali oleh Honda dan RITE ini dapat meningkatkan produk ethanol 20 kali lebih banyak. Menurut Mr. Yoshikazu Fujisawa Pimpinan Senior Honda R&D dalam metode baru ini 1 kg jerami padi dapat menghasilkan sekitar 200 gram alkohol.

Pemerintah juga mendanai penelitian bagaimana cara merubah limbah pertanian menjadi bioethanol. Tahun lalu diperkirakan terdapat 6 pilot project yang menghasilkan 30 kiloliter ethanol. Satu diantara projek tersebut dilakukan oleh Mitsui Enginering & Shipbuilding Co. Perusahaan tersebut telah memproduksi ethanol dari limbah kayu di Okayama Prefecture sejak tahun 2005 menggunakan enzyme yang dikembangkan oleh Finland ‘S VTT Technical Research Center. Bahan baku lainnya termasuk gandum, sorghum dan tebu.

Pada awal bulan ini pemerintah juga telah meresmikan dua proyek baru di Hokkaido dan Niigata Prefecture. Proyek tersebut diharapkan setiap tahunnya dapat memproduksi 31.000 kiloliter bioethanol yang terbuat dari beras dan gandum selama lebih dari 5 tahun.

Masalah sangat sensitif apabila produk bahan makanan digunakan untuk keperluan selain sebagai makanan. Jepang adalah salah satu negara industri yang swasembada pangannya rendah, hanya dapat mencukupi sendiri 40% dari kebutuhan kalorinya. Maka dari itu, hal ini akan mendorong Jepang untuk memproduksi bahan bakar yang berasal dari bagian tanaman padi yang tidak dapat dimakan. (Sumber: Japan Time 15 Juni 2007)

Thursday, 10 May 2007

Jepang perlu 600 ton ikan Kawahagi Indonesia

Perusahaan yang bergerak dalam bidang import produk perikanan sedang meninginkan ikan kawahagi dari Indonesia. Saat ini perusahaan tersebut selama ini mengimpor produk olahan ikan Kawahagi (Dried Seasoned Leather Jacket) dari Negara Asia Tenggara lain. Karena jumlah tangkapan ikan kawagi dari Negara tersebut telah menurun drastis maka perusahaan ini ingin mengimpor ikan Kawahagi dari Indonesia secepatnya.

Kebutuhan impor ikan kawahagi ini sekitar 600 ton per tahun. Pada saat ini perusahaan tersebut memerlukan 40 ton. Diharapkan dalam sehari dilakukan pemrosesan ikan sebanyak satu ton untuk dijadikan ikan giling kering yang berbentuk seperti krupuk, Dried Seasoned Fish. Tetapi ini bukan kerupuk karena tidak dicampur dengan tepung.

Cara pemrosesan ikan dengan cara menggiling daging ikan sampai lembut, lalu dicampur dengan gula, garam dan sorbitol dan bahan penyedap. Komposisi campuran adonan tersebut menjadi sebagai berikut: daging ikan 89,00%; gula 7,00%; garam 1,50%; sorbitol 2,00 % dan monosodium glutamate 0,50%. Bahan tersebut dibuat bentuk lonjong pipih dengan ukuran diameter panjang 12 cm, diameter pendek 8 cm, dan ketebalan 0,2 cm dengan berat sekitar 44 gram. Gilingan daging yang sudah terbentuk tersebut dijejer diatas jaring-pengering untuk dijemur dibawah sinar matahari selama 2 hari sehinga beratnya menjadi 14 gram. Ikan dikemas dengan kemasan tertutup rapat seberat 15kgs/pe bag/carton.

Harganya sangat menggiurkan 5 dolar per kg. Diharapkan peluang pasar ini direspon cepat oleh pengusaha penangkap ikan dan eksportir produk ikan olahan Indonesia.

Wednesday, 2 May 2007

Ethanol untuk bahan bakar meningkat

Produksi ethanol dunia makin lama semakin meningkat sesuai tuntutan kebutuhan manusia yang semakin besar. Dahulu ethanol dipergunakan untuk minuman keras dan bahan industri saja. Dewasa ini ethanol telah banyak terserap untuk bahan bakar.

Pada tahun 2002 baru sebanyak 62% ethanol dipergunakan sebagai bahan bakar. Dua tahun kemudian kebutuhan ethanol untuk bahan bakar meningkat menjadi 73%. Pada tahun yang sama kebutuhan ethanol untuk minuman dan industri masing-masing hanya 18% dan 9%. Produksi ethanol sedunia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2002 baru 33.900 Ml (Megaliter), tahun 2004 meningkat menjadi 41.100 Ml dan pada tahun 2005 telah menjadi 44.940 Ml.

Negara penghasil ethanol terbesar Amerika Serikat yaitu 16.214 Ml per tahun dimana bahan dasarnya dari jagung dan tebu. Brazil juga menghasilkan ethanol dengan jumlah tidak jauh berbeda yaitu 16.067 Ml dengan bahan dasar tebu. China memproduksi ethanol dari maizena dan molasses sebanyak 3.800 Ml. Dengan bahan dasar molasses India memproduksi ethanol sebanyak 1.700 Ml. Negara lain yang memproduksi ethanol kurang dari 1000 Ml yaitu Perancis (910 Ml dari daging sapi, gandum dan anggur), Jerman (350 Ml dari daging sapi dan molasses), Thailand (330 Ml dari molasses). Australia dan Jepang memproduksi ethanol masing-masing sebanyak 125 Ml dan 113 Ml.

Pemerintah Jepang tahun 2008 akan mulai mensubsidi percobaan penggunaan bioethanol untuk 20.000 kendaraan di pulau Miyako.

Jepang akan mendirikan pabrik ethanol dengan bahan tebu berkapasitas 700 kl setahun. Juga akan disiapkan 18 tempat penjualan bahan bakar yang dimodifikasi dengan gasohol (campuran gasoline dan ethanol). Gasohol akan dijual lebih murah dari pada gasoline yang biasa dipergunakan.

Jepang telah menyetujui penggunaan bahan bakar gasoline yang dicampur dengan <3% ethanol (E3). Dengan menggunakan E3 mesin kendaraan tidak perlu dimodifikasi, sedangkan konsumsi bahan bakarnya per km lebih hemat. Pada tahun 2012 Jepang akan mempergunakan bahan bakar dengan campuran ethanol 10% (E10).

Jepang akan mengembangkan bisnis bahan bakar ethanol baik bioethanol maupun ETBE (Ethyl-tertio-buthyl-ether). Bisnis bahan bakar ethanol dapat mendorong terjadinya usaha produksi bahan bakar nasional yang berasal dari sumber alam dalam negeri, dengan mengembangkan teknologi yang sesuai dengan negeri hutan. Jepang juga akan menciptakan metoda baru pembuatan ethanol dari biomass kayu.

Menyongsong era baru energi terbarukan pertamina memperkenalkan BioPertamax. Bahan bakar ini merupakan campuran 5% ethanol dan 95% bensin Pertamax. Sebagai energi terbarukan bahan bakar ini dapat digunakan pada semua jenis kendaraan non-diesel tanpa adanya modifikasi mesin dan dapat menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

Keunggulan bahan bakar tersebut adalah a) ramah lingkungan, b) emisi gas buang lebih baik, c) pembakaran lebih sempurna, d) tidak perlu modifikasi mesin, e) mesin menjadi lebih tahan lama, f) merupakan bahan bakar terbarukan, g) bersifat detergensi yang dapat membersihkan ruang bakar.

Kita tentunya harus siap untuk mengantisipasi perkembangan teknologi ini dengan cara mengembangkan tanaman yang dapat menghasilkan ethanol ini seperti tebu, singkong, jagung, gandum, anggur dsb. Untuk memenuhi tuntutan kelestarian alam ini, sangat tepat kalau pertamina melihat jauh kedepan berusaha melakukan penghematan bahan bakar fosil dengan cara menginvestasi jangka panjangnya pada produksi bahan baku ethanol tersebut.

Bagaimanapun kondisinya dan kapanpun zamannya, produk pertanian tetap menjadi andalan kemaslahatan manusia sedunia.

Thursday, 26 April 2007

Konsumsi buah pisang di Jepang cenderung meningkat



Pasar pisang di Jepang meningkat

Dalam 10 tahun terakhir ini jumlah konsumsi per orang dalam setahun terhadap buah segar tetap atau sedikit mengalami penurunan. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok sementara apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulata telah menurun. Tahun 1993-1994 konsumsi Satsuma mandarin dan apel masing masing sebesar 6,7 kg dan 5,4 kg per orang per tahun. Pada tahun 2003-2004 mengalami penurunan yang tajam, untuk Satsuma mandarin menjadi 5,4 kg dan apel menjadi 4,4 kg. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4,4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5,6 kg pada tahun 2003-2004. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun.

Satsuma mandarin merupakan buah yang sangat penting karena mempunyai produksi dan output terbesar diantara buah di Jepang, sementara permintaannya mengalami penurunan karena terjadi peningkatan permintaan terhadap pisang. Satsuma mandarin dibudayakan terutama di pegunungan bagian barat dan didaerah yang kurang menguntungkan dimana tidak cocok untuk pertanian. Karena tidak ada alternatif produk pertanian lain, maka Satsuma mandarin menjadi kunci produk pertanian di daerah tersebut.

Apel merupakan buah yang sangat penting karena produksi dan outputnya menempati posisi kedua, sementara permintaannya mengalami penurunan karena terjadi peningkatan permintaan terhadap pisang. Apel dibudayakan terutama di wilayah bagian utara dimana tidak sesuai untuk pertanian. Produk pertanian yang berharga ini berada di daerah dingin. Karena tidak terdapat pilihan produk pertanian yang lain, maka apel merupakan kunci produk pertanian di daerah tersebut.

Karena buah Jepang sebagian besar dibudidayakan oleh petani bersekala kecil, maka perdagangan pisang dapat mempengaruhi perekonomian para petani secara langsung. Penurunan produksi satsuma mandarin dan apel menyebabkan melemahnya daerah produksi buah tersebut.

Dengan pembebasan bea masuk pisang ke Jepang akan mengancam reformasi struktur satsuma mandarin dan apel menurut kebijakan dasar promosi pengembangan industri buah. Dengan alasan ini maka pisang termasuk sangat sensitif sehingga sangat sulit untuk dilakukan penurunan tarif bea masuk oleh Jepang.

Alhamdulillah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, pada JI-EPA putaran ke 6 Jepang telah bersedia membebaskan tarif masuk ke Jepang untuk buah pisang, jambu, salak dan mangga. Mulai sekarang kemampuan kita ditutut untuk mempersiapkan diri mensuplai buah kwalitas ekspor sesuai dengan standar mutu yang diberlakukan oleh Jepang.

Friday, 20 April 2007

Sukses sang petani bayam orenso di Nagasaki


Propinsi Nagasaki merupakan daerah semenanjung terkenal dengan industri pembuatan kapal. Meskipun demikian dengan kerja keras, para petani Propinsi ini telah mampu mengembangkan potensi pertaniannya. Tanaka Sang petani telah melakukan usaha pertanian dari tahun 1970 di Shimabara, Propinsi Nagasaki. Dia biasa menjual hasil pertaniannya yang masih segar langsung ke kedai sayur mayur dan kedai buah di wilayahnya, antara lain sayur bayam, labu, gobo, buah apel dan pear. Dia juga memproduksi makanan olahan, udong (mie) dan dodol. Makanan hasil olahannya yang terkenal berupa eskrim bayam.

Dia berhasil mempekerjakan 16 pegawai wanita pada pabrik pengolahan makanan tersebut. Penggunaan sumber daya manusia di pabrik tersebut sangat efisen dan efektif. Seorang bisa mengerjakan seluruh tahapan pekerjaan dari mecuci, memotong, menata dan mengepak. Setiap pegawai dituntut bertanggung jawab atas pekerjaanya masing-masing. Tidak puas dengan produk tersebut, dia menambah produk pertaniannya dengan beternak ayam petelur Brown leg horn. Walaupun hanya 250 ekor ayam, tetapi telah menambah daya tarik pelanggannya karena mereka dapat membeli telur segar.

Untuk meningkatkan tehnik bertani, anaknya yang sulung setamat SMA dikirim ke sekolah tinggi pertanian selama satu tahun. Pada umur 17 tahun Tanaka Sang petani muda ini mulai melakukan usaha tani, meneruskan jejak orang tuanya. Pada tahun 1970 dengan bekal tanah seluas 1,5 ha ia telah melakukan usaha tani jahe, gobo dan gandum. Penghasilannya lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga petani saat itu. Dia menikmati harga jahe yang relatif tinggi sekitar 220 yen per kg. Tetapi pada tahun 1980-an mengalami masa suram ketika Jepang kebanjiran jahe dari China, harga jahe jatuh menjadi hanya 100 yen per kg.

Dengan datangnya tantangan tersebut Tanaka yunior tidak putus asa. Dia berpikir mencari ide untuk mencari solusinya. Hingga akhirnya dia mencoba untuk memanfaatkan keunggulan alam di sekitar Nagasaki. Di tempat tersebut banyak angin dan suhu udara sekitar 3 C lebih rendah dari daerah yang lain. Dia pikir daerahnya cocok untuk bercocok-tanam sayur-sayuran. Pada daerah yang sejuk tersebut dia putuskan menanam orenso atau bayam Jepang. Hasil percobaannya yang dilakukan dengan tekun telah membuahkan hasil sehingga dia dapat melakukan penanaman bayam secara teratur, 8 kali setahun.

Waktu pemanenannya agak unik. Dia melakukan penanaman bayam pada bulan Maret dan memanennya 45 hari kemudian. Penamaman bulan April dipanen 32 hari kemudian. Untuk penanaman bulan Juni, Juli dan Agustus pemanenan dilakukan 30 hari kemudian. Penanaman bulan September dan Oktober masing-masing 35 dan 40 hari kemudian. Sedangkan bayam yang ditanam pada bulan Desember dipanen 75 hari kemudian. Pada musim dingin pertumbuhan bayam agak lambat sehingga proses pemanenan lebih lama dibanding musim panas.

Bayam yang dihasilkan dari setiap 1000 m2 tanah sebanyak 1 ton per hari. Bayam ditanam dalam green house yang dilengkapi jaring untuk menjaga masuknya hama dan serangga dari luar. Jaring untuk tanaman bayam berukuran 1 mm sedangkan untuk tanaman tomat 0,4 mm.

Tanaka yunior mencoba melakukan pertanian pupuk organik yang dibuat dari campuran kotoran kuda, bungkil, dedak halus dan tepung tulang. Setelah dipanen ternyata rasa dari bayam tersebut kurang enak karena didalamnya terkandung asam nitrat dan asam oksalat. Sehingga perlu dikombinasi dengan pupuk kimia. Setelah mencoba beberapa kali dia berhasil menemukan komposisi campuran yang tepat antara pupuk organik dan pupuk kimia tersebut.

Dengan hasil temuannya tersebut dia dapat meningkatkan produksi hasil pertaniannya dengan kwalitas terbaik, sehingga usahanya berkembang pesat. Pertanian bayamnya sukses dan produknya mampu menembus supermarket. Tujuh puluh persen produknya dijual ke supermarket, koperasi, hotel dan restoran sedangkan sisanya dijual langsung ke kedai-kedai sayur. Pada tahun 1998 dia melakukan perluasan tanah dengan menambah modal sendiri sebesar 30 juta yen dan mendirikan perusahaan. Tanaka San menjadi Direkturnya, istrinya sebagai Menejer Administrasi, anak laki-lakinya menjadi menejer Produksi dan anak perempuhannya menjadi Menejer Penjualan.

Kini penghasilan pertanian daerahnya menduduki urutan atas, yang berasal dari peternakan 31%, sayur-sayuran 27%, buah-buahan 11%, dan beras 2%. Seluruh Jepang Nagasaki merupakan penghasil buah biwa nomor 1, kentang nomor 2, asparagus nomor 3, dan paria nomor 4. Sedangkan strow beri, sawi putih, bawang bombay dan buah jeruk menempati urutan ke 5.

Setelah sukses dengan produksi dan penjualan hasil pertaniannya dia masih punya impian lagi, mendirikan hotel dan restoran dengan makanan yang berasal dari produk pertaniannya sendiri. Dia juga ingin mendirikan pusat pelatihan petani. Ini salah satu contoh keuletan seorang petani dari negeri otomotif bercita-cita tinggi dan tidak pernah berhenti menyumbangkan pembangunan pertanian untuk negerinya.
Bagaimana mencontoh dan membangun karakter unggul ini pada petani Indonesia? (Pudjiatmoko, Atani Tokyo)


Thursday, 19 April 2007

Impian seorang petani mangga Hokkaido


Mr. Ryoichi Jinnai mempunyai impian untuk mensuplai masyarakat Tokyo dengan mangga yang baru dipetik dari pohonya sebagai hadiah. Orang pasti lebih suka mangga segar dari pada mangga impor, pikirnya. Mangga dikemas dalam kardus yang menarik untuk dikirim ke handai taulan sebagai omeyage atau hadiah, peluang pasarnya pasti luas.

Pertanian yang dibangun terletak di kota kecil Urausu, 50 km ke arah utara Sapporo. Komoditi pertanian yang akan dikembangkan adalah buah-buahan tropis termasuk mangga dan nanas.

Hokkaido terletak di Jepang sebelah utara yang pada waktu musim dingin rata-rat suhu di luar ruangan adalah sekitar – 10 derajat Celcius. Meskipun dalam suhu rendah seorang petani asal Kanagawa Prefecture yang berusia 79 tahun telah menanamkan modalnya 30 juta yen untuk memproduksi mangga yang ditumbuhkan dalam Green House yang bersuhu 25 derajat Celcius sepanjang masa. Dia berharap Hokkaido lebih terkenal penghasil mangga dari pada popularitas saljunya.

Mangga dengan kwalitas tinggi tentu akan memperoleh harga yang lebih mahal dari mangga impor. Meskipun sekarang masih dalam tahap percobaan tetapi pada tahun 2007 akan dapat memproduksi 900 mangga. Dia telah menyiapkan 5 buah green house yang masing-masing berukuran 1400 m2. Kelima green housenya harganya 10 juta yen. Untuk membangun atapnya diperlukan fluorine resin yang mampu menyangga 500 kg salju per m2. Suhu dalam green house dapat dipertahankan sekitar 25 Celcius sepanjang tahun.

Sebanyak 15 keluarga yang berumur antara 20 – 50 tahun datang pada musim semi tahun 2006 telah datang untuk magang pertanian ini dan merencanakan bertani buah tropis di sana.

Siapkah kita bersaing dengan mereka memasarkan mangga Indonesia di Jepang? Jawabnya harus siap !!!

Tuesday, 17 April 2007

Ubi Jalar sebagai bahan makanan pendamping beras


Mari kita mencari solusi terbaik untuk keluar dari masalah pemenuhan kebutuhan makanan pokok masyarakat Indonesia agar tidak tergantung dengan beras. Ubi jalar merupakan satu dari 20 jenis bahan makanan yang berfungsi sebagai sumber karbohidrat. Ubi jalar bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendampingi beras menuju ketahanan pangan.

Keunggulan ubi jalar dibanding bahan makanan lain adalah
(1) Sesuai dengan agroklimat sebagian besar wilayah Indonesia,
(2) Menguntungkan untuk diusahakan karena nilai produksinya tinggi.
(3) Mengandung karbohidrat, zat gizi yang tinggi, juga prebiotik, serat makanan dan antioksidan.
(4) Potensi penggunaannya cukup luas dan cocok untuk program diversifikasi pangan.
(5) Produktivitas ubi jalar sangat tinggi (12 ton / ha) dibandingkan dengan beras (4,5 ton / ha) maupun ubi kayu (8 ton / ha) setiap 4 bulan.

Friday, 13 April 2007

Ekspor chin cau ke Jepang Yook !!!

Apa kabar kawan-kawan IASA? Semoga sehat-sehat semua dalam cuaca yang semakin hari semakin hangat. Untuk di kota Tokyo lhoo........

Dalam suasana hangat kemarin diskusi dengan pengusaha Jepang yang bergerak dalam bidang pertanian. Dia mengutarakan ide yang cerdik untuk memasarkan Chin cau di Jepang. Yang bener aja... bahan makanan belum disukai orang mau dipasarkan, saya bergumam. Masa depan makanan ini cerah. Orang Jepang menyukai makanan sehat dengan kalori rendah. Selain itu Chin cau kalau di minum akan menyejukkan tubuh. Cocok sekali kalau diminum pada musim panas. Benar? Hontou, kepalanya mengangguk kuat !! jawabnya.

Adakah kawan-kawan yang pernah melakukan penelitian khasiat daun chin cau dan tentu kandungan zat berkhasiatnya? Pengusaha tersebut perlu mengumpulkan referensinya dulu untuk menarik minat peminum es chin cau.

Pada saat ini, apakah di tanah air sudah ada perkebunan daun chin cau yang luas yang bisa di ekspor ke Jepang dan mancanegara lainnya?

Pertanyaan lain lagi yang sangat penting pakah sudah ada pengolahan daun chin cau menjadi bentuk kering, bubuk atau sejenisnya sehingga mudah pengepakannya dan transportasinya?

Kalau direnungkan bisa juga melahirkan doktor melalui penelitian daun Chin cau ini. Koq bisa?

1. Aroma daun chin cau segar seperti aroma alam pegunungan di tepi air terjun?

2.Tekstur chin cau enak kenyal-kenyal halus di lidah, terasa nyaman ketika menelannya?

3.Rasanya enak khas bisa dicampur dengan sirop apapun?

4.Membuat perut nyaman karena mudah sekali untuk mencerananya?

5.Berkalori sangat rendah sehingga dapat merampingkan para peminumnya.

6.Cukup mengandung mineral dan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh, cocok untuk orang sehabis berolah raga dan orang yang sakit demam?

7.Mengawetkan daun chin cau mudah dengan cara pengeringan matahari, pengeringan bertahap dengan mesin, pengeringan dengan cara modern dsb?

8.Chin cau mudah dipasarkan baik di negara berkembang maupun di negara maju?

9.Masih banyak lain kan?

Terimakasih atas kesediaan membacanya, apalagi meresponnya.

Monday, 9 April 2007

Promosi melinjo di Jepang

Halo kawan-kawan IASA, apa kabar?

Pada tanggal 6 Pebruari 2007 saya ke Bandung berbincang-bincang masalah produk pertanian dengan Ketua Umum Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Ir. H. Winarno Tohir dan Ketua Ikatan Alumni Magang Petani di Jepang Ikamaja), Pak Ishak.

Salah satu produk pertanian Indonesia yang ingin diperkenalkan ke Jepang adalah melinjo.

Sepulang dari Indonesia, tanggal 15 Pebruari 2007, kami telah berbincang dengan Mr. Shinya Hosoda President Hosoda SHC Co. Ltd. mengenai melinjo.

Beliau mau menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Jepang tentang enaknya melinjo, kandungan gizi melinjo dan penghijauan tanah dengan tanaman melinjo. Beliau akan bergerak menggunakan kendaraan yang disebut Japan Association of Melinjo Indonesia.

Dalam bincang-bincang akan diusahakan untuk menggaet dua Sensei dari Tokyonokodai untuk melakukan penelitian masalah ini. Saya dengar ada juga mahasiswa Indonesia yang sedang belajar mengenai kandungan polyphenol pada tumbuhan di Jepang Tengah. Senang sekali kalau ada kawan yang mau melakukan penelitian kandungan gizi melinjo ini termasuk didalamnya polyphenol. Menurutnya, polyphenol melinjo sebagai antioksidan tahan selama 5 jam. Lebih lama dibanding dengan vitamin E dan C.

Mudah-mudahan dengan hasil penelitian kita akan mendukung populernya melinjo dari Indonesia sebagai bahan makanan atau bumbu masak makanan di Jepang. Nanti akan diarahkan menjadi essense untuk dicampurkan dalam Misosiru. Rasanya akan khas sunda atau Java yang akan diminati oleh lidah orang Jepang, lidah dengan perbendaharaan rasa yang luas.

Harapan kita, kebutuhan melinjo Indonesia di ekspor ke Jepang meningkat, sehingga di Indonesia banyak orang yang suka menanam pohon melinjo di pekarangannya, dan gilirannya ketika hujan deras pohon melinjo bisa menahan dan menyerap air. Tidak menutup kemungkinan ada sebuah cerita untuk anak cucu kita, POHON MELINJO BERJASA MENCEGAH BANJIR.

Melinjo tidak menyebabkan asam urat meningkat. Data yang diakui Pak President Hosoda bahwa karena rasanya enak orang suka makan melinjo goreng dalam jumlah banyak. Minyak gorengnya tersebut yang menyebabkan kadar asam uratnya meningkat. Apabila disiapkan dalam bentuk makanan lain tanpa minyak tidak akan menyebabkan peningkatan asam urat. Kalau ingin membuktikannya silahkan diteliti. Mereka sudah mencobanya, asam uratnya tidak naik tuh.

Referensi dari asam urat tinggi tertulis seperti ini. Peningkatan asam urat terjadi karena gangguan metabolisme purin dan asupan purin tinggi dari makanan secara berlebihan. Selain itu, hiperurisemia terjadi karena gangguan pengeluaran asam urat oleh ginjal. Hiperurisemia bisa disebabkan oleh faktor genetik dan dapat menurun pada anak-anaknya. Konsumsi makanan dengan purin tinggi, konsumsi gula dan lemak berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat. Kegemukan, pengguna obat diuretik, diet penurunan berat badan, juga sering menyebabkan hiperurisemia.

Buat kawan-kawan di Jepang, kalau tidak mau menelitinya tidak apa yang penting dapat membantu bercerita terhadap orang Jepang akan kelezatan dan khasiat melinjo.

Gambarimashou !!!

Sunday, 8 April 2007

Generasi Muda Jepang tidak tertarik menjadi petani

Pada akhir-akhir ini jumlah petani Jepang menurun karena generasi muda enggan terjun di tenaga kerja pertanian. Kementerian Pertanian Jepang berharap orang yang berumur 57-59 tahun (generasi baby boomber, lahir sekitar tahun 1947-1949, berjumlah 8 jutaan) dapat membantu peningkatan jumlah populasi petani Jepang.

Pada tahun 2003 terdapat 80.000 orang ingin menjadi petani, seperlimanya berusia 50-an, setengahnya berusia 60-an. Pada tahun 2005 jumlah petani termasuk tenaga part-timer berjumlah 5,56 juta orang. Jumlah tersebut merupakan 4,3% dari seluruh penduduk Jepang yang berjumlah 128 juta. Jumlah petani telah menurun sebanyak 5,8% selama dasawarsa terakhir.

Banyak generasi muda melihat pertanian merupakan kehidupan yang sulit dengan upah yang rendah, sementara kota menawarkan banyak kehidupan yang menarik. Hal ini menyebabkan percepatan kenaikan populasi petani berusia lanjut lebih besar dari pada kenaikan populasi usia lanjut secara nasional.

Jepang merupakan importir papan atas produk pertanian, hal ini sebagian diakibatkan penurunan populasi petani di Jepang. Pejabat kementerian pertanian mengatakan bahwa Kementerian Pertanian tidak mengharapkan para generasi baby boomer menguasai industri pertanian Jepang. Akan tetapi generasi tersebut membantu bertani berbagai jenis tanaman pada bidang pertanian Jepang untuk menunjukan betapa banyak metoda dalam bertani.