Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design: Kisi Karunia
Base Code: Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, 16 March 2009

Wisata Petik Strawberry ala Ichigogari di Jepang

Pada hari Sabtu 14 Mei 2009 kami meninjau pertanian strawberry milik Mr. Hiroshi Maeda yang terletak di 260 Yamanashishi Minami, Prefektur Yamanashi, sekitar 150 km ke arah barat dari kota Tokyo. Pertaniannya sengaja diperuntukan sebagai tempat wisata pertanian yang disebut Ichigogari.














Ichigogari merupakan istilah bahasa Jepang yang terdiri dari dua kata. Ichigo berarti Strawberry, dan kari berarti memburu. Digabungkan bunyi ucapannya menjadi Ichigogari, yang berarti memetik buah strawberry di sebuah kebun strawberry dan memakan hasil petikan sendiri sepuasnya. Salah satu daerah yang terkenal dengan Ichigogari adalah Prefektur Yamanashi. Mr. Hiroshi Maeda dibantu oleh sang istri asal Thailand (gambar samping) telah melakukan budidaya strawberry sejak tahun 2003. Dengan bantuan JA (Koperasi Pertanian Jepang) mereka memperoleh pinjaman untuk pembangunan prasarana dan sarana pertanian Strawberry.







Pertanian strawberry ini terletak di perbukitan dipinggir kota. Keluarga Maeda mempunyai 6 buah green hause, setiap green house ditandai dengan nomor (gambar samping). Luas setiap green house 1000 m2. Green house dilengkapi dengan pengatur suhu ruangan green house, pengatur penyiraman air-hara, penghangat tanah dan gas CO.














Tempat pendaftaran pengunjung disamping tempat parkir kendaraan. Setiap hari dibuka pukul 09:00 – 16:00.


















Pengunjung sebelum masuk green house mencuci tangan terlebih dahulu.


















Pengunjung diberikan penjelasan cara memetik strawberry dan mendapatkan layanan satu set plastik yang terdapat dua cekungan, satu berisi susu kental manis dan yang lain tempat sisa strowberry. Pilih strawberry yang sudah matang berwarna merah, celupkan ke dalam susu kental manis, lalu santaplah dan nikmati kelezatannya. Sisa potongan strawbery yang berwarna hijau dikumpulkan di cekungan sebelahnya. Susu kental manis dimakan habis, sampah hijau dimasukkan tempat sampah yang bisa dijadikan pupuk, sedangkan tempat plastiknya dimasukkan ke tempat sampah plastik untuk didaur ulang.








Pada gambar sebelah terdapat fasilitas tanki berwarna oranye penyimpan minyak tanah untuk bahan bakar mesin pemanasan green house (sebelah kiri).

Disebelahnya tampak tabung-tabung berwarna hijau berisi gas CO untuk membantu pertumbuhan tanaman strawberry yang diberikan dengan cara menghembuskan gas CO ke dalam ruang green house pada saat sebelum matahari terbit sekitar jam 4 – 6 pagi (sebelah kanan).










Terdapat pengontrol tekanan air yang dialirkan melalui pipa-pipa untuk menyirami tanah media tanaman strawberry.

















Pipa untuk menyalurkan air hangat sebagai pengatur suhu tanah media tanaman strawberry.
























Green house dilengkapi dengan plastik penutup untuk mengatur suhu udara dalam green house yang dapat dibuka-tutup secara otomatis dengan kawat.

















Penarik plastik berwarna oranye untuk mengatur suhu dalam green house.
























Pada gambar tampak susana wisatawan ketika memetik, menyantap strawberry, menikmati keindahan deretan strawberry dan bunga-bunga yang ditanam di pot dalam green house. Warna merah strawberry yang menempel di bibir dan pipi membuat gelak tawa riang wisatawan. Ketinggian tempat tanaman telah dibuat sedemikian rupa sehingga strawberry mudah dipetik baik dengan posisi berdiri maupun jongkok.












Pengunjung memetik dan menyatap strawberry di tempat yang rapih dan bersih yang dialasi dengan plastik.
























Heater (Mesin pemanas) ruang Green house untuk menjaga agar ruangan tetap hangat ketika musim dingin. Sebelah kiri tampak locker yang terkunci untuk tempat penyimpanan barang bawaan para pengunjung.
















Wisata Ichigogari untuk umum dibuka pada saat buah strawberry sudah banyak yang memerah matang (gambar samping) dimulai akhir bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan Mei tahun berikutnya. Mereka yang ingin datang ke pertanian ichigo ini harus memesan dahulu beberapa hari sebelumnya dengan menyebutkan jam dan tanggal kedatangan serta jumlah orang yang akan datang. Pengunjung dipersilahkan memetik buah strawberry dan memakan sepuasnya selama 30 menit.

Harga tiket masuk untuk masuk kebun ini tergantung bulan. Harga tiket per orang pada bulan Desember 2.000 yen, bulan Januari 1.800 yen, Pebruari 1.700 yen, Maret 1.500 yen, April 1.200 yen, Mei 1000 yen. Sedangkan anak yang berumur kurang dari 7 tahun tiketnya dikenakan lebih murah yaitu 500 – 1.200 yen per anak.

Pemasukan selama kurang lebih empat setengah bulan sekitar 3,5 – 4,0 juta yen. Sebagian besar uang ini dipergunakan untuk ongkos produksi dan cicilan biaya pembangunan green house, prasarana dan sarana pertanian lainnya. Mr. Maeda mengaku penghasilannya selama empat setengah bulan 1,0 – 2,0 juta yen.

5 comments:

wisdya said...

Assl.saya wisdya di Bogor, slm kenal, sblmnya saya sgt appreciated pada blog atani tokyo yang sgt informatif dan up to date,sgt bermanfaat,hmpr setiap hari saya membuka blog ini untuk mengetahui info terbaru, saya mahasiswa IPB dan sgt berminat untuk bisa magang atau bekerja di sektor pertanian Jepang, seperti Ichigagori, Salut untuk Jepang yang konsisten mengembangkan teknologinya dan tetap berorientasi lingkungan, mohon infonya jika ada program untuk magang ataupun bekerja di Jepang,saya sgt menunggu kabar baik dari anda, terima kasih banyak sebelumnya, semoga Indonesia juga bisa mengadopsi dan menjalankan teknologi yang kita peroleh dari Jepang dan memberi manfaat untuk orang banyak

Maria said...

Di Hokkaido ada Sakuranbogari pak, sekitar bulan Juni akan menjadi tujuan wisata populer di Hokkaido.
Kapan berkunjung ke hokkaido nih pak

Global Excellent Marketing Sdn.Bhd(GEM) - gem.socialgo.com said...

DIREKTORI / FORUM PERNIAGAAN, PERTANIAN & INDUSTRI ASAS TANI MALAYSIA - http://gem.socialgo.com

INDUSTRI SARANG BURUNG LAYANG-LAYANG( WALET / WALIT) :
Website: http://gem.tl.my
WebLog: http://gemsb.blogspot.com

Hakimtea said...

wuih di Jepang ya, saya pernah wisata petik stawberry baru di negeri sendiri di daerah Jawa Barat tepatnya Ciwidey kab Bandung. Btw, makasih informasinya nih, sepertinya sama menariknya dengan wisata petik stawberry negeri sendiri :)

Ikut kampanye mari Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang ya :)

Anonymous said...

kita pernah di jepang di Ibaraki Ken, strawberrynya ditanamnya di tanah walau sama-sama di dalam plastic house, namun yang di ibaraki tampaknya lebih bisa di adopsi untuk pertanian ichigo di indonesia