Setiap tahun diundang perwakilan dari berbagai negara untuk mengunjungi Imperial stock Farm. Pada tanggal 12 Mei 2008 kami berkesempatan hadir memenuhi undangan tersebut. Imperial stock Farm terletak di Takanezawa-machi, Shioya-gun, Prefektur Tochigi sekitar 110 km disebelah utara Tokyo. Ketinggian tanahnya 145 m diatas permukaan air laut. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, menentramkan hati seperti tampak pada gambar 1 dari atas.
Sejarahnya, pada tahun 1875 Kementerian Dalam Negeri mendirikan sebuah peternakan di Prefektur Chiba untuk memelihara kambing dan pembibitan peternakan. Pada tahun 1885 Peternakan tersebut secara resmi pengelolaannya dipindahkan menjadi dibawah Kementerian Rumah Tangga Kaisar dan diberi nama Shimosa Imperial Stock Farm pada tahun 1888. Pada tahun 1969 Peternakan tersebut dipindahkan ke lokasi sekarang karena lokasi lama (Chiba) dibangun bandara internasional baru.
Total luas tanah Imperial stock Farm 252 ha yang terdiri dari 134 ha padang rumput, 66 ha hutan dan 52 ha bangunan dan jalan. Garis besar kegiatannya adalah a) Pembibitan dan pemeliharaan kuda, sapi perah, babi, kambing, ayam broiler dan layer dan burung pegar Jepang; b) Produksi berbagai jenis hasil peternakan seperti susu, keju, yogurt, daging, telur, ham, bacon, sosis dsb; c) Produksi rumput kering; d) Produksi bermacam-macam sayur-sayuran seperti tomat, lettuce, bawang, kentang, wortel dsb.
Pada saat kunjungan dipertunjukan Horo-hiki (Gambar 2, 3 dan 4 dari atas). Horo-hiki adalah satu dari kebudayaan tradisional Jepang. Pertunjukan diperankan oleh dua orang yang menunggang kuda dengan mengenakan pakaian upacara tradisional Jepang. Pertunjukan ini dilakukan pada waktu-waktu khusus yang diselenggarakan sejak pertengahan zaman Edo di abad 18. Horo atau pita ular-ular terbuat dari kain sutera panjangnya 10 meter dengan diameter 55 cm. Kuda berpasangan, penunggangnya membawa pita ular-lar dengan warna yang berbeda. Satu berwarna hijau dan putih yang menggambarkan musim semi sedangkan pasangannya berwarna merah dan putih menggambarkan musim gugur.
Pelajaran dipetik dari Imperial Stock Farm ini adalah Jepang negara industri besar sedunia kaisarnya telah mengutamakan pentingnya pertanian sejak 123 tahun yang lalu, dan dipertahankan hingga kini.
Wednesday, 14 May 2008
Mengapa Kaisar Jepang Mempertahankan Peternakan Kekaisaran Selama 123 Tahun? Kisah Imperial Stock Farm yang Jarang Diketahui Dunia
#ImperialStockFarm
#PeternakanJepang
#WisataTochigi
#PertanianJepang
#BudayaJepang
Posted by
Drh.Pudjiatmoko,PhD
at
18:39
0
comments
Labels: Imperial Stock Farm Jepang
Tuesday, 13 May 2008
Angsa di Hokkaido mati disebabkan H5N1
Pada tanggal 10 Mei 2008, pemerintah Hokkaido telah mengumumkan bahwa angsa yang ditemukan mati di danau Saroma pada tanggal 5 Mei terdeteksi adanya Flu Burung galur H5N1. Hal ini menandakan Flu burung telah menyebar diantara unggas liar di Jepang bagian utara.
Ini adalah kasus ketiga H5N1 yang dikomfirmasi tahun ini setelah kasus kematian angsa pada tanggal 24 April di Nostuke dan tanggal 21 April di Danau Towada Akita.
Menurut Peraturan Pemerintah tentang Pencegahan Penyakit Menular pada Hewan, Pusat Pelayanan Kesehatan Peternakan di Abasari diharapkan mulai melakukan Inspeksi di tiga Peternakan ayam dengan radius 30 km dari tempat ditemukannya angsa yang mati tersebut. Pusat Pelayanan Kesehatan Peternakan akan segera mengumumkan hasil inspeksinya.
Pusat tersebut akan mengeluarkan perintah kepada peternak ayam untuk mendisinfeksi kandang ayamnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan menyebarnya virus tersebut. Juga akan disiapkan intruksi kepada orang yang memelihara ayam di daerah tersebut.
Tidak ada laporan dari peternakan ayam disekitar kasus tentang adanya kelainan ayamnya pada survei setelah timbul kasus tersebut.
Universitas Hokkaido telah melakukan pengujian terhadap unggas yang mati 5 Mei 2008. DNA virus penyebab kematian angsa ini diuji untuk mengetahui apakah terdapat korelasi dengan virus yang ditemukan dari unggas mati yang lain.
Sampai saat ini tidak terdapat kasus virus Flu Burung pada manusia di Jepang. Meskipun demikian International Medical Center, Jepang telah mengembangkan sebuah kit yang dalam waktu 15 menit mampu mendeteksi seseorang terinfeksi virus Flu Burung H5N1 yang ganas. Sedangkan metoda lama biasanya memakan waktu dua hari.
Sumber: Japan Times 11 Mei 2008
Ini adalah kasus ketiga H5N1 yang dikomfirmasi tahun ini setelah kasus kematian angsa pada tanggal 24 April di Nostuke dan tanggal 21 April di Danau Towada Akita.
Menurut Peraturan Pemerintah tentang Pencegahan Penyakit Menular pada Hewan, Pusat Pelayanan Kesehatan Peternakan di Abasari diharapkan mulai melakukan Inspeksi di tiga Peternakan ayam dengan radius 30 km dari tempat ditemukannya angsa yang mati tersebut. Pusat Pelayanan Kesehatan Peternakan akan segera mengumumkan hasil inspeksinya.
Pusat tersebut akan mengeluarkan perintah kepada peternak ayam untuk mendisinfeksi kandang ayamnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan menyebarnya virus tersebut. Juga akan disiapkan intruksi kepada orang yang memelihara ayam di daerah tersebut.
Tidak ada laporan dari peternakan ayam disekitar kasus tentang adanya kelainan ayamnya pada survei setelah timbul kasus tersebut.
Universitas Hokkaido telah melakukan pengujian terhadap unggas yang mati 5 Mei 2008. DNA virus penyebab kematian angsa ini diuji untuk mengetahui apakah terdapat korelasi dengan virus yang ditemukan dari unggas mati yang lain.
Sampai saat ini tidak terdapat kasus virus Flu Burung pada manusia di Jepang. Meskipun demikian International Medical Center, Jepang telah mengembangkan sebuah kit yang dalam waktu 15 menit mampu mendeteksi seseorang terinfeksi virus Flu Burung H5N1 yang ganas. Sedangkan metoda lama biasanya memakan waktu dua hari.
Sumber: Japan Times 11 Mei 2008
Posted by
Drh.Pudjiatmoko,PhD
at
06:30
0
comments
Labels: Avian Influenza
Saturday, 10 May 2008
Mesin pembuat ethanol di rumah tangga dijual di US
Sebuah perusahaan baru berharap para pengedara mobil melakukan pembuatan ethanol di rumahnya masing-masing untuk mengisi tanki bahan bakar mobilnya. Hal ini dilakukan agar harga bahan makanan tidak naik.Harga jagung di Amerika Serikat per bushel pada bulan Maret 2007 baru 3,91 US dollar semakin lama semakin naik, merangkak naik terus, lalu naik tajam pada bulan Januari 2008 dan akhirnya tertinggi pada bulan April 2008 mencapai 6,30 US dollar.
Produksi ethanol di Amerika serikat pada awal tahun 1980-an baru 0,2 milyar gallon, mengalami peningkatan terus akhirnya pada tahun 2007 produksinya mencapai 6,5 milyar gallon.
E-Fuel Corp. memperkenalkan mesin MicroFueler yang merupakan mesin pembuat ethanol pertama kali di dunia yang dapat dikerjakan di rumah. Penduduk dapat membuat ethanol sendiri dan memindahkannya ke tangki bahan bakar kendaraannya masing-masing.
Harga satu unit mesin yang mudah dipindahkan ini 10.000 US dollar. Mesin dilengkapi dengan pompa pengisi bahan bakar, Penggunaan mesin ini untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar yang telah mencapai titik tertinggi.
Menurut E-fuel Corp. mesin tersebut dapat memproduksi ethanol dengan biaya listrik rumah tangga 1 US dollar per gallon (3,8 liter).
Mesin ini memfermentasi bahan bakar yang bahan bakunya dari gula. Harga gula selama ini murah ketika suplainya dunia cukup.
Sistem pembuatan ethanol di Amerika Serikat selama ini menggunakan jagung yang telah ditentang oleh dunia karena telah menimbulkan peningkatan harga makanan sedunia.
“Tidak ada lagi seorang ibu menangis karena anak-anaknya tidak memperoleh gula yang cukup” kata Tom Quinn CEO dan pendiri E-Feul Corp.
Gula yang biasa dimakan harganya sangat mahal, sehingga E-Feul Corp akan menghubungkan pengguna mesin tersebut dengan pensuplai gula surplus yang berharga murah, termasuk gula yang tidak dapat dimakan (inedible) dari Mexico berharga jauh lebih rendah. Diharapkan juga pengguna mesin ini dapat membantu pembayaran untuk Feedstock dengan cara menjual carbon credit dengan penggunaan mesin tersebut karena membuat ethanol dari gula menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih rendah dari pada dari jagung.
Selain keuntungan diatas, pembelian mesin ini akan terlunasi oleh penggunaan mesin itu sendiri dengan cepat. Untuk 1 rumah tangga dengan 2 mobil yang dikendarai sepanjang 55.520 km per tahun, Microfueler akan membayar mesin itu sendiri kurang dari dua tahun dengan asumsi harga bensin 3,60 US dollar per gallon. Mesin tersebut dapat menghasilkan 35 gallon (132 liter) 100 persen ethanol per minggu.
Sumber : Japan Times 10 Mei 2008
Posted by
Drh.Pudjiatmoko,PhD
at
12:42
1 comments
Labels: Bio-fuel
Subscribe to:
Posts (Atom)